Siap-siap! BBM Jenis Pertamax Naik per-1 April 2022

"Jadi lucu juga kalau sampai Pertamina mensubsidi mobil mewah tersebut,"

31 Maret 2022, 15:58 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Wacana kenaikan harga BBM untuk jenis bahan bakar minyak Pertamax sudah santer beredar di masyarakat, spekulasinya akan terjadi kenaikan harga per-1 April 2022.

Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meminta maaf kepada masyarakat Indonesia perihal berhembusnya kabar naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

Erick menyampaikan hal ini saat memberikan Kuliah Umum dengan materi: Milenial dan Digital Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu (30/3/2022).

Alasan kenaikan tersebut karena Pertamax bukan bagian dari BBM subsidi, berbeda dengan Pertalite yang jelas disubsidi oleh pemerintah.

Erick mengatakan, “Pemerintah sudah memutuskan, BBM Pertalite jadi subsidi, sedangkan Pertamax tidak. Jadi kalau mohon maaf, Pertalite subsidi.”

Alasan lainnya mengenai wacana kenaikan BBM ini yang rencananya akan naik per-1 April 2022, disebabkan karena naiknya harga minyak mentah dunia sebagai dampak dari perang Rusia Ukraina. Selain itu disebabkan karena beban berat keuangan perusahaan akibat harus menanggung selisih harga antara harga pasar dan harga jual Pertamax, padahal Pertamax tidak disubsidi.

“Pertamina menahan harga jual Pertamax di bawah harga dari nilai keekonomian, itu sama saja Pertamina memberikan subsidi untuk orang kaya. Pasalnya, 13% dari total konsumsi BBM menggunakan Pertamax, dan itu merupakan orang kalangan menengah ke atas, orang kaya, juga yang menggunakan mobil mewah.”

Sementara itu, Arya Sinulingga (Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara) mendorong PT Pertamina (Persero) untuk segera menaikkan harga jual BBM non subsidi untuk jenis bensin dengan oktan (RON) 92 atau Pertamax. Alasannya, harga jual Pertamax sudah cukup jauh dari nilai keekonomian.

Menurutnya, dengan Pertamina menahan harga jual Pertamax di bawah harga dari nilai keekonomian, itu sama saja Pertamina memberikan subsidi untuk orang kaya. Pasalnya, 13% dari total konsumsi BBM menggunakan Pertamax, dan itu merupakan orang kalangan menengah ke atas, orang kaya, juga yang menggunakan mobil mewah.

“Jadi lucu juga kalau sampai Pertamina mensubsidi mobil mewah tersebut,” kata Arya, dikutip dari Bisnis.com, Rabu (30/3/2022).

Dengan demikian, Arya mendorong Pertamina segera mengembalikan harga Pertamax tidak jauh dari harga pasar, tetapi jangan terpaut jauh dari harga jual saat ini.

Saat ini per-31 Maret, sampai berita ini diturunkan, harga Pertamax masih Rp.9.000 per-liter, padahal harga wajarnya atau harga pasar limit atasnya harusnya Rp.14.526 per-liter.

Sebagai perbandingan, perusahaan swasta non Pertamina sudah menjual Pertamax dengan harga Rp.12.000-Rp.13.000, seperti Shell Indonesia dan BP-AKR.

Dengan demikian, wacana kenaikan harga Pertamax per-1 April 2022 dimungkinkan menjadi Rp.12.000-15.000,- per-liternya, dari sebelumnya Rp.9.000,-.

Kita tunggu keterangan resminya dari pemerintah. (jek)

Puan Tekankan: Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran
Kinerja Pendapatan Negara Tumbuh Positif, Versi (Menkeu) Sri Mulyani
Kementan: Pentingnya Akses Pangan Terbuka Bagi Dunia

Terkait

Rekomendasi

Terkini