Sukses itu Bagai Roda Berputar

28 November 2022, 12:12 WIB

Nusantarapedia.net, Gerai | Resensi — Sukses itu Bagai Roda Berputar

”Kenyataan hari ini adalah impian kemarin. Impian hari ini adalah kenyataan esok hari,” Hasan Al Bana.

Kata bijak tersebut dimuat dalam buku Jadi Mahasiswa Kaya, Kenapa Tidak! ini (hlm. 39). Kata bijak ini sungguh membakar motivasi untuk terus berusaha bermimpi dan bermimpi, baik itu akan terwujud atau tidak. Akan tetapi, sukses atau tidak sangat bergantung pada usaha dan ikhtiar kita kepada Allah Swt.

Penulis dari kalangan milenial yang sukses dalam berbagai bidang ini membagi pengalaman suksesnya lewat buku. Dia meyakini bahwa prinsip sukses itu ibarat roda yang berputar. Kadang-kadang di atas dan di bawah, tetapi kita tetap harus menjalani tiap usaha yang dirintis dengan tekun dan tabah. Prinsip inilah yang telah membentuk pribadi yang seutuhnya.

Ada pernyataan umum dari para mahasiswa yang sedang merintis usaha, misalnya,” Ahhh … aku bisa ga ya seperti itu?” atau ”Nanti gimana ya kalo udah terjun, takut gagal?”

Pernyataan cemas tersebut masih sering menghantui pikiran mahasiswa saat ini, padahal pikiran itu dapat diubah kalau yakin dengan apa yang lakukan.

Menurut peresensi, buku ini sangat pas dibaca para milenial yang tengah menempuh ilmu di perguruan tinggi karena buku ini menamabah nilai kemandirian dalam hidup. Selain itu, buku ini juga memotivasi pembaca agar termotivasi meraih sukses (menjadi kaya).

Buku ini memuat 7 bab pembahasan. Bab 1 tentang keberanian, Bab 2 tentang jadilah mahasiswa kaya, Bab 3 tentang 7 jurus menjadi mahasiswa kaya, Bab 4 tentang keseimbangan hidup dengan 7 life balance , Bab 5 tentang 4 profesi mengayakan dengan sistem manajamen kaya, Bab 6 tentang formula K.A.Y.A (Kreatif, Antusias, Yakin, Aksi ), dan Bab 7 tentang intermeso dengan kisah inspiratif.

Judul buku Jadi Mahasiswa Kaya, Kenapa Tidak! ini menarik pembaca karena membuat penasaran, seperti apa sih mahasiswa kaya itu. Setelah menyelam lebih dalam ke dala lembaran bab demi bab, peresensi baru nggeh. Buku ini memberikan pelajaran bagi para milenial khususnya mahasiswa yang mencari jadi diri dengan kehidupan yang mapan secara finansial. Karakter mandiri menjadi hal penting yang diulas dalam buku ini.

Semua uraian dalam bab per bab buku menjadi acuan untuk para mahasiswa yang ingin menambah pengalaman dan perencanaan masa depan agar sukses bisa gemilang. Sukses memang bisa menjadi milik siapa pun. Siapa yang sungguh-sungguh, dia akan berhasil. Kata-kata pembakar semangat yang dimuat dalam buku ini sangat menggugah pembaca. Inti dari semua kata-kata pembangkit semangat itu tentu bertujuan menyemangati pembaca, terutama para mahasiswa agar memanfaatkan waktu mencari ilmu sambil mencoba usaha ini dan itu agar terbiasa menjadi insan yang tangguh yang kelak bermental baja meraih sukses dengan ikhtiar yang diridai Allah Swt. Di antara sekian banyak kata pembangkit semangat, berikut ini dinukil kata bijak dari Ali bin Abi Thalib:

Dosa terbesar adalah ketakutan. Rekreasi terbaik adalah bekerja. Musibah terbesar adalah keputusasaan. Keberanian terbesar adalah kesabaran. Guru terbaik adalah pengalaman.Misteri terbesar adalah kematian. Kehormatan terbesar adalah kesetiaan. Karunia terbesar adalah anak yang salih. Sumbangan terbesar adalah partisipasi. Modal terbesar adalah kemandirian.

Peresensi, Ria Anisa, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Sabili Bandung.

Perspektif Cantik Tidak Hanya dari Fisik
Tahap Tarikat Inti dari Tashawwuf
Perjalanan Pencarian Jati Diri dan Cinta Sejati
Mendongengi Pembaca dengan Teror Jamur Jahat
Editor, sang Pengawal Mutu Buku

Terkait

Terkini