Kasus Penghadangan, Kapolres Nagekeo Maafkan Pelaku

15 April 2023, 10:21 WIB

Nusantarapedia.net, Nagekeo, NTT — Empat orang pelaku penghadangan mobil Kapolres Nagekeo akhirnya dikembalikan ke orang tua mereka masing-masing setelah sempat ditahan kurang lebih 5 hari di sel tahanan Polres Nagekeo.

Empat orang pelaku itu diantaranya, CYP, YTS, FJ dan AJ. Mereka diijinkan pulang atau dibebaskan atas permintaan Kapolres Nagekeo sendiri dengan maksud agar dibina secara keluarga.

Disaksikan media ini Jumat, (14/04/2023), Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata saat bersama para orang tua pelaku menyampaikan, dirinya secara tulus telah memaafkan perbuatan anak mereka dan mencabut laporannya.

Dia juga mengingatkan CYP, YTS, FJ dan AJ untuk tidak mengulangi perbuatan tak terpuji apalagi sampai membuat orang tua malu.

“Saya maafkan kalian dan saya cabut laporan. Tapi ingat, jangan diulang lagi. Kalian harus jaga nama baik orang tua kalian, jangan buat mereka malu. Buatlah hal-hal yang lebih bermanfaat baik untuk kalian sendiri maupun orang banyak,” katanya.

Dalam penyelesaian kasus penghadangan menggunakan langkah Restorative Justice (RJ) tersebut, AKBP Yudha juga meminta agar CYP, YTS, FJ dan AJ untuk minta maaf kepada orang tua mereka masing-masing.

“Saya minta agar kalian meminta maaf juga kepada orang tua kalian masing-masing dengan tulus. Dan kalian berempat ini, mulai malam ini saya angkat sebagai adik asuh saya,” tutupnya.

Permohonan maaf dari pelaku dan orang tua kepada Kapolres Nagekeo;

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada Kepolisian Resor Nagekeo terutama kepada bapak Kapolres atas tindakan yang telah kami lakukan. Pada tempat ini juga kami menyatakan kami siap untuk membantu Polri menjaga keamanan di wilayah Desa Aeramo,” kata CYP, YTS, FJ dan AJ kepada Kapolres Nagekeo.

Hal yang sama juga disampaikan orang tua dari keempat orang pelaku ini.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang telah dilakukan oleh anak-anak kami. Dan pada tempat ini pula, kami sebagai orang tua mengharapkan permasalahan tidak membias keluar dan kami juga akan mendidik anak-anak,” ucap salah satu perwakilan orang tua pelaku.

Kesempatan yang sama juga, penasehat hukum Lukas Mbulang menyampaikan apresiasinya kepada Kapolres Nagekeo yang telah memberi maaf dan mencabut laporan terhadap empat orang pelaku penghadangan tersebut.

“Berterima kasih kepada Kapolres Nagekeo yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk melakukan pembinaan secara mental, yang mana sudah mengambil langkah restorative justice, dan kami siap membantu dan mendukung kinerja Polres Nagekeo dan membantu dalam tugas pokok Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Nagekeo,” ringkasnya. (MYasin)

Merasa Diciderai dengan Berita Bawa Nama Suku Kaitkan Tanah Polres, Wartawan Dipolisikan
Terkait Wartawan Dilaporkan, Kapolres Nagekeo: Kita akan Koordinasi dengan Dewan Pers​
Peradilan “Profesi” Belum Familiar Bagi Kita
Kode Etik Jurnalistik Tidak Bisa “Amputasi” Penegakan Tindak Pidana Umum
Menanti Cicilan Visi-Misi Capres 2024, Sederhana namun Revolusioner!

Terkait

Terkini