Uang Dana Desa Diduga Raib! Warga dan Tokoh Masyarakat Desa Tanaduen Datangi Kantor DPMD Sikka

16 Januari 2023, 12:38 WIB

Nusantarapedia.net, Sikka, NTT — Perwakilan tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga Desa Tanaduen mendatangi Kantor DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Sikka, terkait permasalahan pengelolaan keuangan yang terjadi di Desa Tanaduen, Senin (16/1/2023).

Perwakilan kedatangan warga ini sebanyak 8 orang, untuk mengadukan ke DPMD Sikka mengenai permasalahan pengelolaan keuangan yang terjadi di Desa Tanaduen.

Amandus Ratason, mengatakan, pihaknya datang ke Kantor DPMD Sikka dalam kaitan dengan membuat pengaduan karena ada kehilangan uang Rp360 juta di Pemdes Tanaduen.

Dari kehilangan uang tersebut, pihaknya sampai datang karena ternyata uang dana desa itu tidak hanya hilang, tetapi juga dipinjamkan mulai dari kepala desa, bendahara, para kaur desa sampai dengan BPD.

Oleh karena itu, pihaknya juga tidak percaya lagi dengan BPD karena fungsi kontrol tidak maksimal, apalagi BPD sendiri termasuk peminjam dana desa.

Setelah pihaknya mencermati regulasi, tidak ada regulasi manapun yang mengizinkan dana desa dipinjamkan untuk kepentingan penggunaan pribadi.

“Kami datang ke dinas terkait, kami minta, kami punya uang harus kembali untuk kepentingan pembangunan desa,” ujarnya.

Dikatakan Amandus, pihaknya juga merasa mulai dari kepala desa, sekretaris, kaur dan BPD yang turut menggunakan dana desa sudah tidak layak lagi bekerja di desa.

“Kami minta dari kepala desa, kaur sampai BPD diberhentikan karena mereka sudah tidak layak lagi. Karena mereka memang selama ini mungkin cara kerjanya seperti ini dan baru ketahuan kali ini,” ujarnya.

Amandus menambahkan, selama permintaan pihaknya belum dipenuhi, supaya di kantor desa tidak perlu ada aktivitas.

“Kantor desa ini tutup dulu. Karena kalau tidak ditutup, kegiatan apapun tidak jalan. Informasinya kan, kas kosong disana,” tandasnya.

Lanjutnya, lantaran kas kosong, kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat tidak bisa berjalan.

“Kemungkinan besar, masyarakat yang diundang pun tidak akan berpartisipasi dalam kegiatan apapun di desa. Karena memang masyarakat sudah tahu bahwa ini uang semua habis dimakan mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain ke DPMD, pihaknya juga mengadukan ke Inspektorat Sikka dan Camat Kangae.

Hal senada disampaikan oleh mantan Kepala Desa Tanaduen Yosef Konradus. Ia mengatakan, sebagai mantan kepala desa dan tokoh masyarakat, dirinya kecewa karena uang begitu banyak ditilep lalu desanya menjadi korban.

“Kami minta untuk kegiatan pemerintahan di desa, dihandel oleh kabupaten, karena rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa sudah tidak ada. Sehingga akan mengalami kepincangan seperti pertemuan dan partisipasi dalam pembangunan fisik tidak bisa jalan,” pintanya.

Dengan pincangnya roda pemerintahan, pihaknya meminta DMPD Sikka untuk tidak membiarkan permasalahan yang terjadi berlarut-larut.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sikka, Fitrinita Kristiani mengatakan dengan tegas, masyarakat punya kewajiban dan tanggung jawab seperti yang ditunjukkan oleh Desa Tanaduen adalah masyarakat melaksanakan fungsi pengawasan.

Terkait

Terkini