WO TNI-Polri Lakon “Pandawa Boyong” Tampil di TIM (Sinopsis Pandawa Boyong, Representasi Kepemimpinan)

16 Januari 2023, 17:08 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Pagelaran seni pertunjukan Wayang Orang (WO) dengan lakon “Pandawa Boyong” dibawakan oleh TNI-Polri. Digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu malam (15/1/2023).

Adapun pemainnya dengan casting (peran) tokoh dibawakan oleh Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan seluruh Kepala Staf TNI dari tiga matra.

Sebelum bermain, Panglima TNI Yudo Margono pada Minggu, (15/1/2023), mengungkapkan bahwa akan digelar pertunjukan wayang orang, dimana para pemainnya diantaranya; dirinya sendiri, Kapolri dan Kepala Staf TNI tiga matra.

“Malam ini, pelaksanaan pagelaran wayang orang dengan lakon Pandawa Boyong. Dimana pada pagelaran ini luar biasa. Karena pemainnya diantaranya ada Pak Kapolri, saya (Panglima TNI: red), KSAD, KSAL, dan KSAU,” tutur Panglima TNI, dilansir dari tribratanews.polri.

Laksamana Yudo menjelaskan bahwa pagelaran wayang orang ini dengan jumlah pemain sekitar 400 orang, yang merupakan gabungan dari para pelestari budaya Indonesia, khususnya seni wayang orang, diantaranya Barata dan Sanggar Budaya Laskar Indonesia Pusaka.

Lanjutnya, tujuan dari pagelaran ini untuk ikut merawat serta melestarikan budaya asli Indonesia, salah satunya adalah wayang orang. Khususnya dalam konteks kelembagaan merupakan bukti sinergitas antara TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, awal ceritanya, dirinya diminta terlibat untuk tampil dalam pagelaran wayang orang tersebut, karena dirinya mendapatkan undangan untuk ikut bergabung dalam pentas seni budaya tersebut oleh Panglima TNI.

Kapolri mengapresiasi terselenggaranya pagelaran wayang orang ini dan mengajak beberapa personel Polri untuk ikut bergabung dalam pagelaran tersebut.

“Beberapa waktu yang lalu saya dapatkan undangan dari beliau (Panglima TNI) untuk ikut gabung dalam latihan persiapan pagelaran wayang orang yang diselenggarakan dengan tema ‘Pandawa Boyong’. Tentunya, kami, sangat mengapresiasi undangan Pak Panglima. Karena itu kami juga mengajak beberapa personel Polri ikut bergabung dalam kegiatan pagelaran wayang orang,” jelas Kapolri.

Menurut Kapolri, pagelaran wayang orang ini semakin membuktikan serta memperkokoh sinergitas dan soliditas TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih dalam Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan, pagelaran ini banyak makna filosofis yang bisa diambil hikmahnya untuk diimplementasikan. Mulai dari nilai luhur, sikap kesatria, hingga jiwa kepemimpinan.

“Tentunya mudah-mudahan sinergitas TNI-Polri ini betul-betul bisa semakin memperkokoh program-program kebijakan dari Negara dari Pemerintah dalam rangka mengawal, mendukung dan mensejahterakan serta membangun Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera,” jelas Kapolri.

Adapun casting (peran) dalam pertunjukan wayang orang dengan lakon Pandawa Boyong, sbb;
• Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berperan sebagai Bima Sena.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerankan sosok Prabu Puntadewa.
• KSAD Jenderal Dudung Abdurachman memerankan sosok Batara Guru.
• KSAL Laksamana Muhammad Ali memerankan Batara Baruna.
• KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo memerankan Eyang Abiyasa.
Puntadewa digambarkan sebagai sosok manusia yang berhati suci dan membela kebenaran.

Sinopsis Lakon Pandawa Boyong
Pandawa Boyong adalah sempalan dari epik Mahabarata. Boyong (pindah) yang dimaksud ketika lima orang ksatria bersaudara pindah/boyong dari Alengka ke Astinapura, dalam keadaan Alengka yang dikuasai Kurawa.

Terkait

Terkini