Ketika Lebaran Hampir Tiba
Nusantarapedia.net — ketika lebaran hampir tiba
Sebersit bayang wajah dan sosokmu kembali hadir di sela kesibukan dunia ku yang membelenggu
Lintas lembaran masa kecil, saat engkau masih bersama kami, kembali hadir menjelang lebaran tiba
Wahai Bapakku, anakmu hanya bisa diam, sunyi dalam putaran waktu yang begitu lama, tak pernah meratapi karena begitu besar kesalahanku, terhadapmu
Cita-cita dan wejanganmu selalu saja, aku gagal memenuhi ke inginanmu, keinginan besar yang sejatinya , adalah buat kebahagiaan buat anak mu
Wahai, Bapakku, andaikan ada mesin waktu terwujud di depanku, aku ingin memelukmu, merengek meminta diajarkan kembali lantunan kidung-kidung kesukaanmu
Mendengarkan sayup sayup suaramu, melantunkan slendro dan pelok ke ahlianmu
Wahai, Bapakku, andaikan engkau dulu tidak pernah ceritakan hebatnya tembang macapat, mungkin anakmu tersesat, dalam babad hidup tanpa makna, berakhir nanti tanpa harum nama
Dalam diam kumenyesal, di ujung lorong akhir sebuah kehidupan
Tetapi Wahai Bapakku, kharismamu tak pernah terganti oleh siapapun, Aku bangga menjadi anakmu, anak yang tak pernah diajarkan oleh ucapanmu, tetapi langkah serta karya-karya nyata hidupmu, itulah sesungguh Pitutur bisu kelak buat hidupku
Melukis Angin
Kidung Lambung Kosong
Rekomendasi
-
Wow! Bupati Pemalang Ternyata Pakar Sate Kambing
16 Maret 2022, 15:57 WIB -
Namaku fla
5 Maret 2022, 13:30 WIB -
Aksara Hujan Bulan Juni
3 Maret 2022, 16:32 WIB -
Pertempuran Surabaya dalam Peristiwa 10 November, Mempengaruhi Opini Dunia
8 November 2021, 13:01 WIB -
Pergeseran Fungsi Teknologi Digital untuk Misi Kemanusiaan
12 Februari 2022, 22:03 WIB
