PT Ruang Berpikir Jernih Menuju Pemilu yang Bermartabat

- apakah oknum-oknum kritis PT tidak boleh terlibat dalam pemilu dan politik praktis? -

18 Januari 2023, 14:14 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Polhukam — PT Ruang Berpikir Jernih Menuju Pemilu yang Bermartabat

Oleh Marianus Gaharpung, dosen FH UBAYA Surabaya

“Justru eksistensi PT memiliki kewajiban moral untuk turut mengawal, mengawasi, dan mengevaluasi jalannya demokrasi dan terutama penyelenggaraan pemilu.”

SUDAH menjadi “aksioma”, Perguruan Tinggi (PT) adalah wadah candradimuka menghasilkan generasi-generasi cerdas, tangguh dan berpikir independen demi mengabdikan diri di ruang publik.

PT adalah tempat persemaian ilmiah menghasilkan generasi penerus bangsa dan negara yang bermartabat. Jadi hakikatnya, PT memiliki fondasi yang sangat kokoh serta strategis bagi generasi Indonesia yang sudah pasti akan lebih baik dari waktu ke waktu. PT merupakan “pabrik ilmiah” dengan melahirkan manusia-manusia dengan kapasitas yang sangat mumpuni demi melanjutkan kepemimpinan bangsa dan negara.

Kajian tentang demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang sangat melibatkan peran serta masyarakat yakni pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat. Atas dasar ini, maka konsep pemerintahan demokrasi, pertanggungjawaban kepada rakyat menjadi sangat penting. Kaitannya dengan pertanggungjawaban kepada rakyat itulah, maka, peran PT menjadi sangat penting dalam mengawal jalannya sesuai rel berdemokrasi.

Dalam konteks demokrasi, maka eksistensi pemilihan umum sesuatu yang wajib diselenggarakan secara bermartabat agar menghasilkan wakil rakyat, kepala negara serta kepala-kepala (pemimpin) yang bermartabat, bermoral serta independen. Atas dasar ini, pertanyaannya bagaimana peran PT dalam mengawal pemilu, pilpres dan pilkada serentak 2024? Realita PT tidak berada di ruang hampa tetapi kehadirannya selalu bersama dinamika yang berkembang di Tanah Air ini.

Oleh karena itu, memasuki tahun politik 2023 dan 2024, PT wajib melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pemilu. Dapat membangun kerjasama dengan KPU, Panwaslu, Bapilu melalui seminar, simposium, penyuluhan, bakti sosial tentang peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pemerintahan demokrasi dan pemilu.

Karena kita dapat bercermin pada pemilu periode periode kemarin ada fenomena menarik. Ada oknum-oknum kritis dalam PT melalui opini, statement di media televisi atau online justru merusak independensi dan imparsialitas PT terhadap nilai demokrasi dan pemilu. Apalagi tidak dapat dipungkiri banyak pemikir cerdas dan independen dari PT akhirnya menjadi tidak independen serta pragmatis karena menjadi partisan politik-politik tertentu.

Sejatinya, peran oknum-oknum pemikir PT berpikir cerdas obyektif independen untuk menghasilkan calon pemimpin bangsa yang bermartabat, independent, genius dan bermoral tetapi semua pupus. Justru yang terjadi, oknum-oknum pemikir cerdas dan independen PT berubah total karena ada fenomena pengkotak-kotaan oknum-oknum PT dalam partai politik.

Terkait

Terkini