Laporan Direktris Emerensiana, Pintu Masuk Bongkar Dugaan Korupsi Ijukutu

22 April 2023, 10:01 WIB

Nusantarapedia.net, Artikel | Opini — Laporan Direktris Emerensiana, Pintu Masuk Bongkar Dugaan Korupsi Ijukutu

Oleh Marianus Gaharpung, dosen FH UBAYA dan lawyer di Surabaya

LUAR biasa kabupaten “tsunama” ini terus menunjukkan “prestasinya” dalam praktik koruptif. Mulai awal pemerintahan Roby dan Romanus, Sikka selalu saja dipergunjingkan dengan masalah perilaku koruptif para pejabat tata usaha negara dan pihak swasta di Nian Tana. Tindak pidana khusus ini seakan-akan tidak pernah hilang dari perilaku para pejabatnya mengelola uang negara.

Pertanyaanya, apa penyebab utamanya? Kurangnya ketegasan dan contoh baik dari perilaku para pejabat publik di Sikka. Para pejabatnya diduga juga bersukaria merampok uang negara tersebut serta bergayung sambut dengan sikap aparat penegak hukum yang masih tebang pilih dalam menindak pelaku-pelaku kejahatan “krah putih” tersebut. Pejabat kelas teri selalu saja jadi tumbal, sedangkan pengambil keputusan tidak pernah tersentuh aparat penegak hukum.

Kasus Dana BTT 2021 mulai digelar di Pengadilan Tipikor Kupang dengan agenda pembacaan dakwaan, dan tanggal 8 Mei dengan agenda eksepsi para terdakwa.  Kasus PD Wairpuan juga sudah di meja Kajari Sikka Fatony Hatam, S.H., M.H., tidak lama lagi akan dilidik dan sidik. Sekarang mulai ramai lagi dugaan korupsi proyek air minum Ijukutu dengan total nilai proyeknya Rp4,2 miliar. Proyek mangkrak ini bermula dari laporan direktris CV Varanus Cipta Perkasa, Veronika Emerensiana Balak dengan melaporkan persoalan ini ke Polres Sikka, Kamis (20/4/2023). Ternyata ada laporan dari Dinas PUPR Sikka, realisasi fisik proyek ini hingga 5 Januari 2023 hanya 0,04 persen, dengan realisasi keuangan Rp630.739.807.

Menarik dikaji dari proyek Ijukutu ini adalah  dugaan penggelapan uang muka Proyek Jaringan Air Bersih IKK Kecamatan Paga Mata Air Ijukutu. Uang muka yang diduga digelapkan bernilai Rp630 juta menjadi pintu masuk membongkar mega korupsi Ijukutu, karena ada dugaan aliran dana kepada pejabat tata usaha negara dengan nilai cukup fantansis.

Kasus laporan direktris Emerensiana Balak ke Polres Sikka atas dugaan penggelapan adalah benar, karena merasa adanya tindakan melawan hukum, dimana peminjam bendera berjanji akan menyelesaikan pekerjaan tersebut ternyata nihil sehingga perusahaannya rugi. Sudah pasti Pasal yang digunakan 372 dan 378 KUHP.

Pertanyaan selanjutnya, apakah perkara ini akan mandek pada laporan dugaan penggelapan? Rasanya tidak, justru laporan di Polres Sikka menjadi pintu masuk untuk membongkar adanya dugaan suap yang melibat orang besar di Nian Tana. Polres Sikka sudah pasti akan melakukan pengembangan dalam penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan penggelapan tersebut untuk masuk pemeriksaan dugaan korupsi proyek Ijukutu. Karena jika direktris melapor adanya dugaan korupsi, itu artinya mau “gorok” lehernya sendiri, karena tanda tangan kontrak ikut dan menang tender adalah CV Varanus Cipta Prakasa bisa kena Pasal 2 UU Tipikor dan Pasal 55 KUHP. Penyidik Polres Sikka yang sudah pasti memakai laporan adanya dugaan penggelapan tersebut sebagai bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek Ijukutu ini.

Pertanyaan apakah Kapolres Sikka mempunyai nyali berani memanggil serta meminta keterangan orang penting di Sikka yang diduga menerima “uang suap” tersebut? Direktris Emerensiana sangat mungkin dijadikan justice collaborator (bekerjasama) dengan penyidik untuk membongkar korupsi, semua strategi ini ada di tangan orang nomor satu Polres Sikka. Jika sungkan karena sesama Forkopimda Sikka, pemeriksaan bisa dialihkan kepada Polda NTT. Karena jika tidak ada upaya “jibaku” dalam penyelidikan dan penyidikan demikian itu, maka yakinlah orang hebat di Sikka akan lolos seperti “belut”.

Pantai Lemo, Surga Bahari di Luwu Timur
Ri’i Ta’a Surga Tersembunyi di Utara Nagekeo
Benteng Oranje Ternate
15 Destinasi Wisata Populer di Kota Bogor
Inilah 8 Kalender Wisata Nasional Jawa Timur dari 110 Kalendar “Karisma Event Nusantara (KEN) 2023”

Terkait

Terkini