Tradisi Nyadran di Desa Penusupan
Nyadran biasa diramaikan warga Penusupan yang merantau. Sebagai ajang temu kangen antar warga, sanak saudara. Nyadran atau Ruwahan bisa jadi merupakan ajang mudik sebelum lebaran tiba.
Nusantarapedia.net, Pemalang Jateng — Tradisi Nyadran di Desa Penusupan. Ruwahan adalah acara Slametan ada juga yang menyebutnya Nyadran. Dilakukan 15 hari menjelang Puasa atau bulan Ramadhan tiba. Kegiatan Ruwahan dilaksanakan dengan do’a bersama terutama membaca Quran Surat Yasin dilanjutkan Tahlil dan doa penutup. Setelah doa bersama dilanjutkan acara makan bersama.
Istighumazah, salah seorang warga Desa Penusupan, Randu Dongkal, Pemalang, Jawa Tengah menuturkan acara nyadran ini sebagai wujud syukur, “Nyadran di desa kami biasa dilakukan sebagai wujud rasa syukur telah diberi kesehatan, umur panjang hingga bisa menemui bulan puasa kembali,”
Nyadran biasa diramaikan warga Penusupan yang merantau. Sebagai ajang temu kangen antar warga, sanak saudara. Nyadran atau Ruwahan bisa jadi merupakan ajang mudik sebelum lebaran tiba.
“Di tempat yang sama, Nurhayati mengatakan bahwa acara Ruwahan sudah lama dilakukan oleh para pendahulu. Tidak sekadar bertemu keluarga dan makan bersama. Ruwahan atau Nyadran juga momen untuk berziarah. Orang jawa menyebutnya besik kubur atau nyekar.”
Di tempat yang sama, Nurhayati mengatakan bahwa acara Ruwahan sudah lama dilakukan oleh para pendahulu. Tidak sekadar bertemu keluarga dan makan bersama. Ruwahan atau Nyadran juga momen untuk berziarah. Orang jawa menyebutnya besik kubur atau nyekar.
“Ruwahan sudah lama dilakukan semenjak saya belum lahir, dilakukan oleh orang tua pendahulu. Setelah acara makan bersama, beberapa hari kemudian, sebelum datang bulan puasa, hampir semua warga datang ke makam desa tersebut guna melaksanakan nyekar di makam keluarga masing-masing, sambil membersihkan area makam.”
Di desa Penusupan, makam yang biasa ramai orang nyekar tersebut tumbuh pohon yang sangat tua, yaitu Randu Alas yang berusia ratusan tahun. Pohon ini meskipun direntangkan tangan orang dewasa berjumlah 10 orang pun tidak akan cukup bisa menggapai batang pohong Randu Alas tersebut, dan sampai sekarang masih berdiri kokoh. (Ragil74)
Kebun Strawberry, Agrowisata “Sedapur Stroberi” Karangsari
Mata Lele Serbu Petani Sayur Kangkung
Integrasi Pembangunan Kepariwisataan dengan Strategi Kebudayaan (1)
Rekomendasi
-
Sajak Sang Kupu Satu
10 Maret 2022, 05:57 WIB -
Rekonstruksi Masa Lalu Melalui Visi Spiritual
22 November 2021, 22:58 WIB -
Kejutan
1 Maret 2022, 10:41 WIB -
Belanda Bagian Leluhur Nusantara, namun Harga Mati Penghapusan Penjajahan
9 November 2021, 04:42 WIB -
Brasil vs Chili: Skor 4-0, Kecil Peluang Chili Lolos Piala Dunia 2022
25 Maret 2022, 21:16 WIB


