Sajak ku menggugat

18 Maret 2022, 07:52 WIB

.net ku

Ry Cahyo

ku

O, yang berbaris berebut di muka
tapi rasanya matamu buta
bicara bagai pintar logika
kenyataan hanya bau nafas dihelanya
O, lelap anak pertiwi
bukan karna dibuai mimpi
tapi racun-racun menari bagai ectasy
Aku di sini sama dengan yang berjuta
telah alpa bermunajat padaNya

sialan,
sekolah dimasuki penjahat kelamin
sialan,
tempat berteduh terkepung lumpur
sialan,
rumah sakit buat otak malah sakit
tapi hidung para penipu itu
tapi mata para penipu itu
tapi telinga para penipu itu
tak fungsi bagai zombi
ya, mayat hidup yang merusak s’gala hidup

pertiwiku, aku mengisak
pertiwiku, aku menjadi sesak
menangis aku lunglai
menangis aku jiwa terkungkung lalai
padahal yang menari di atas penderitaan pun ikut bersujud
seperti aku dan berjuta yang terdesak juga sujud

sialan, aku memaki dipuisi
sialan, aku mengutuk dipuisi
tapi sungguh para penipu itu tertawa tak peduli
berlagak lembut dalam bernyanyi
tapi aku hanya diam dalam
tapi aku hanya menangis dalam
aku, berdoa dipuisi
aku, malang sudah bumi pertiwi

Lalu, kenapa … kalau aku Odapus?
Aku, Perempuan Yang Menggurat II

Terkait

Rekomendasi

Terkini