Ambulan Gratis, Manifestasi Spirit Volunterisme
Semangat berdonasi perlu dikoordinasi dalam wadah yang kredibel agar terbangun kepercayaan masyarakat untuk menitipkan hartanya demi membantu sesama.
Nusantarapedia.net — Ambulan Gratis, Manifestasi Spirit Volunterisme
Kini jiwa-jiwa kerelawanan masyarakat tak diragukan lagi. Semakin hari semakin membuat decak kagum atas pengabdian tanpa lelah yang diberikan kepada masyarakat, bahkan tak mengenal upah.
Berawal dari bencana besar Tsunami Aceh tahun 2004 lalu, seolah dunia kerelawanan mengalami titik baliknya. Semangat kerelawanan muncul di banyak titik sehingga memunculkan entitas-entitas yang membawa bendera atas nama kemanusiaan.
Awal kemunculan kelompok-kelompok relawan, mereka masih bekerja mengandalkan fisik dan hati yang lapang. Seiring perkembangannya, relawan sangat dibutuhkan dalam banyak pekerjaan yang berbasis kedaruratan.
Munculnya ambulan gratis sangat memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan. Selain gratis, juga sigap dalam memenuhi panggilan kedaruratan kapan saja yang dijalankan para relawan yang tak dibayar.
Platform digital kemanusiaan pun juga bermunculan turut memfasilitasi segala bentuk penggalangan dana.

Akhirnya mereka berbenah. Banyak pelatihan dan forum-forum kerelawanan digelar yang memuat tentang prinsip-prinsip kedaruratan dan SOP kerelawanan sehingga semakin memantapkan kerja para relawan.
Profesionalitas relawan sangat diperlukan meskipun aktivitas ini zero profit karena pekerjaan kerelawanan berhubungan erat dengan upaya penyelamatan sehingga setiap relawan hendaknya mengetahui prinsi-prisip kedaruratan.
Dari spirit kerja-kerja relawan, memunculkan spirit masyarakat untuk berdonasi. Donasi adalah pemberian dari seseorang atau badan hukum kepada pihak tertentu, bersifat suka rela dan tanpa imbalan.
Semangat berdonasi perlu dikoordinasi dalam wadah yang kredibel agar terbangun kepercayaan masyarakat untuk menitipkan hartanya demi membantu sesama.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berbagi dan berpartisipasi kemanusiaan, muncul wadah-wadah yang bertugas menggalang dana dari masyarakat.
Platform digital kemanusiaan pun juga bermunculan turut memfasilitasi segala bentuk penggalangan dana. Tentu, penggalangan dana yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di NKRI.
Penggalanganlangan dana yang tidak bertentangan dengan hukum, misalnya; Penggalangan dana untuk bencana, musibah, pengobatan, membantu memenuhi kebutuhan primer (kebutuhan makan, pendidikan).
Penggalangan dana berbasis digital adalah terobosan kemanusiaan yang sangat solutif di tengah rentannya kejahatan oknum dalam pengelolaan keuangan.
Kendati jaminan keamanan tidak 100 persen, setidaknya masyarakat bisa mengakses jumlah dana yang masuk dan keluar. Ini memudahkan komunikasi dan pertanggung jawaban kepada masyarakat terutama para donatur.
Disabilitas, Jangan Eksploitasi (lagi)! (Refleksi Wheel Chair Day)
Kebutuhan akomodasi berupa alat angkut pasien menjadi melonjak tajam seiring berjatuhannya banyak korban. Ambulan, kita biasa menyebutnya.
Ambulan merupakan kendaraan yang dilengkapi perlengkapan dan peralatan medis untuk mengangkut orang sakit (pasien). Kondisi kedaruratan covid beberapa waktu yang lalu melahirkan relawan-relawan yang dengan ikhlas hati menghibahkan kendaraan pribadinya (mobil) untuk dijadikan ambulan darurat.
Akhirnya, kini muncul banyak akomodasi ambulan gratis. Ambulan gratis sebagiannya adalah wujud atau kamuflase dari kendaraan yang dihibahkan para donatur yang kemudian dimodifikasi menjadi kendaraan ambulan betulan dengan segala perlengkapan medisnya.
Munculnya ambulan gratis sangat memudahkan masyarakat dalam memudahkan akses pelayanan kesehatan. Selain gratis, juga sigap dalam memenuhi panggilan kedaruratan kapan saja yang dijalankan para relawan yang tak dibayar.
Setiap ormas keagamaan maupun komunitas daerah sudah mulai menyediakan fasilitas ambulan ini. Kini, tak hanya di kota. Masyarakat desa sangat mudah mengakses informasi ambulan gratis.
Namun, tak dipungkiri masih ada masyarakat desa yang belum teredukasi tentang manfaat dan keuntungan saat mereka menggunakannya.
Masih banyak yang menganggap bahwa ambulan hanya digunakan untuk mengangkut jenazah, atau korban kecelakaan yang sangat parah sehingga masih ada ketakutan untuk memanfaatkannya.
Padahal ambulan gratis ini bisa untuk mengantar periksa regular (tanpa status kedaruratan) ke tempat pelayanan kesehatan bagi mereka yang tidak memiliki alat transportasi. Bisa juga untuk mengantar control kesehatan atau terapi rutin.
Bahkan criteria desa siaga mensyaratkan adanya ketersediaan ambulan desa. Idealnya satu desa terdapat satu hingga dua armada ambulan gratis.
Konsep desa siaga indikatornya, meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Akses ini membutuhkan akomodasi yang selalu siaga. Ketersediaan ambulan gratis tingkat desa menyumbang signifikan terhadap kesehatan ibu dan anak.
Kesehatan ibu berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran. Adanya ambulan desa diharapkan bisa menekan angka kematian ibu dan bayi.
Selain kesehatan ibu dan anak, ambulan desa juga menunjang kesiagaan dalam penanganan bencana, korban kecelakaan, wabah penyakit, penyakit kambuhan, dan kedaruratan lain di desa yang membutuhkan akomodasi segera.
Untuk itu, sebelum mengedukasi warga masyarakat tentang pentingnya ambulan gratis, stake holder desa jauh lebih penting untuk memperoleh edukasi ini terlebih dahulu.
Banyak desa yang belum menerapkan desa siaga. Ketersediaan ambulan gratis masih pada tingkat kecamatan. Itu saja jumlahnya masih sangat terbatas. Untuk itulah, perlu ditingkatkannya edukasi pentingnya ambulan untuk masyarakat oleh pemerintah.
Pergeseran Fungsi Teknologi Digital untuk Misi Kemanusiaan
Caregiver, Antara Kebutuhan dan Pandangan Ketabuan Masyarakat
Rekomendasi
-
Bupati Tolitoli Titip Harapan Pada KRI HIU 634
21 Maret 2022, 21:19 WIB -
Lagi-lagi Penimbunan Minyak Goreng di Tolitoli, Sulawesi Tengah.
17 Maret 2022, 21:59 WIB -
Sendang Senjoyo, dari Fakta Kerajaan, Folklor hingga Sumber Kehidupan
14 November 2021, 22:49 WIB -
Gambar Teknik dan Komunikasi Arsitektur 1
11 Januari 2022, 10:44 WIB -
Aloha ‘Oe, Maluku Tanah Pusaka hingga Pulanglah Uda menjadi Motif Lagu Budaya
3 Februari 2022, 16:25 WIB

