Ketika Lebaran Hampir Tiba

23 Maret 2022, 16:51 WIB

.net — ketika hampir tiba

Sebersit bayang wajah dan sosokmu kembali hadir di sela kesibukan dunia ku yang membelenggu

Lintas lembaran masa kecil, saat engkau masih bersama kami, kembali hadir menjelang tiba

Wahai Bapakku, anakmu hanya bisa diam, sunyi dalam putaran waktu yang begitu lama, tak pernah meratapi karena begitu besar kesalahanku, terhadapmu

Cita-cita dan wejanganmu selalu saja, aku gagal memenuhi ke inginanmu, keinginan besar yang sejatinya , adalah buat kebahagiaan buat anak mu

Wahai, Bapakku, andaikan ada mesin waktu terwujud di depanku, aku ingin memelukmu, merengek meminta diajarkan kembali lantunan kidung-kidung kesukaanmu

Mendengarkan sayup sayup suaramu, melantunkan slendro dan pelok ke ahlianmu

Wahai, Bapakku, andaikan engkau dulu tidak pernah ceritakan hebatnya tembang macapat, mungkin anakmu tersesat, dalam babad hidup tanpa makna, berakhir nanti tanpa harum nama

Dalam diam kumenyesal, di ujung lorong akhir sebuah kehidupan

Tetapi Wahai Bapakku, kharismamu tak pernah terganti oleh siapapun, Aku bangga menjadi anakmu, anak yang tak pernah diajarkan oleh ucapanmu, tetapi langkah serta karya-karya nyata hidupmu, itulah sesungguh Pitutur bisu kelak buat hidupku

Melukis Angin
Kidung Lambung Kosong

Terkait

Rekomendasi

Terkini