Peringatan Hari Nusantara oleh RupaKataSwara Borobudur, Bertajuk “Mbeksa Mbisu Maneges”

"Hari Nusantara dimaknai dengan mengusung tema 'MBISU'. Bukan 'bisu', tapi 'mbisu'. Bentuk kesengajaan atau pilihan sikap untuk tidak bicara, tidak ingin mengumbar kata dan wicara. Bukan juga 'moh ngomong', karena pada pengertian 'MBISU', yang tidak bicara hanya mulut. Namun jiwa dan tubuh (gestural) terus bergerak sesuai perintah - dari hasil harmonisasi rasa, karsa dan cipta."

29 November 2023, 18:30 WIB

Nusantarapedia.net | MAGELANG, JATENG — Perhelatan seni budaya “Peringatan Hari Nusantara” akan digelar pada 12 Desember 2023 mendatang, pukul 19:00 – 22:30 WIB, di Plataran RupaKataSwara – Borobudur, Jarang Cikalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Acara kebudayaan ini dihelat oleh penggiat (komunitas) seni budaya RupaKataSwara Borobudur yang dimotori oleh budayawan Joko (Saw) Koentono.

Peringatan Hari Nusantara kali ini dengan tema “MBEKSA, MBISU, MANEGES” – “Tubuh Hilang Kata – Bukan Peristiwa Politik”.

Adapun format acaranya, akan ditampilkan pergelaran seni dan orasi kebudayaan, yang disajikan dengan suasana keakraban dan kekeluargaan. Menyuguhkan tari-tarian (mbeksa) dengan terselip adegan teatrikal “mbisu” (tanpa bicara), dengan klimaks dapat dijadikan refleksi — tanggapan terhadap situasi Nusa-Nagari saat ini dengan kebeningan hati yang jujur dan jelas (maneges).

Menurut keterangan Joko Koentono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/11/2023), acara akan dihadiri para seniman dan budayawan dari berbagai daerah, diantaranya; penari senior Elly Lutan, Hari Genduk, Mbak Ting, Djarot Budidarsono (Surakarta), Ki Bimo – Agus Bimo (Klaten), pemusik Memet Chaerul Slamet (Yogyakarta) bersama Herman Rock (Borobudur), Ekokinara, Nindito, Yupi (Magelang), Teater Minim Kata Royal House, Komunitas MATRA Magelang Raya, Sedulur Sikep, Kadang Sangiran dan Nom-noman Grabag – Kajoran.

Joko Koentono menuturkan, bahwa acara “Peringatan Hari Nusantara” kali ini dapat terselenggara untuk mengobati kerinduan geliat seni budaya yang sempat macet karena terhambat pandemi covid-19.

“Selama 3 tahunan saya tinggal di Borobudur, selalu luput menyelenggarakan Peringatan Hari Nusantara ini, utamanya karena terhambat pandemi covid-19,” kata Joko Koentono, budayawan kelahiran Kediri yang malang melintang berkebudayaan di Jakarta.

“Tahun ini harus terlaksana. Saya kontak beberapa teman (seniman – budayawan), responnya antusias,” lanjut Joko Koentono yang pernah meneliti Wayang Mbah Gandrung Kediri ini.

FB IMG 1701248511343
FB IMG 1701248266416
Flyer pergelaran “MBEKSA, MBISU, MANEGES” — “Tubuh Hilang Kata – Bukan Peristiwa Politik” (RupaKataSwara, Borobudur).

Adapun tema “MBEKSA, MBISU, MANEGES” — “Tubuh Hilang Kata – Bukan Peristiwa Politik” ini, Joko Koentono menguraikan singkat deskripsinya.

“Hari Nusantara dimaknai dengan mengusung tema ‘MBISU’. Bukan ‘bisu’, tapi ‘mbisu’. Bentuk kesengajaan atau pilihan sikap untuk tidak bicara, tidak ingin mengumbar kata dan wicara. Bukan juga ‘moh ngomong’, karena pada pengertian ‘MBISU’, yang tidak bicara hanya mulut. Namun jiwa dan tubuh (gestural) terus bergerak sesuai perintah – dari hasil harmonisasi rasa, karsa dan cipta.”

“Alih-alih menjadi tanggapan terhadap situasi Nusa-Nagari yang semakin “rungkat”, dimana hampir semua orang lebih suka bicara – tanpa peduli ada atau tidak pendengar dan siapa yang percaya. ‘KATA’, di sini, semakin kehilangan makna. ‘WICARA’ bukan lagi suatu ketetapan dari kesungguhan pikiran dan tindakan. Tubuh – yang terbebas dari ‘KATA’, kemudian, lebih kami percaya menjadi jembatan untuk saling bertegur-sapa.” (Joko Koentono)

Polish 20231129 180223088
Joko (Saw) Koentono, budayawan kelahiran Kediri, malang melintang berkebudayaan di Jakarta. Saat ini tinggal di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi di nomor WhatsApp: 081287777376. Untuk patokan lokasi Plataran RupaKataSwara – Borobudur, berada di seberang Balkondes Wanurejo, atau buka googlemap dengan kata kunci: Bale Dahar Sumringah, Jarang Cikalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Rdi)

Kebudayaan Lokal Landasan Membangun Etika Politik

Kurikulum Merdeka, Penggegasan Liberalisasi Menuju Generasi “Ambyar”

Serba Liberal, Bagaimana Capres 2024? Hadirnya Negara untuk Rakyat yang Sehadir-hadirnya!

Romansa Raden Pabelan-Putri Sekar Kedaton, Skandal Lendir Berujung Tragis (Cerita Mutilasi hingga Kubur di Tiga Makam – 3)

Presiden Jokowi: IKN Ciptakan Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru

Terkait

Terkini