Warga Desa Pulo Ampel Mengutuk Keras Tindakan Oknum Anggota Kopassus atas Penembakan di Galangan Kapal Kraktau Shipyard

11 Juli 2025, 20:01 WIB

Nusantarapedia.net | Sserang, Banten - Sekelompok oknum anggota Kopassus Grup 1 Serang tiba-tiba mendatangi area galangan kapal milik PT. Kraktau Shipyard di Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten pada Rabu, (09/07) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurut keterangan warga sekitar yang menyaksikan secara langsung kejadian itu, bahwa kedatangan sekelompok anggota Kopassus Serang, masing-masing dibekali senjata laras panjang dan secara membabi buta melepaskan rentetan tembakan ke area galangan sehingga membuat warga Desa Pulo Ampel ketakutan.

Seperti pengakuan Hanafi pemilik warung yang berada di sekitar gerbang masuk Komplek galangan kapal tersebut. Kata Hanafi, peristiwa penembakan tersebut membuat ia ketakutan dan sok bahkan istrinya yakni Heria pingsan pada saat kejadian dan hingga saat ini mengalami trauma.

Bukan hanya itu, beberapa pekerja termasuk warga Desa Pulo Ampel yang sedang melakukan aktivitas di galangan kapal tersebut juga merasakan hal yang sama.

Atas peristiwa penembakan membabi buta tersebut, Boni Tokoh Pemuda Desa Pulo Ampel angkat bicara serta mengutuk keras tindakan sekelompok anggota Kopassus Group 1 Serang yang terkesan arogansi dan dianggap horor.

Menunut Boni, kedatangan sekelompok pasukan elit TNI AD ini sama sekali tidak diketahui atau tanpa izin warga dan Pemerintah Desa Pulo Ampel.

Anehnya keesokan paginya, tiba-tiba Kepala Desa Pulo Ampel mendapat pesan Whatsap yang isinya adalah surat berformat Pdf di mana isi surat tersebut disampaikan bahwa peristiwa tembakan beruntun pada malam Rabu (09/07) di lokasi galangan Kraktau Shipyard merupakan bagian dari latihan satuan operasi khusus pemukiman tingkat Kompi Grup 1 Kopassus.

“Asalamualaikum, Ijin pak lurah menyampaikan, surat permohonan ijin latihan Kopassus lokasi di Kraktau Shipyard,” tulis pesan WhatsApp kepada Kepala Desa Pulo Ampel.

“Aneh !! kegiatan atau tembakan terlebih dahulu dilakukan malam hari, lalu surat menyusul besok pagi,” ungkap Boni dengan nada heran.

Terkait

Terkini