10 Cara Mengajarkan Pendidikan Antikorupsi ke Anak

Kita tahu, bagaimana budaya dengan mental kompetitif yang tidak sehat telah biasa dilakukan di segala bidang. Cara menunjukkan sebuah prestasi, pencapaian, dan menjadi yang terbaik, seringkali menghalalkan segala cara yang dilakukan dengan tidak sehat.

9 September 2022, 08:29 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Pendidikan — 10 Cara Mengajarkan Pendidikan Antikorupsi Ke Anak

“Budaya seperti ini adalah budaya feodalisme yang melahirkan mental, seperti; mental penjilat, asal bapak senang, menciptakan hal-hal yang sifatnya gebyar tetapi tidak esensi, termasuk budaya korupsi berjamaah maupun individu.”

PENDIDIKAN antikorupsi sangat penting diterapkan pada pendidikan di Indonesia sejak dini mengingat kasus korupsi di Indonesia semakin marak dengan berbagai jenis, modus, dan kompleksitasnya. Kasus korupsi semakin meningkat dari tahun ke tahun baik dari segi jumlah kasus maupun kerugian yang sudah dialami. Kasus-kasus ini tidak jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Di lingkungan sekolah banyak ditemukan kasus korupsi, seperti menyontek, membolos, datang terlambat ke sekolah dan melanggar peraturan lainnya. Hal-hal kecil ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menjadi bibit budaya korupsi. Pengertian korupsi itu sendiri adalah perilaku menyimpang, melanggar etika, dan merugikan pihak lain. Tanpa disadari, korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap biasa oleh masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa mentalitas pelaku sangat lemah sehingga kurang menahan diri dari korupsi.. Generasi muda merupakan agen perubahan, yaitu sebagai penentu maju atau mundurnya suatu negara. Upaya pemberantasan korupsi selama ini hanya terfokus pada pemberantasan dan pencegahan korupsi. Pendidikan media dinilai paling efektif untuk mencegah korupsi, sehingga diperlukan sistem pendidikan antikorupsi yang mencakup sosialisasi berbagai bentuk korupsi. Berikut 10 Cara Mengajarkan Pendidikan Antikorupsi Ke Anak.

Cara Mengajarkan Pendidikan Antikorupsi Ke Anak

Belajar Jujur ​​Dan Tidak Curang

Kejujuran atau sikap yang lurus, tidak berbohong, dan tidak menyontek sangat penting untuk dibangun sedini mungkin. Misalnya, ajari anak untuk tidak mengambil sesuatu milik orang lain, biasakan meminta izin sebelum meminjam.

Selain itu, ajari anak untuk tidak mencontek, tanamkan rasa bangga ketika ia berhasil dengan usahanya sendiri. Anak juga harus dibiasakan untuk berkata jujur ​​dengan bercerita secara terbuka, mengajari mereka untuk mengakui kesalahannya, dan selalu menepati janji kepada anak. Berikan apresiasi dan kebanggaan kepada anak ketika mereka berhasil melakukan sesuatu.

Belajarlah Untuk Peduli Pada Orang Lain

Anak juga perlu belajar untuk peduli terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Belajar peduli akan menumbuhkan empati kepada orang di sekitarnya, misalnya menghibur saudara yang sedang sedih, berbagi makanan, membantu kucing yang sakit, merawat tanaman, dan lain-lain.

Belajar Disiplin

Disiplin merupakan bentuk ketaatan terhadap sebuah aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis. Disiplin juga berarti kebiasaan dan tindakan yang selaras dengan segala bentuk aturan atau peraturan yang berlaku. Cara sederhana untuk menanamkan disiplin adalah dengan memberi contoh, bukan paksaan.
Misalnya, kebiasaan tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, mengikuti aturan di rumah atau di sekolah adalah beberapa bentuk disiplin yang dapat ditanamkan sejak kecil. Kuncinya di sini adalah contoh dan konsistensi.

Belajar Mandiri

Kemandirian atau sikap tidak bergantung pada orang lain juga dapat ditanamkan pada anak ketika menghadapi masalah. Jangan langsung membantu, berikan kepercayaan dan dukungan bahwa ia mampu mengatasi masalahnya sendiri. Mulailah dari hal yang sederhana, misalnya belajar mengikat tali sepatu, memakai baju, mandi, cuci tangan, makan, dan lain-lain. Biasakan juga anak tidak memilih jalan pintas saat menyelesaikan suatu masalah.

Pelajari Tanggung Jawab

Sikap anak dalam kesiapan menanggung akibat dari perbuatannya dapat ditanamkan dengan mengajarkan anak tentang tanggung jawab. Jika Anda menumpahkan air harus dibersihkan, jika Anda merusak mainan teman, cobalah untuk memperbaikinya dan berani mengakui kesalahan Anda. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk belajar tanggung jawab, misalnya dengan memberikan tanggung jawab untuk merawat hewan peliharaan atau tanaman.

Belajar Berani Dan Percaya Diri

Sikap percaya diri, tidak takut menghadapi bahaya dan kesulitan dapat dibangun dengan membiarkan anak bereksplorasi dan belajar dari kesalahannya. Tanamkan nilai moral sejak kecil dan ajak anak untuk melakukan apa yang mereka yakini sebagai hal yang benar.

Belajar Adil

Adil adalah sikap yang selalu berlaku sewajarnya, tidak sewenang-wenang. Adil juga berarti bahwa kita dapat memberikan kepada siapa pun apa yang menjadi haknya. Anak dapat diajarkan konsep keadilan sesuai usia, dan mengajarkan anak untuk berbagi. Juga menanamkan nilai bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan harus diperlakukan sama.

Belajar Bekerja Keras

Kerja keras adalah sikap gigih dan fokus dalam melakukan sesuatu, tidak asal-asalan. Menanamkan sikap kerja keras merupakan nilai positif, karena bekerja keras akan membuat anak mencapai tujuan yang diinginkan. Orang tua harus memberi contoh kerja keras, bahwa sesuatu harus dicapai dengan usaha, bukan dengan jalan pintas.
Tekankan bahwa tidak ada prestasi yang dapat dicapai tanpa kerja keras.

Mengubah Kultur

Kita tahu, bagaimana budaya dengan mental kompetitif yang tidak sehat telah biasa dilakukan di segala bidang. Cara menunjukkan sebuah prestasi, pencapaian, dan menjadi yang terbaik, seringkali menghalalkan segala cara yang dilakukan dengan tidak sehat.

Budaya seperti ini adalah budaya feodalisme yang melahirkan mental, seperti; mental penjilat, asal bapak senang, menciptakan hal-hal yang sifatnya gebyar tetapi tidak esensi, termasuk budaya korupsi berjamaah maupun individu. Dengan demikian, maka memberikan pemahaman tentang pengetahuan merubah kultur pada anak, sangatlah penting. Bisa dimulai dari rumah, lingkungan sekitar dan sekolah.

Demikian Nuspedian, ulasan tentang, 10 Cara Mengajarkan Pendidikan Antikorupsi Ke Anak. Semoga bermanfaat.

Lirik Lagu “Judi,” Ingatkan Isu “Konsorsium 303” dan Praktik Judi Kelas Akar Rumput
Plh Bupati Pemalang Akan Lakukan “Akrobatic One Man Show”
Menuju Indonesia Maju dengan Merubah Kultur
Kemunduran Attitude, di Tengah Masifnya Pendidikan Karakter
Mengenalkan Uang pada Anak-anak

Terkait

Terkini