Alasan Menjadi LGBT dan Transgender: “Ini Genetik, Bukan Pilihan Kami” Benarkah?

22 Desember 2023, 07:26 WIB

Nusantarapedia.net | OPINI, GAYA HIDUP — Alasan Menjadi LGBT dan Transgender: “Ini Genetik, Bukan Pilihan Kami” Benarkah?

PRINCESS Jessica seorang transgender yang belakangan viral karena berhasil  menjalankan umroh membersamai kedua orang tuanya, yang kemudian mendapatkan hidayah untuk kembali pada fitrahnya. Dari Princess Jessica kembali menjadi mas Bagas, begitu panggilan kedua orang tuanya sampai sekarang. Keduanya terpaksa menerima pilihan anak yang disayanginya menjadi transgender, tetapi masih berharap kelak anaknya akan berubah pikiran. Dan umroh 2023 kali ini terjawablah doa mereka, anaknya mendapatkan hidayah berniat mengakhiri petualangannya sebagai transgender, dan kembali menjadi wujud sebagaimana dia dilahirkan, menjadi mas Bagas pria bukan Jessica.

Dalam sebuah podcast @kinosgina yang menghadirkan bintang tamu Princess Jessica, Jessica mengaku bahwa keinginannya menjadi wanita sudah dia rasakan sejak kecil. Rasa tidak nyaman menjadi laki-laki dan terus muncul keinginan kuat menjadi wanita, semakin kuat hingga mengabaikan nasehat sang bunda untuk tidak menuruti dorongan hatinya. Akhirnya Jessica alias mas Bagas membulatkan tekat mengubah diri menjadi wanita. Jessica sendiri berdalih bahwa keinginannya menjadi wanita adalah karena faktor hormonal, kemungkinan di dalam dirinya lebih didominasi oleh hormon wanita dari pada hormon pria. Saat host bertanya, “sudah melakukan test hormone?” dengan santainya transgender ini menjawab belum dan dengan tanpa data yang jelas, memutuskan untuk mengubah diri dengan memanjangkan rambut, menjalani terapi hormone, memermak wajahnya dan akhirnya semua berjalan sesuai harapan, dia menjadi wanita bahkan lebih cantik dan anggun dari sang host si wanita tulen.

Sepenggal kisah dari kaum transgender mewakili jutaan pria yang memiliki kisah serupa. Hanya saja princess Jessica lebih beruntung, karena mendapat kesempatan untuk bertaubat diseparuh umurnya jika diberi umur panjang. Sebuah alasan untuk pembelaan diri  yang umum didengar, ini faktor genetik dan bukan pilihan mereka, hanya mengikuti apa yang ada di dalam diri mereka. Seandainya mereka sedikit lebih cerdas, jika genetik menjadi alasan dan yakin hormon wanita lebih menguasai, kenapa mereka mati-matian berani bayar mahal suntik hormon wanita dengan terus menerus tanpa henti untuk memastikan mereka tidak kembali menjadi wujud pria lagi? Bukankah mereka bilang hormon wanitanya sudah banyak dan mendominasi.

viral transpuan ingin kembali ke kodratnya setelah tunaikan umrah ini kata buya yahya kiz
Princess Jessica (kanan), ingin kembali menjadi laki-laki setelah menjalani ibadah umrah bersama orangtuanya. (Foto: Instagram @princessjessicaofficial)

Kenapa harus mengubah bentuk wajah yang secara desainnya berstruktur tajam pada sisinya menjadi melengkung dan tembem khas wanita? Kenapa reproduksi mereka masih normal juga ? alat kelaminnya masih berwujud nyata berupa penis dan mengeluarkan sperma dengan teratur selayaknya pria normal. Mereka pun harus menyulap kulit kasar dan tebalnya menjadi sehalus mulus wanita. Bahkan beberapa transgender hingga mengangkat jakunnya untuk bisa mendapatkan suara sehalus wanita agar tidak terdengar seperti pria ngondek. Berapa ratus juta mereka habiskan untuk mewujudkan diri sebagai wanita impiannya?

Lantas dengan kondisi fisik pria yang demikian jelasnya, bagaimana mereka bisa menyimpulkan bahwa mereka dirasuki hormon wanita yang terlalu berlebihan? Apakah dalih dan alasan mereka bisa dikategorikan sebagai pembodohan publik sehingga pria sejenis yang bernaluri halus dan lemah lembut kemudian memutuskan bahwa mereka bertempat di raga yang salah? Apakah pria dengan naluri yang halus dan kewanitaan atau bahkan keibuan adalah kesalahan, ketidakwajaran dan ketidaknormalan? Apakah semua pria harus gentlemen, berotot, kasar, bersuara bass, sangar dan galak? Benarkah Allah hanya menciptakan pria berkarakter demikian, sehingga pria yang berlawanan seperti pria yang halus, lembut, cengeng, keibuan, dan nyaman bergaul dengan wanita dianggap bukan jantan dan pria sejati? Siapa yang melabel demikian? Lingkungan kah, atau malah orang tuanya sendiri?

Yang jelas penciptanya tidak pernah memberi persyaratan atau label apapun bagi semua watak dan karakter pria. Memang begitulah adanya mereka diciptakan dengan berbagai watak dan kecerdasan untuk memimpin kehidupan di bumi. Bumi dengan beragam kehidupan, makhluk, masalah dan konflik, tidak hanya membutuhkan pemimpin yang tegas, galak dan sangar. Tetapi untuk menjaga dan memelihara makhluk-makhluk ciptaan-NYA, Allah juga menghendaki pemimpin yang berjiwa lembut, peduli, penuh kasih, dan penyayang. Banyak profesi yang terkadang membutuhkan jiwa keibuan dari seorang pria, psikolog, psikiater, pendidik, penjaga kebun binatang, pemandu wisata, peternak, petani, pendongeng, desainer, penata rambut, penjahit, chef, pencipta lagu, pemusik, dsb.

Terkait

Terkini