Hanya Titipan
Kita sadar, semua tak akan dibawa mati, seperti saat kita dilahirkan, tak berbaju, tak bersepatu …
Nusantarapedia.net — Hanya Titipan
Hidup adalah proses dari sebuah rangkaian perjalanan manusia.
Sejak dalam kandungan, semuanya sudah digariskan oleh Tuhan. Tentang usianya sampai kapan menjalani, dengan siapa nanti pasangan hidup yang menemani, juga bidang profesi apa yang menjadi jalan rejeki.
“Belajar merelakan, apa yang semua kita miliki hanyalah titipan Tuhan. Sampai waktu nanti, semua yang kita miliki akan diminta kembali, bahkan detik ini jika Tuhan menghendaki.”
Adalah Tukang Parkir, sebuah profesi yang terkadang sering diremehkan orang, padahal merekalah yang menjaga kendaraan kita. Yah, profesi yang tidak bergengsi buat karyawan tukang parkir, kecuali para boss pemilik lahan parkir.
Berbagai macam jenis kendaraan, dari roda dua sampai roda empat dijaganya dengan seksama, mengamati satu persatu kendaraan untuk memastikan semuanya dalam posisi yang tepat dan aman.
Bahkan, mampu mengingat mana kendaraan si A, mana kendaraan si B. Terkadang dia pasang badan tatkala kendaraan dalam posisi kesulitan untuk keluar. Semuanya dilakukan agar pemilik kendaraan senang dengan servis yang memuaskan.
Melambaikan tangan dengan bendera khas semapornya atau lampu led warna merah untuk kerja di malam hari. Properti keduanya sebagai tanda bahaya agar selalu dalam ke hati-hatian buat pengendara yang melintas di lokasi sekitar. Sesekali tiupan peluit nyaring terdengar.
Semua dilakukan demi selembar uang recehan. Recehan bercampur peluh keringat, di kantongi di jaket orange lusuhnya.
Dia sabar, dia sadar akan profesi ini. Diterima, dijalani dengan ikhlas, karena memang tak ada pilihan, sekalipun ada belum tentu cocok. Terlebih terbesit keinginan untuk keluar dengan membuka usaha sendiri, lantas uang darimana, sekalipun ada uang pun belum tentu berhasil.
Biarlah profesi ini dilakoninya sampai takdir mengubahnya, atau pun biarlah begini saja tiada sempat terbesit harapan hidup mewah, asal anak istri bisa makan nasi juga membeli kuota android.
Dia hanya penjaga setiap kendaraan yang di parkirkan, tak pernah ada rasa iri memilikinya. Dia hanya diamanati untuk sementara waktu. Ya, diamanati untuk dimiliki walau hanya sebentar, sampai si empunya mengambil kembali usai kepentingannya selesai.
Kendaraan yang dijaganya diminta kembali. Dia ikhlas karena dia tahu semua hanya titipan, tanpa berhak memilikinya.
Dari seorang tukang parkir kita belajar. Belajar merelakan, apa yang semua kita miliki hanyalah titipan Tuhan. Sampai waktu nanti, semua yang kita miliki akan diminta kembali, bahkan detik ini jika Tuhan menghendaki.
Kita sadar, semua tak akan dibawa mati, seperti saat kita dilahirkan, tak berbaju, tak bersepatu …
Suatu saat ajal kan menunggu.
50+ Tradisi Nusantara di Bulan Sya’ban dan Ramadan (1)
Mengapa Hanya Sehari?
Rekomendasi
-
Bengawan Solo, Melintas Area dan Lini Masa (1)
4 Maret 2022, 21:54 WIB -
Kota Nusantara, Ibu Kota Baru Indonesia (1)
20 Januari 2022, 05:28 WIB -
Integrasi Pembangunan Kepariwisataan dengan Strategi Kebudayaan (2)
5 Januari 2022, 01:26 WIB -
Sajak ku Menggugat
18 Maret 2022, 07:52 WIB -
Bunga Rampai Kata Langgam dalam Konteks Kultural Indonesia (4)
27 Januari 2022, 20:45 WIB

