Gangguan Kepribadian Histrionik, Suka Mencari Perhatian Berlebihan

- kurangnya komunikasi verbal dan fisik dari orang-orang terdekat melahirkan orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian suka mencari perhatian secara berlebihan -

17 Januari 2023, 16:53 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Kesehatan — Gangguan Kepribadian Histrionik, Suka Mencari Perhatian Berlebihan

PESATNYA gelombang teknologi berdampak pada berkurangnya interaksi fisik yang melibatkan emosi. Masyakarat modern cenderung lebih memilih memanfaatkan perangkat teknologi untuk menjalin komunkasi dan interaksi dari pada harus bertemu langsung. Kecenderungan ini ternyata juga berefek pada hilangnya perasaan cinta, kasih sayang ,perhatian, ketulusan. Semua tergantikan oleh interaksi digitalis.

Fenomena ini memunculkan banyak persoalan psikologis. Maraknya generasi kurang perhatian akibat kurangnya komunikasi verbal dan fisik dari orang-orang terdekat melahirkan orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian suka mencari perhatian secara berlebihan. Hal ini dilakukan baik di dunia nyata maupun dunia maya (media sosial).
Gejala di atas adalah salah satu sebab terjadinya gangguan kepribadian suka mencari perhatian berlebeihan. Gangguan kepribadian ini bisa muncul karena sebab pola pengasuhan lingkungan atau memang penyakit kepribadian bawaan (biologis atau genetik).

Dikutip dari halodoc, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Psych Central suka mencari perhatian secara berlebihan merujuk pada gejala gangguan kepribadian histrionik (HPD). Seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik ingin menjadi pusat perhatian di setiap kelompok orang, dan mereka merasa tidak nyaman ketika mereka tidak mendapatkan perhatian.

Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Histrionik
Selain suka mencari perhatian, gangguan kepribadian histrionik juga ditandai dengan perilaku-perilaku berikut:

  1. Tidak nyaman dalam situasi ketika dia tidak menjadi pusat perhatian.
  2. Interaksi dengan orang lain sering ditandai dengan perilaku menggoda atau provokatif seksual yang tidak pantas.
  3. Menampilkan ekspresi emosi yang berubah dengan cepat dan dangkal.
  4. Secara konsisten menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian pada diri mereka sendiri.
  5. Memiliki gaya bicara yang terlalu impresionistik dan kurang detail.
  6. Menunjukkan dramatisasi diri, sandiwara, dan ekspresi emosi yang berlebihan.
  7. Sangat mudah dibujuk mudah dipengaruhi oleh orang lain atau keadaan.

Gangguan kepribadian ini menggambarkan pola perilaku yang sudah lama terjadi dan paling sering didiagnosis pada usia dewasa dan bukannya remaja. Menurut hasil penelitian, gangguan kepribadian histrionic lebih sering dialami perempuan di usia 35 – 50-an.

Gangguan kepribadian histrionik hampir sama dengan gangguan kepribadian narsistik. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Psychiatric Association, orang yang didiagnosis mengidap gangguan narsistik juga memiliki gejala suka mencari perhatian, mementingkan diri sendiri, menuntut kekaguman kepada dirinya sendiri, suka memuji diri sendiri (merasa cantik, merasa terhormat, merasa pandai dan sikap merasa superior yang lain).

Baik gangguan kepribadian histrionik dan narsistik sama-sama berdampak pada kehidupan sosial. masyarakat akan merasa jenuh dengan kelakuan orang yang caper, alih-alih ingin selalu diperhatikan, justru dijauhi oleh lingkungan sosialnya, hidup menjadi penuh tekanan

Menurut sumber lainnya, perawatan untuk gangguan kepribadian histrionik maupun narsistik bawaan biasanya melibatkan psikoterapi jangka panjang dengan seorang terapis yang memiliki pengalaman dalam mengobati gangguan kepribadian semacam ini. Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk membantu penanganan dengan gejala spesifik.

Demikian Nuspedian, beberapa hal tentang gangguan kepribadian histrionik. Perlunya menjaga keseimbangan dalam hidup adalah sangat penting demi menjaga kewarasan mental.

Kemunculan Kaum Halu, Antara Gangguan Jiwa dan Cari Sensasi

Overthinking: Berfikir Berlebihan, Bukan Berarti Pemikir

Mengomel Itu Menyehatkan Mental, Lho!

Perempuan dan Kerentanan Gangguan Mental

Suka Memuji Diri Sendiri adalah Penyakit Mental

Terkait

Terkini