Korban Rumah Terbakar di Nagekeo Mengaku Tidak Pernah Beri Pernyataan Musibah Latar Belakang Kasus Istri

11 Januari 2023, 20:19 WIB

Nusantarapedia.net, Nagekeo, NTT — Rumah yang juga merupakan perbengkelan kayu (meubel) milik Masje di Kelurahan Mbay I (satu), Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kebakaran hebat pada Jumat, (06/1/2023) lalu sekitar pukul 02:30 WITA.

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, hanya menyisahkan puing-puing bangunan rumah yang telah hangus terbakar, dan juga beberapa lembar pakaian yang berhasil diselematkan dari lahapan si jago merah.

Sebelum peristiwa naas itu menimpa Masje, rumah milik putranya yakni Haeru lebih dahulu mengalami musibah serupa berselang beberapa jam. Akan tetapi peristiwa kebakaran yang dialami Haeru tidak menimbulkan kerugian meteriil yang begitu besar berbanding kerugian yang dialami orang tuanya Masje.

Namun, di balik musibah kebakaran rumah Masje dan putranya itu, terdapat sejumlah informasi yang mengaitkan atau menghubungkan bahwa peristiwa kebarakaran dua rumah dengan lokasi berbeda diduga dilatarbelakangi kasus istri Haeru inisial BAP (menantu Masje) dengan oknum anggota polisi yang bertugas di Polres Nagekeo yang saat ini sedang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Nagekeo.

Sementara itu, di ruang Reskrim Polres Nagekeo Haeru dalam klarifikasinya mengaku, ia tidak pernah memberi keterangan ihwal kajanggalan dalam peristiwa kebakaran yang dialami apalagi kejanggalan yang dilatarbelakangi dari kasus istrinya.

“Saya tidak pernah memberi pernyataan bahwa musibah kebakaran yang menimpa saya dan orang tua saya itu ada kaitan dengan kasus istri saya yang saya laporkan. Dan saya tidak pernah memberikan pernyataan subjektif yang mengarah maupun menuduh kepada siapa pelaku pembakaran,” kata Haeru.

“Untuk bawa-bawa nama atau menuduh orang dalam musibah kebakaran yang saya dan orang tua saya alami, itu tidak ada, tidak pernah saya nyatakan dalam wawancara apapun. Saya bertanya kepada orang yang menulis tentang kasus istri saya, kenapa berita ini naik saya dipanggil polisi,” tambahnya.

Haeru menerangkan lebih lanjut, dirinya sempat menerima panggilan telepon dari seseorang menanyakan seputar peristiwa kebakaran yang dialaminya. Dan di dalam penjelasan kepada penanya tersebut, Haeru mengaku tidak pernah membeberkan di luar dari pertanyaan kerugian yang ditaksir hingga barang-barang yang berhasil diselamatkan.

“Saya ditelepon dari seseorang menanyakan seputar waktu kejadian kebakaran, kerugian dalam peristiwa yang saya dan orang tua saya alami. Kalau ada pernyataan saya tentang kejanggalan atau menuduh seseorang, itu tidak benar dan tidak pernah saya nyatakan,” tegas Haeru.

Pada saat yang sama Masje mengaku, surat pernyataan yang ia buat di SPKT Polres Nagekeo tertanggal 06 Januari 2023 tentang “Tidak Ada Tuntutan Kepada Pihak Siapapun Dalam Musibah Kebakaran Itu” adalah murni kemauan Masje sendiri untuk menandatangani, bukan karena paksaan atau juga intervensi pihak Kepolisian Resor Nagekeo.

“Saya dan keluarga sudah menerima dengan ikhlas terkait kebakaran yang menimpa rumah dan meubel kami. Kita ikhlas dan sadar bahwa semua persoalan datangnya dari Tuhan. Kan, saya sudah sampaikan di hari pertama kejadian dengan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan penyelidikan selanjutnya. Dan itu saya sendiri yang buat. Karena untuk apa kita tuduh orang sementara saya tidak melihat dengan mata kepala saya sendiri,” tutur Masje.

Terkait

Terkini