Peradaban Palestina-Israel dalam Linimasa, Masa Abraham hingga Nabi Muhammad (2)

Bani Israel jatuh ke kerajaan asing. Setelah kerajaan Israel Samaria jatuh ke Asiria, kerajaan Yehuda masih terus berlangsung meski kian melemah, akibatnya Yehuda jatuh ke Kaisaran Babilonia. Selanjutnya muncul era baru masa Babilonia sebagai Babilonia baru.

29 Maret 2022, 02:06 WIB

Nusantarapedia.net — Peradaban Palestina-Israel dalam linimasa, masa Abraham hingga Nabi Muhammad.

V Tahun 1407-1460 SM Masa Yoshua bin Nun —

VI Tahun 1460-1010 SM
Raja Thalut dan Saul di Kanaan (Kerajaan Israel Serikat Bersatu)

Setelah Jericho dikuasai Yoshua dari Bani Israel, kemudian mendiami wilayah-wilayah di Kanaan. Saat Yoshua mangkat, Bani Israel mengangkat Thalut sebagai pimpinan Raja di sebagian Kanaan, sebelumnya terjadi kegaduhan karena ke dua belas suku Bani Israel keturunan Yakub saling berebut, dan menghendaki suku Lewi yang lebih pantas (bagian dari 12 suku putra Yakub). Namun, Nabi Samuel lebih memilih Thalut dengan banyak pertimbangan dan meyakinkan Bani Israel.

Pada masa ini, wilayah Kanaan masih dikuasai bangsa Filistin, nampaknya penduduk Palestina (Kanaan/Filistin/lainnya) masih teguh dengan teologinya sendiri. Wilayah Kanaan (Palestina) dimobilisasi dari kelompok Filistin. Raja Thalut cukup kerepotan dalam menghadapi bangsa Filistin.

Raja Thalut memberikan kesempatan kepada Daud (menantunya) untuk menumpasnya.
Goliat atau Jalut (Islam) adalah panglima perang Filistin (Palestina), dan Daud memenangkan pertempuran. Atas peristiwa ini Daud menjadi popular dan menggeser kewibawaan raja Thalut. Ketegangan terjadi, Thalut hendak membunuh Daud, peperangan terjadi dan banyak rakyat yang mendukung Daud, hingga raja Thalut tewas. Atas peristiwa ini Daud berdaulat menjadi raja Bani Israel di tanah Kanaan.

“Dimulainya Era Kerajaan Baru, Pasca Keruntuhan Bani Israel” Tahun 586–539 SM merupakan Kekaisaran Babilonia Kasdim.

“Kerajaan Hasmonea merupakan kerajaan terakhir oleh hegemoni . Selanjutnya timbul kerajaan baru, penguasa-penguasa baru sebagai era baru oleh dinasti Romawi.”

VII Tahun 1010–970 SM
Masa Raja Daud atau Raja Israel

Pada era ini, seluruh Kanaan dikuasai Israel, kecuali daerah Gaza yang tetap dikuasai Filistin diaspora dan Palestina, sebagian lagi bergabung dengan kerajaan Yehuda dalam bagian yang kecil.

Daud, merupakan raja ke-dua terbesar Bani Israel di Kanaan. Terbagi menjadi dua kerajaan di selatan sebagai Kerajaan Yehuda dan di utara sebagai Kerajaan Israel Samaria, sebelumnya didahului oleh Kerajaan Israel Serikat atau Kerajaan Israel bersatu (bersatunya suku dan daerah kecil di Kanaan pasca Jhosua).

1) Kerajaan Yehuda 1000 SM–586 SM

Beribukota di Yerusalem. Terdiri dari dua belas suku keturunan Yakub, sepuluh suku mendirikan kerajaan Israel Samaria, dengan menyisakan suku Yehuda dan Benjamin.
Yehuda kelanjutan dari Kerajaan Serikat Israel dari gabungan kerajaan kecil di Kanaan.
Raja yang memerintah selama 22 periode, di antaranya;

  • Raja Daud 1010-970 SM (I)
  • Raja Salomo (Sulaiman) 970-931 SM(II)
  • Zedekia 597-586 SM (XXII)

Saat diperintah Raja Hizkia (727-698 SM), teologi Yahudi mengalami reformasi dengan menghapus ritus penyembahan berhala yang masih subur, untuk melanjutkan ajaran ketuhanan leluhurnya Bani Israil dari wahyu-wahyu yang telah diterima. Namun usaha ini tidak mudah, karena raja kelanjutannya “Manasye” (anaknya) kembali menghidupkan ritus keberhalaan.

