Penjelasan Kapolda Sulteng Soal Bentrok di PT GNI Morowali Utara

17 Januari 2023, 07:51 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi., memberikan keterangan pers pasca bentrok yang terjadi di PT GNI (Gunbuster Nickel Industry) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, antara pihak TKI (Tenaga Kerja Indah) dan TKA (Tenang Kerja Asing), pada Sabtu (14/1/2023) pukul 11.20 WITA dan berhasil diredam pada hari Minggu (15/1/23) pada pukul 02.15 WITA oleh personel gabungan Polres Morowali Utara dibantu personel Brimob dan TNI.

Dalam keterangan pers tersebut, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi., bersama Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Toto Nurwanto, S.I.P, M.Si, Komandan Kodim 1311/Morowali Letnan Kolonel Infantri Constantinus Rusmanto, M.Si., serta Kapolres Morowali Utara (Morut) AKBP Imam Wijayanto, S.I.K, M.H., menggelar konferensi pers terkait persoalan yang terjadi di PT. GNI di Mako Polres Morowali Utara, Minggu (15/1/2023).

“Saya akan sampaikan ada beberapa kejadian yang terjadi di PT. GNI ini. Ini akumulasi, artinya dari mulai kecil tiba-tiba berkembang jadi besar, terus sampai ada dua korban meninggal dunia. Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI dan siapa dari TKA, kenapa dia meninggal dunia saya akan lakukan penyelidikan ini semuanya, tapi saya berharap hal ini tidak terulang lagi karena kemarin memang kekuatan pengamanan sangat minim dan terjadi pada malam hari, sudah kita evaluasi. Saya bersama pak Danrem, Dandim dan Kapolres sudah melakukan rapat dengan pihak GNI supaya kejadian ini tidak terulang dan kita mengakomodir semua kepentingan masyarakat untuk keamanan dan ketertiban di wilayah Morowali Utara,” jelas Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi saat memberikan keterangan, dilansir dari tribrata.news.

Atas bentrok tersebut, dilaporkan 2 orang tewas, 1 dari pihak karyawan TKI dan 1 dari pihak karyawan WNA, 9 pekerja luka-luka. Pihak kepolisian mengamankan sedikitnya 70 orang yang terlibat dalam bentrok tersebut, 7 kendaraan inventaris PT GNI dirusak dan dibakar massa dan sebanyak 100 kamar mess karyawan habis terbakar, beberapa karyawan juga mengalami luka-luka. Selain itu polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam, senter, uang dan tas.

Sementara itu, Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto, S.I.K., M.H., mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat maupun di media sosial. Kapolres mengharapkan seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kamtibmas di Kabupaten Morowali Utara tetap kondusif, tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun, bentrok ini disinyalir terjadi atas tuntutan karyawan pada perusahaan untuk memastikan masalah kesehatan, keselamatan kerja hingga kesejahteraan karyawan. Sebelumnya dipicu terjadinya kecelakaan kerja akibat ledakan tungku di smelter 2 pada Desember 2022 yang lalu, berakibat tewasnya dua pekerja. (**/Andi)

YLBHI: Penerbitan Perpu Cipta Kerja Kudeta Atas Konstitusi

Demo Partai Buruh Tekankan 9 Poin hingga Kritik Pelegalan Perbudakan pada Perppu Ciptaker

Demo Buruh 12 Oktober Dimotori Said Iqbal, Terdapat 6 Tuntutan

“Nggir, Ora Minggir, Tabrak!!” Tetap Ajukan Banding, Indonesia Kalah Gugatan Soal Ekspor Nikel di WTO

Hilirisasi Industri Tidak Boleh Mundur
Instruksi Presiden Kepada Kapolri, Tindak Tegas Pelaku Bentrok di Morowali

Terkait

Terkini