Hilirisasi Industri Tidak Boleh Mundur

11 Januari 2023, 07:40 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa hilirisasi industri tambang dalam negeri tidak boleh mundur, harus jalan terus, meski tengah menghadapi gugatan yang dilayangkan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap larangan ekspor bijih nikel yang diterapkan Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan, Selasa (10/01/2023), di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Presiden meyakini bahwa yang dilakukan pemerintah akan menjadi lompatan besar peradaban negara dengan terus melakukan hilirisasi industri.

“Kita harus berani seperti itu. Kita tidak boleh mundur, kita tidak boleh takut, karena kekayaan alam itu ada di Indonesia. Ini kedaulatan kita dan kita ingin dinikmati oleh rakyat kita, dinikmati oleh masyarakat kita,” ujar Presiden.

Gugatan persekutuan Uni Eropa tersebut pada Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO/World Trade Organization). Adapun hasil gugatan tersebut dikabulkan oleh WTO, dan kekalahan Indonesia tertuang dalam hasil putusan sengketa DS 592 terkait “final panel report” yang keluar pada tanggal 17 Oktober 2022. Kendati demikian, Presiden menegaskan tidak akan gentar.

Nikel kita digugat oleh Uni Eropa (larangan ekspor biji: red) dan sudah diputuskan kita kalah. Tapi saya sampaikan kepada Bu Menteri Luar Negeri, ‘Jangan mundur.’ Karena inilah yang akan menjadi lompatan besar peradaban negara kita, saya meyakini itu,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden mengungkapkan, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Uni Eropa beberapa waktu lalu ia mendorong adanya kesetaraan dalam kemitraan antarnegara, sehingga tidak ada satu negara yang merasa lebih unggul daripada negara lain.

“Saya menyampaikan, kemitraan itu harus setara dan tidak boleh ada pemaksaan, tidak boleh negara manapun mendikte dan tidak boleh negara-negara maju itu merasa bahwa standar mereka lebih bagus dari standar negara kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menggambarkan hal itu, yang mana Presiden Soekarno pada tahun 1965, mampu berdikari dan tidak menggantungkan diri kepada negara mana pun.

“Bung Karno tahun 1965 sudah menyampaikan itu, supaya kita tidak bisa didikte dan tidak menggantungkan diri kepada negara mana pun. Inilah yang ingin kita lakukan, berdikari, berdikari, berdikari,” pungkasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan mengatakan;

“Saya berikan contoh, nikel, kita export bertahun-tahun nilainya saya ingat 2014 itu 1,1 billion us dollar, kira-kira 15 an triliun, per tahun ekspor bahan mentah. Begitu kita stop 2017, stop nikel, export di 2021 mencapai 300 triliun lebih, dari 15 triliun melompat menjadi 300 triliun itu baru satu komoditi, tapi kita digugat di WTO oleh Uni Eropa, dibawa ke WTO, digugat, saya sampaikan kepada mereka, silahkan digugat akan saya hadapi, Indonesia akan hadapi.” (ASM)

“Nggir, Ora Minggir, Tabrak!!” Tetap Ajukan Banding, Indonesia Kalah Gugatan Soal Ekspor Nikel di WTO
Hilirisasi Jalan Terus! Stop Ekspor Bauksit Juni 2023
Hilirisasi Bahan Tambang, Presiden: Jangan Berhenti di Nikel Meski Kalah di WTO
Hilirisasi dan Industrialisasi Dalam Negeri, Kunci Tambang Ekonomi ala Jokowi
Fantastis! Skema-skema dan Skema Pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
2023, Dicari Cendekiawan yang Jujur dan Mendobrak, Menyentuh Wacana Publik Tujuan Indonesia

Terkait

Terkini