Hal ini memang dipengaruhi oleh kultur Kanaan yang sulit untuk di bawa pada teologi ketuhanan. Akhirnya, saat kerajaan Israel Samaria jatuh ke Asiria yang berdampak pada stabilitas di Yehuda, Manasye di hukum di Asiria dan kembali pulang di Samaria untuk melakukan pertaobatan.

Meski demikian, itu hanya variabel dinamika. Secara garis besar, ketika Bani Israel berhasil membangun institusi kerajaan Yehuda, struktur birokrasinya telah melahirkan faham Yudaisme sebagai perkembangan dari kewahyuan leluhurnya, yang selanjutnya terus membentuk menjadi agama Yahudi dan Nasrani.

Sementara pada saat pemerintahan Raja Salomo (Sulaiman), membangun kuil Yahudi yang pertama.

2) Kerajaan Israel Samaria 931 SM–723 SM

Beribukota di Samaria, oleh sepuluh suku keturunan Yakub memisahkan diri dari Yehuda, karena menolak raja ketiga Rehabeam putra Salomo, dan memilih Yerobeam untuk memurnikan genetik Raja Daud. Diperintah Raja dalam 21 periode, di antaranya;

  • Raja Yerobeam 931 SM (I)
  • Raja Hosea 732-723 SM (II)

Kerajaan ini runtuh, menjadi bagian dari Kerajaan Asyur atau Asiria, dan Asiria jatuh ke tangan kerajaan . Rivalitas kedua kerajaan ini terus berlangsung, berperang selama 60 tahun, baru reda 80 tahun kemudian dan kembali menjadi satu dengan kerajaan Yehuda, saat menghadapi penyerangan dari kerajaan Damaskus.

Tahun 720 SM atas kekalahan dengan Asiria, berdampak pada peristiwa sepuluh suku yang hilang. Menurut kitab, semua orang Israel dibunuh, ditawan dan diasingkan ke Asiria saat raja Tiglat-Pileser III dan Sargon II.
Dari hasil rekonstruksi sejarah, suku yang dihilangkan sebanyak seperlima dari populasi.

VIII Tahun 586-63 M
Bani Israel jatuh ke kerajaan asing.

Setelah kerajaan Israel Samaria jatuh ke Asiria, kerajaan Yehuda masih terus berlangsung meski kian melemah, akibatnya Yehuda jatuh ke Kaisaran Babilonia. Selanjutnya muncul era baru masa Babilonia sebagai Babilonia baru.

Dimulainya Era Kerajaan Baru, Pasca Keruntuhan Bani Israel

1) Tahun 586–539 SM merupakan Kekaisaran Babilonia Kasdim. Sebelumnya, Babilonia mengalahkan Asiria yang lebih dulu mengalahkan Israel Samaria.

Babilonia Baru (Kasdim) terletak di Mesopotamia selatan. Sebelum menjadi Babilonia baru, kerajaan ini telah berdiri sebelumnya, yaitu; Babilonia kuno 2300 SM dan Babilonia Babel 1600 SM. Terletak di daerah Mesopotamia sampai Persia (Mesir-Irak-Iran).

Masa Nabopolassar dan Nebukadnazer II (626-562 SM). Pada masa ini wilayah Mesir juga menjadi bawahannya, termasuk membangun taman gantung Babilonia.

Yerusalem ditakhlukkan dengan menghancurkan Bait Suci, pimpinan dari Yerusalem Zedekia dibunuh. Terjadi ribuan pembunuhan pada orang-orang Yahudi ke negri Babel.

Akibat dari invasi Babilonia, bangsa Bani Israel terus menyusut, dan keluar dari tanah Kanaan dalam setiap pendudukan kerajaan. Menjadikan eksodus dan diaspora. Atas peristiwa ini, tanah Kanaan dengan pusatnya di Jerusalem penduduknya terus berkurang. Meski demikian, suku di Kanaan tetaplah tersisa. Suku Palestina (Kanaan, Filistin), Ur Kadim Bani Israel dan suku amalgamasi lainnya tetaplah tersisa.

Dalam masa pembuangan, ajaran ketuhanan Abraham (konsep Yahudi & Nasrani) turut dibawa dalam kefahaman para tawanan di tempat pembuangan.

