Pembukaan Pasar Wisata Pertapan Indrokilo, Berbasis Budaya dan Ekonomi
Pasar Wisata yang akan dibuka ini kedepannya berbasis budaya dan ekonomi. Untuk itu akan dibagi menjadi beberapa spot bagian.
Nusantarapedia.net, Boyolali, Jateng — Pembukaan Pasar Wisata Pertapan Indrokilo, Berbasis Budaya dan Ekonomi. Desa Wisata merupakan kelompok swadaya dan swakarsa masyarakat yang dalam aktivitas sosialnya berupaya untuk meningkatkan pemahaman kepariwisataan, mewadahi peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan di wilayahnya, meningkatkan nilai kepariwisataan serta memberdayakannya bagi kesejahteraan masyarakat, keikut sertaan dalam mensukseskan pembangunan kepariwisataan.
Warga masyarakat Gunung Sari, Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah pada Minggu (27/3/2022) menggelar kirab budaya dalam rangka Lounching Pembukaan Pasar Wisata di Pertapan Indrokilo, Kemiri. Lokasi pertapan berada tepat di belakang obyek wisata Taman Indrokilo, Kemiri Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah
“Pilihan hari itu agar masyarakat tidak bosan. Antara Ngad Kliwon dan Ngad legi ada jarak 3 minggu sehingga ada waktu untuk persiapan kembali. Nanti ada 5 lokasi warung yang menjadi bagian dari pasar wisata ini. Warung ringin (menjual makanan), warung seni (menjual produk seni budaya), warung cemoro (menjual suvenir), warung nggirli (Kolam keceh (bermain air_red) untuk anak) dan warung jati (pasar bebas tradisional),”
Kegiatan terselenggara atas inisiasi Sriwoto, SH, salah satu keluarga pemilik lahan dengan menggandeng masyarakat desa Gunung Sari dan karang taruna sebagai penyelenggara.
Dihadiri oleh warga masyarakat Gunung Sari dengan mengundang Keluarga besar pemilik lahan, pemangku kepentingan seperti Dinas Pariwisata dan Olah Raga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali dan Pemerintah desa Kemiri.
Kegiatan dibuka dengan karnaval yang dimeriahkan warga dengan mengenakan kostum-kostum unik berjalan kaki mengelilingi desa. Setelah karnaval, kegiatan dilanjutkan sambutan-sambutan dari pemangku kepentingan, kirab gunungan hasil bumi yang diperebutkan warga, setelah itu acara hiburan
Setyo Ari Wibowo, S.Si, M.Ling, ketua pemuda karang taruna Gunungsari sekaligus ketua penyelenggara mengungkapkan kegiatan lounching ini menjadi awal dari upaya pembangunan desa.
“Kegiatan ini harapannya menjadi bagian dari pembangunan desa wisata. Untuk itu kami menyelenggarakan kirab untuk memeriahkan acara. Pemuda sendiri diharapkan nanti bisa berpartisiapsi di bidang ekonomi, karena Kebun Raya Indrokilo memiliki potensi ekonomi yang besar. Nah, harapannya pemuda dan masyarakat memiliki akses untuk berdagang. Apalagi rencananya sesuai konsep pasar wisata ini nanti bisa menjadi pintu masuk ke Kebun Raya Indrokilo,” ungkapnya.
Sriwoto, SH, anggota keluarga pemilik lahan pertapan Indrokilo menuturkan Pasar Wisata yang akan dibuka ini kedepannya berbasis budaya dan ekonomi. Untuk itu akan dibagi menjadi beberapa spot bagian.
“Nama pertapan Indrokilo sudah menjadi cerita legenda dan dikenal masyarakat. Menurut pertimbangan bisa dijadikan obyek wisata. Oleh karena itu, dibukalah pasar wisata ini. nanti pasar akan dibuka pada Ngad Kliwon (Minggu Kliwon_red) dan Ngad Legi (Minggu Legi_red),”
Ia menambahkan bahwa pilihan hari itu sekadar agar masyarakat tidak bosan dan pasar wisata ini nanti akan dibagi menjadi lima spot bagian.
“Pilihan hari itu agar masyarakat tidak bosan. Antara Ngad Kliwon dan Ngad legi ada jarak 3 minggu sehingga ada waktu untuk persiapan kembali. Nanti ada 5 lokasi warung yang menjadi bagian dari pasar wisata ini. Warung ringin (menjual makanan), warung seni (menjual produk seni budaya), warung cemoro (menjual suvenir), warung nggirli (Kolam keceh (bermain air_red) untuk anak) dan warung jati (pasar bebas tradisional),” tambahnya.
Sriwoto, sebelum menutup wawancara menuturkan harapannya kepada masyarakat dan pemerintah agar bisa mendukung spot wisata ini demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
“Tujuan pasar wisata ini adalah pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat. Harapan saya semoga masyarakat bisa bersinergi dalam pengembangannya. Juga harapan saya mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Boyolali,” pungkasnya. (*)
Sendang Senjoyo, dari Fakta Kerajaan, Folklor hingga Sumber Kehidupan
Gondola Kaca dan Jembatan Gantung, Pesona Wisata Girpasang
Rekomendasi
-
Tradisi Mbangkuningan, Upacara Adat Memperingati Haul Makam Kembang Kuning
3 Februari 2022, 09:41 WIB -
Guru Honor Bernama Yeti Sudah Mengajar Sejak Tahun 1996, Memohon Perhatian Pihak Terkait
26 Maret 2022, 21:41 WIB -
Tradisi Munggah Molo
20 Maret 2022, 23:52 WIB -
Kejutan
1 Maret 2022, 10:41 WIB -
Pawang Hujan, Antara Kewarasan Sosial dan Masyarakat Ilmiah
23 Maret 2022, 11:06 WIB



