Mas Ganjar “Moncer” PDIP Jangan Berseberangan dengan Nurani Rakyat

- Hanya harus pula dimaklumi, haram keluar dari mulut pengurus PDIP mendahului hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri -

7 Januari 2023, 13:13 WIB

Nusantarapedia.net, Netizen | Artikel — Mas Ganjar “Moncer” PDIP Jangan Berseberangan dengan Nurani Rakyat

Oleh Marianus Gaharpung, dosen FH UBAYA, Surabaya

“Yakinlah, pada Selasa, 10 Januari 2023 pada HUT emas PDIP dalam pidato politik Megawati Soekarnoputri akan mendeklarasikan calon presiden 2024 dengan slogan ‘Ganjar for Indonesia‘.”

SUNGGUH disadari semua pengurus PDIP dari pusat sampai ke daerah bahwa hampir sebagian besar publik Tanah Air menginginkan mas Ganjar salah satu putra terbaik PDIP untuk menjadi capres 2024.

Dengan elektabilitas “moncer” berdasarkan pilihan nurani rakyat. Hanya harus pula dimaklumi, haram keluar dari mulut pengurus PDIP mendahului hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri jika tidak ingin divonis. Sehingga bisa terlihat sikap kehati-hatian ini dari pernyataan salah satu senior PDIP, Hendrawan Supratikno bahwa elektabilitas bukan satu-satunya pertimbangan partai dalam mengusung calon presiden (capres) di 2024.

“Banyak faktor yang dipertimbangkan. Rekam jejak calon dalam berbagai bidang dicermati, visi kompetensi, integritas, portofolio, relasi, dan aspek-aspek lain menjadi pertimbangan,” ujar Hendrawan kepada Tempo, Kamis (5/1/2023).

Pernyataan ini untuk menanggapi moncernya elektabilitas Ganjar Pranowo dalam survei teranyar Indikator Politik Indonesia.

Padahal realita publik sudah mendeklair calon pemimpin Tanah Air 2024 selepas Presiden Ir. Joko Widodo adalah Gubernur Jateng itu. Terbukti selalu di atas angin berdasarkan semua lembaga survei yang concern terhadap proses pilpres.

Realita dukungan nurani warga Tanah Air dari November ke Desember 2022, terhadap Mas Ganjar meningkat dari 33,9 persen menjadi 35,8 persen dan Prabowo dari 23,9 persen menjadi 26,7 persen. Sementara elektabilitas Anies, capres usungan Partai Nasdem mengalami penurunan dari 32,2 persen jadi 28,3 persen. Artinya, “Ganjar dan Prabowo menguat, sementara Anies cenderung menurun,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Rabu, (4/1/2023).

Dan, sejak April 2022, Mas Ganjar menempati urutan pertama, sementara urutan kedua ketiga dinamis antara Prabowo dan Anis.

Dari sini seharusnya warga besar PDIP sadar dan membuka diri, tidak perlu membuat publik Tanah Air terus penasaran, geregetan dengan suasana “kebatinan” ibu Mega yang tidak kunjung berterus terang siapa sesungguhnya capres PDIP. Apakah Mas Ganjar Pranowo atau Mbak Puan Maharani?

Warga jagat Tanah Air harus tetap bersabar dan percaya PDIP partai “wong cilik” tidak mungkin berseberangan dengan nurani rakyatnya sendiri. PDIP tidak mau kehilangan Ganjar, dan Ganjar tidak akan pergi meninggalkan partai yang membesarkan dirinya.

Yakinlah, pada Selasa, 10 Januari 2023 pada HUT emas PDIP dalam pidato politik Megawati Soekarnoputri akan mendeklarasikan calon presiden 2024 dengan slogan “Ganjar for Indonesia“.

Tanpa PDIP, Ganjar Sudah Menjadi “Dodolan” Menggiurkan Semua Parpol
“Wong Jateng” Itu Segera Menjadi Milik Indonesia
2023, Dicari Cendekiawan yang Jujur dan Mendobrak, Menyentuh Wacana Publik Tujuan Indonesia
Banjir atau Genangan – Genangan atau Banjir, Eufemisme Bahasa: Penghalusan atau Pengaburan Realita
Norma

Terkait

Terkini