Manajemen Rutan Kelas II B Pemalang (Hidup Di Bui — Nikmat Segelas Kopi)
"Saya sangat senang bisa belajar meracik kopi di sini, ketika nanti saya bebas, saya ingin membuka warung kopi," kata Sugeng penuh harap.
Nusantarapedia,net, Pemalang, Jawa Tengah — Managemen Rutan Kelas II B Pemalang, hidup di bui, nikmat segelas kopi.
“Hidup di bui bagaikan burung, makan di antri nasinya jagung, tidur di ubin pikiran bingung, apa daya badan ku terkurung.” Begitulah penggalan lirik lagu dari salah satu grup musik kenamaan tanah air. Tentu, syair lagunya masih banyak orang yang hafal hingga sekarang.
Memang jika kita mendengar kata penjara, bayangan akan tempat yang menyeramkan, penuh dengan kekerasan akan segera muncul di benak kita.
“Akan tetapi, pihak Lapas memperlakukan mereka seperti saudara kita sendiri, secara humanis kita berkomunikasi dengan mereka, saya yakin mereka juga seperti kita, ketika di perlakukan dengan baik, mereka akan baik,”
Mungkin itu kondisi tempat penjara jaman dulu. Dengan makin meningkatnya penerapan hak asasi manusia (HAM) kepada setiap warga negara, termasuk di sini para narapidana (baca:warga binaan). Berangsur-angsur menghilang stigma mengenai gambaran penjara yang menyeramkan.
Rumah Tahanan Negara Kelas II B Pemalang, akhir-akhir ini sering dikunjungi untuk studi banding dari Rutan dan Lapas di Jawa Tengah. Hal tersebut berkaitan dengan masalah pengelolaan manajemen Lapas. Dari soal fasilitas, kegiatan, kebersihan dan keamanannya.
Beberapa kali Rutan II B Pemalang mendapat apresiasi positif dari pihak terkait, termasuk belum lama ini, mendapat tanggapan bagus dari anggota DPR RI Asrul Sani, berkaitan dengan pelayanan kepada warga binaan.
Biar tidak terkesan hanya pencitraan, awak media NPJ diberi kesempatan berkeliling melihat pengelolaan manajemen Rutan, termasuk sistem keamanan tempat para warga binaan ditahan.
“Tidak begitu sulit buat mereka (warga binaan) untuk melarikan diri, karena bangunan Rutan masih ada celah untuk melakukan niat melarikan diri atau kabur,” terang Ary.
“Akan tetapi, pihak Lapas memperlakukan mereka seperti saudara kita sendiri, secara humanis kita berkomunikasi dengan mereka, saya yakin mereka juga seperti kita, ketika di perlakukan dengan baik, mereka akan baik,” lanjut Ary Nirwanto, Kepala Rutan.
Masih menurutnya, Rutan mempunyai kedai kopi, dimaksudkan untuk kegiatan edukasi warga binaan. Mereka bisa belajar meracik berbagai jenis kopi.
Ada beberapa varian kopi nusantara di sini, mulai dari kopi Gayo Aceh, Lampung, Toraja, Bali, dsb. dengan jenis kopi robusta maupun arabica. Serta aneka macam bubuk kopi hitam asal beberapa daerah di Jawa. Ada kopi dengan karakter rasa dan aroma yang pahit, wangi dalam pokok beraneka cita rasa dan aroma. Semuanya tersedia di sini, untuk latihan mengolah dan meracik minuman kopi bagi warga binaan.
Sugeng, salah satu warga binaan yang belajar meracik kopi, merasa senang dirinya bisa belajar meracik kopi di sini. Di samping untuk mengusir kejenuhan selama menjalani masa pembinaan di sini, harapan nantinya setelah bebas dapat menjadi modal pengalaman untuk berwirausaha membuka warung kopi.
“Saya sangat senang bisa belajar meracik kopi di sini, ketika nanti saya bebas, saya ingin membuka warung kopi,” kata Sugeng penuh harap.
Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (31/03/2022 ) Kepala Rutan Pemalang Ary Nirwanto mengatakan, “saya bekerja di sini, berkaitan dengan tugas pelayanan dan pembinaan buat warga binaan, tak ada yang kami tutup-tutupi, semuanya saling terbuka, silahkan para awak media berkunjung ke sini sambil menikmati kopi, bisa melihat langsung kehidupan sosial para warga binaan, bagi saya ini merupakan panggilan pengabdian,” kata Ary sambil mempersilahkan awak media mencicipi varian Kopi Janji Bui.
Meski demikian, Ary mengatakan, pihak Rutan tetap menerapkan SOP (standar operasional prosedur), tujuannya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, tutupnya mengakhiri perbincangan. (Ragil74)
Siap-siap! Wacana BBM Jenis Pertamax Naik per-1 April 2022
Puan Tekankan: Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran
Kinerja Pendapatan Negara Tumbuh Positif, Versi (Menkeu) Sri Mulyani
Rekomendasi
-
Pergeseran Fungsi Teknologi Digital untuk Misi Kemanusiaan
12 Februari 2022, 22:03 WIB -
Engkaulah Sesungguhnya Si Durjana
22 Maret 2022, 15:35 WIB -
Kebun Strawberry, Agrowisata “Sedapur Stroberi” Karangsari
28 Maret 2022, 16:43 WIB -
Mempertanyakan Peran Teknologi dalam Mewujudkan Pendidikan Berkarakter di Masa Pandemi
13 November 2021, 08:23 WIB -
Internet Positif, Korelasi Netizen Journalism dan Pengaruh Buruk Medsos
25 November 2021, 22:56 WIB


