Bupati Tolitoli Titip Harapan Pada KRI HIU 634
Nama Hiu diambil dari nama ikan yang dikenal sebagai penguasa lautan. KRI Hiu ini merupakan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) yang bertugas sebagai armada patroli cepat dan beroperasi di laut dangkal sekaligus sebagai kapal perang anti kapal permukaan.
Nusantarapedia.net, Tolitoli, Sulteng — Bupati Kabupaten Tolitoli, Amran Hi Yahya bersama Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Dan Lanal) Tolitoli Letkol Laut (P) Hariono, Senin pagi (21/3/2022) mengunjungi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu/634 yang sudah 3 hari merapat di Dermaga Pelabuhan Dedek Tolitoli.
Kunjungan Bupati bersama Dan Lanal, disambut oleh Komandan KRI Hiu Letkol Laut (P) Pungky Kurniawan bersama seluruh awak KRI.
KRI Hiu /634, merupakan kapal kedua dari jenis kapal cepat kelas todak milik TNI-AL yang berbobot 447 ton, memiliki kecepatan ekonomis 15 knot, kecepatan jelajah 20 knot dan maksimal 30 knot.
KRI Hiu /634, merupakan kapal kedua dari jenis kapal cepat kelas todak milik TNI-AL yang berbobot 447 ton, memiliki kecepatan ekonomis 15 knot, kecepatan jelajah 20 knot dan maksimal 30 knot.
Nama Hiu diambil dari nama ikan yang dikenal sebagai penguasa lautan. KRI Hiu ini merupakan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) yang bertugas sebagai armada patroli cepat dan beroperasi di laut dangkal sekaligus sebagai kapal perang anti kapal permukaan.
Untuk melanjutkan tugas patroli, KRI Hiu menyinggahi Pangkalan Angkatan Laut Tolitoli untuk keperluan pengisian bahan bakar serta pengisian air tawar untuk kebutuhan awak KRI.
Dari anjungan kapal, Bupati kabupaten Tolitoli Amran Hi Yahya yang menyempatkan diri duduk dibelakang kemudi kapal menyampaikan harapan agar tugas patroli yang diemban oleh KRI Hiu ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga perairan Indonesia khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Tolitoli dapat terhindar dari gangguan keamanan. (Andi)
Lagi-lagi Penimbunan Minyak Goreng di Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Gelar Vaksinasi Massal, Polres Tanggamus Bagikan Minyak Goreng dan Beras
Rekomendasi
-
Manajemen Pengetahuan, Tacit dan Explicit Knowledge, Apakah Itu?
25 Februari 2022, 02:06 WIB -
Pembangunanisme, Rumah Berlindung Pemekaran Daerah (2)
21 Februari 2022, 20:57 WIB -
Episentrum Mataraman dalam Sumbu Imajiner
16 November 2021, 04:40 WIB -
Keinginan Yang Tertunda
1 Maret 2022, 09:14 WIB -
Suka Tresna Barokah, Pengolahan Susu Kambing di Kemirikebo Yogyakarta
14 Februari 2022, 16:11 WIB

