Banjir atau Genangan – Genangan atau Banjir, Eufemisme Bahasa: Penghalusan atau Pengaburan Realita

- Bila itu yang dilakukan, apakah mungkin, membongkar ratusan kawasan hunian, perkantoran dan pusat bisnis, yang konsekuensinya pemerintah harus menggantinya dengan ganti rugi yang nilainya bisa di atas 3 ribu triliun -

6 Januari 2023, 15:06 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Polhukam — Banjir atau GenanganGenangan atau Banjir, Eufemisme Bahasa: Penghalusan atau Pengaburan Realita

“Namun demikian, diksi yang dimaksud dan diharapkan agar menjadi tepat untuk melukiskan keadaan yang terjadi, haruslah sesuai dengan realita. Bila realitanya adalah banjir maka katakanlah itu banjir, bila itu genangan, ya, katakanlah itu genangan. Artinya, penggunaan diksi yang salah bisa memanipulasi kebenaran informasi.”

DI penghujung tahun 2022 hingga saat ini potensi cuaca buruk melanda hampir di semua wilayah Indonesia yang berpotensi terjadi kebencanaan. Hujan deras, angin kencang, gelombang laut tinggi, banjir, rob air laut, tanah longsor, dan mitigasi kebencanaan lainnya yang itu adalah potensi dan telah terjadi.

Di beberapa daerah misalnya sudah terjadi, ratusan wisatawan terjebak di pulau Karimunjawa, Jepara, karena laut tidak bersahabat, akibatnya transportasi jalur laut terhenti, kapal-kapal tidak berani beroperasi. Begitu juga bencana lainnya yang terjadi di beberapa daerah, seperti banjir di Kabupaten Kupang, banjir rob di pantai utara Jawa yang menerjang daerah-daerah di pesisir utara.

Begitu juga yang lagi viral terjadi di kota Jakarta dan Semarang, yaitu terjadinya “GENANGAN”. Kenapa Jakarta dan Semarang yang dikatakan viral? Ya, Jakarta adalah ibu kota Indonesia, yang mana sebelumnya dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan dan kini Pj Gubernur Heru Budi Hartono. Pendek kata, tahu sendiri lah, bagaimana disinyalir rivalitas antara Jakarta dan Indonesia (antar pemimpinnya), terjadi saat dipimpin mantan Gubernur Anies Baswedan. Dan, penggantinya yaitu Pj Gubernur Heru dibaca adalah kepanjangan dari kekuasaan secara politik.

Sedangkan Kota Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah dengan gubernurnya Ganjar Pranowo, yang mana Ganjar Pranowo ditafsirkan sintesis dari Joko Widodo (Presiden Indonesia). Ini berkebalikan dengan Anies Baswedan sebagai antitesis Jokowi, sedangkan Pj Gubernur Heru karena kepanjangan, jelas sebagai sintesis.

Tentu hal itu berhulu pada wilayah politik, yang mana Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden, sedangkan Ganjar Pranowo pun juga digadang-gadang sebagai bakal calon presiden pilihan Jokowi.

Dengan demikian dari hulu politik ke muara peristiwa banjir di Jakarta dan Semarang telah digoreng habis-habisan oleh banyak pihak, mulai dari institusi lembaga hingga media massa dan netizen journalism. Baik yang pro maupun kontra.

Terkait

Terkini