Kemnaker Ida Fauziyah: Bentrok Bukan Karena Kecemburuan TKI-TKA

17 Januari 2023, 08:32 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Menteri tenaga kerja (Menaker) Ida Fauziyah, prihatin atas aksi unjuk rasa yang berujung bentrok dan aksi anarkis antar karyawan/pekerja di lokasi PT GNI di Morowali Utara, Kecamatan Petasia Timur, Desa Bunta, Sabtu (14/1/2023) malam.

“Kemnaker sangat prihatin dan ikut berduka atas aksi anarkis yang menyebabkan korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Ida saat berada di lngkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1/2023).

Bentrok antar pekerja tersebut, dilaporkan 2 orang tewas, 1 dari pihak karyawan TKI dan 1 dari pihak karyawan WNA, 9 pekerja luka-luka. Pihak kepolisian mengamankan sedikitnya 70 orang yang terlibat dalam bentrok tersebut, 7 kendaraan inventaris PT GNI dirusak dan dibakar massa dan sebanyak 100 kamar mess karyawan habis terbakar, beberapa karyawan juga mengalami luka-luka. Selain itu polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam, senter, uang dan tas.

Atas kejadian tersebut menyangkut ranah ketenagakerjaan, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah, akan menurunkan tim investigasi dari Kemenaker yang terdiri dari unsur pengawas ketenagakerjaan, mediator, dan pengantar kerja ke lokasi PT GNI.

“Tim Kemnaker terus melakukan pendampingan kepada Tim Pengawas Ketenagakerjaan Daerah untuk penanganan permasalahan yang terjadi, termasuk menyusun langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa,” katanya saat memberikan keterangan di lngkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1/2023).

Menurutnya, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Disnaker Kabupaten Morowali Utara dan Disnaker Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengetahui penyebab terjadinya aksi anarkis itu.

“Kami secara intensif terus koordinasi dengan Disnaker Provinsi Sulawesi Tengah dan Disnaker Kabupaten Morowali Utara, dan kami meminta kedua pihak yakni perwakilan Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan PT GNI segera melakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan,” tuturnya.

Menurut Ida, kerusuhan disebabkan adanya beberapa permasalahan hal ketenagakerjaan yang dituntut oleh perwakilan SPN, yaitu tuntutan soal K3, pengupahan dan PHK. Jadi, opini yang berkembang bahwa kerusuhan dipicu oleh keberadaan tenaga kerja asing tidaklah benar.

“Sebagian tuntutan pekerja telah diterima dan akan dipenuhi perusahaan. Namun, kami tetap melakukan penelusuran, mediasi, dan pemeriksaan bersama Disnaker setempat,” ujarnya. (MYasin)

Penjelasan Kapolda Sulteng Soal Bentrok di PT GNI Morowali Utara

Instruksi Presiden Kepada Kapolri, Tindak Tegas Pelaku Bentrok di Morowali
YLBHI: Penerbitan Perpu Cipta Kerja Kudeta Atas Konstitusi
Protes Adil, Picu Daerah Lain “Tanyakan” DBH Migas
Bagaimana Perkembangan UU MIGAS Terkini

Terkait

Terkini