Norma

- Dan masih banyak lagi perilaku politik yang dapat dianalisa dari keempat pokok bahasan tersebut yang bagian itu kontradiktif, seperti menjadikan kemiskinan, kebodohan sebagai komoditas -

4 Januari 2023, 02:33 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | PendidikanNorma

“buat Bunda Norma Risma (Rihanah) yang tabah ya, Bun? Buat Rozy juga demikian. Untuk mantan suami Pak R, yang sabar, ya. Dan khususnya pada Norma Risma, kuatkan hati. Badai Pasti Berlalu!

KATA norma menurut definisi dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah; Pertama, aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima: setiap warga masyarakat harus menaati — yang berlaku; Kedua, aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu, contohnya; (1) norma agama: aturan yang menata tindakan manusia dalam pergaulan dengan sesamanya yang bersumber pada ajaran agamanya; (2) norma sosial: aturan yang menata tindakan manusia dalam pergaulan dengan sesamanya; (3) norma susila aturan yang menata tindakan manusia dalam pergaulan sosial sehari-hari, seperti pergaulan antara pria dan wanita.

Dalam penerapannya, kata norma mengandung ambiguasi yang bermacam-macam penafsirannya bila digunakan untuk memandang sesuatu yang bersifat kontekstual. Dengan demikian, maka penggunaan kata norma agar sesuai dengan konteksnya ditambahkan satu kata lagi sesuai dengan bab yang dimaksud, seperti; norma agama, norma sosial, norma susila, norma hukum, norma politik, norma adat, dsb.

Norma dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu norma umum dan norma khusus. Norma umum sebagai aturan-aturan yang berlaku di masyarakat yang berfungsi sebagai pedoman dan atau pengendali tingkah laku dalam pergaulan yang bersifat sosial budaya. Sedangkan norma khusus, yaitu aturan-aturan yang dibuat dan hanya berlaku dalam bidang kegiatan dan situasi yang khusus, bersifat teknis. Seperti aturan dalam permainan, olahraga, aturan kantor, aturan perusahaan, SOP (Standar Operasional Prosedur) kerja. Dalam kesimpulannya seperti halnya tata tertib.

Etimologi kata norma berasal dari bahasa Belanda, yaitu kata “norm” yang berarti patokan, pedoman, atau hal pokok/kaidah. Versi lain, kata norma dari kata “mos” dalam bahasa latin, yaitu bentuk jamak dari mores, yang artinya kebiasaan, tata kelakuan, atau adat istiadat.

Pengertian kata norma menurut para pakar:
1) Menurut Soerjono Soekanto (Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia).
Norma adalah suatu perangkat aturan agar hubungan antar manusia di dalam masyarakat terjalin dengan baik.

2) Hadi Wiyono dan Isworo (Penulis Buku)
Norma merupakan peraturan atau petunjuk hidup guna memberikan panduan dalam bertindak, yang mana itu boleh untuk dilakukan serta tindakan atau perbuatan yang mana harus dihindari bahkan dilarang. Keduanya mendefinisikan norma sebagai “ancer-ancer” dalam bahasa Jawa.

3) Hans Kelsen (Ahli hukum dan filsuf Austria)
Norma merupakan perintah yang secara tidak personal serta anonim. Menurutnya, perwujudan norma nampak sebagai suatu bangunan atau susunan yang berjenjang mulai dari norma positip tertinggi hingga perwujudan yang paling rendah yang disebut sebagai individual norm. Teori Hans Kelsen ini, membentuk bangunan berjenjang tersebut yang dinamakan stufen theory.

4) Antony Gidden (Sosiolog asal Inggris) Norma merupakan aturan yang jelas, nyata atau konkret yang harus diperhatikan oleh setiap masyarakat.

5) John J. Macionis (Sosiolog dari Amerika Serikat)
Norma adalah segala aturan dan harapan masyarakat yang memandu segala perilaku anggota masyarakat.

6) Bellebaum (Sosiolog asal Jerman)
Norma adalah alat untuk mengatur masyarakat agar orang bertingkah laku dalam suatu komunitas berdasarkan keyakinan dan sikap-sikap tertentu di wilayah tersebut.

Dan masih banyak lagi definisi dan teori tentang norma menurut pandangan ahli sosiologi.

Terkait

Terkini