Ganjar: Kawasan Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagungnya Ketimbang Pohonnya

13 Januari 2023, 23:58 WIB

Nusantarapedia.net, Semarang, Jawa Tengah — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam agenda kunjungan kerja, mengecek kondisi Pegunungan Kendeng Utara di daerah Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jumat (13/1/2023).

Dalam pengecekan tersebut, Gubernur Ganjar prihatin, lantaran di kawasan pegunungan Kendeng, persentase tanaman jagung di kawasan itu lebih besar dibanding tanaman keras atau pepohonan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat tidak ada penahan air di kawasan pegunungan, sehingga berkontribusi pada bencana banjir di Grobogan.

“Nah ternyata di sini ada pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) bersama Perhutani. Bagus, tapi, kan ada syarat persentase. Syaratnya itu 50 persen harus tegakan, kalau saya lihat di belakang itu 99 persen tidak ada tegakan. Semuanya ditanami jagung,” kata Ganjar di lokasi.

Kendati demikian, Ganjar tak menampik jika tanaman jagung itu bagus bagi masyarakat, karena memberikan nilai tambah perekonomian. Namun, perlu juga diperhatikan terkait kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman keras atau pepohonan, sebagai penyangga maupun penahan air. Bila mayoritas ditanami jagung dan terjadi hujan deras karena cuaca ekstrem, maka akan berpotensi menyebabkan bencana, misalnya longsor.

“Karena apa? Karena tidak ada tanaman yang menahan,” lanjut Ganjar.

Dari hasil pengecekan atas kondisi tersebut, Ganjar meminta dilakukan evaluasi terkait pemanfaatan lahan di Pegunungan Kendeng Utara itu. Berdasarkan keterangan dari pihak Perhutani selaku pemilik lahan, sebagian lahan di kawasan itu merupakan PHBM dan sebagian lagi perhutanan sosial, dengan komoditas paling besar tanaman jagung.

“Sekarang kita evaluasi. Kalau masih seperti ini, ya bahaya. Sekarang harus kita review, itu paling tidak butuh waktu sekitar 4-5 tahun, hingga tanaman keras (pohon: red) itu betul-betul bisa menggigit (akarnya: red),” jelas Ganjar didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Selanjutnya, Ganjar meminta agar pengelolaan kawasan itu lebih diperhatikan lagi keseimbangan prosentasenya antara tegakan dan bawah tegakan. Bukan kemudian seluruh lahannya dikelola dengan digunduli (ditanami) jenis bawah tegakan. (**/humas/Ragil74)

Dibuka Pendaftaran Pelatihan Kerja Angkatan I oleh PPKD Jakbar
Ganjar Pranowo Unggul di Kalimantan Timur, Disusul ABW PS dan AHY
“THE ONLY ONE WHO CREATE THE PRESIDENT” Yakinlah! Megawati Tidak Mendapatkan Alasan Menolak Ganjar

PDIP Harus Realistis, Ganjar Pranowo Urutan Teratas

Penyelesaian HAM Berat Non-Yudisial maupun Yudisial “Saat Ini” Picu Ketegangan Sosial (1)

Terkait

Terkini