2) Tahun 539–332 SM periode Kekaisaran Persia Akhaimenia (Irak-Iran)

Merupakan kekaisaran pertama Iran di wilayah Asia selatan dan barat daya. Raja yang mashyur bernama Koresh Agung (530). Merupakan raja yang toleran dan demokrasi, para tawanan Bani Israel yang tersisa diijinkan untuk pulang ke Palestina untuk membangun kembali Bait Suci, dan mengajarkan kembali agama ketuhanan Bani Israel yang dibekukan oleh Babilonia dengan pengaruh polytheisme dewa dewi.

Wilayah Persia sangat luas, wilayahnya berada di tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa. Permusuhan dan ketegangan sering timbul dengan penguasa Yunani.

Akibat kewenangan otonomi daerah kepada negara vasal yang berlebih, berakibat lemahnya kekuatan pusat yang energinya habis untuk meredamkan pemberontakan negara bawahan, dan akhirnya takhluk pada Makedonia.

Tahun 445 SM, Nehemia membangun kembali tembok kota Yerusalem dan menggiatkan kembali kuil-kuil Yahudi. Nehemia merupakan pegawai yang bekerja untuk di Persia.

3) Tahun 332–305 SM masa Kekaisaran Yunani

Merupakan raja yang tidak pernah kalah perang, murid dari filsuf Aristoteles. Karakternya yang keras menjadikan kepemimpinannya dilalui dengan serangkaian kampanye militer.

Pada era ini, tokoh-tokoh terkenal dinasti Cleopatra lahir pada jaman ini.

Tahun 334 SM, invasi besar-besaran ke Persia dan menduduki seluruh kekuasaan Persia, menguasai kawasan Balkan, Asia minor juga India. Amalgamasi besar antar benua berlangsung pada masa ini, orang dari Eropa di kirim ke Asia dan sebaliknya.

Agama polytheisme Yunani, ajaran Yahudi tetap dijalankan bagi keturunan Bani Israel yang tersisa di dalamnya, menyebar keseluruh daerah jajahan Makedonia tetapi bukan sebagai agama negara.

Akhirnya, kekaisaran ini runtuh akibat kelelahan para militernya yang dipaksa terus melakukan ekspansi, hingga terjadi pemberontakan internal, sampai kematiannya tidak mengangkat penerusnya.

Kemudian wilayah kekaisaran ini terbagi menjadi empat bagian, yakni; kerajaan Pergamon di Asia Minor, kerajaan Macedonia di Yunani, kerajaan Seleukia di Persia dan kerajaan Ptolemanik di Mesir.

4) Tahun 305-30 SM masa Dinasti Ptolemeus

Raja yang memerintah, yakni;

  • 305–283 SM Ptolemy I Soter
  • 51–30 SM Cleopatra VII
  • 44 SM - 30 SM Chaesarion memerintah bersama Cleopatra VII Philopator.

Kisah antara Cleopatra, Mark Anthony dan Julio Cesar (panglima perang) yang membuka akses pindahnya kekuasaan Yunani ke Kaisar Romawi terjadi pada era ini, sekaligus berakhir era Yunani dengan kebudayaan Mesir-.

Pusat pemerintahan di Mesir, merupakan peradaban Mesir Kuno yang terlama dan berakhir tahun 30 SM.

Agama yang berkembang pada masa ini berupa polytheisme Mesir, Yunani, sinkretisme dan sekte-sekte. Sedangkan konsep Yahudi juga diakui oleh negara.

Selanjutnya, Chaesarion mengakhiri kebudayaan Mesir kuno yang dilanjutkan oleh dinasti Romawi.

5) Tahun 198-63 SM era Seleukia (Makedonia Yunani-Persia)

Diperintah oleh Raja;

  • 305–281 SM Seleukos I Nikator
  • 65–63 SM Philippos II Philoromaios
  • Raja terakhir kalah dari Suriah, kemudian menjadi provinsi Romawi.

Seleukia jatuh oleh pasukan Romawi (Pompeis), namun sebelumnya sebagian jatuh ke Makabe saat raja Antiokhos IV (165 M).

6) Tahun 141–37 SM era Kerajaan Hasmonea atau Kerajaan Israel Hashmonayim.

Kerajaan Hasmonea merupakan kerajaan terakhir oleh hegemoni . Selanjutnya timbul kerajaan baru, penguasa-penguasa baru sebagai era baru oleh dinasti Romawi. Sebagai kesimpulan lahirnya kerajaan Romawi.

Romawi Baru

(bersambung bagian 3 …)

)* foto: source wikipedia

Peradaban Palestina-Israel dalam Linimasa, Masa Abraham hingga Nabi Muhammad (1)

Terkait

Rekomendasi

Terkini