Engkaulah Sesungguhnya Si Durjana

22 Maret 2022, 15:35 WIB

.net — Engkaulah Sesungguhnya Si Durjana

Ragil 74

Engkaulah Sesungguhnya Si Durjana

Ketika kau rampas harga diri dan kehidupanku aku hanya terdiam

meninggalkan belantara tanah kelahiran untuk mencari tempat kehidupan kami yang layak

aku berpindah, tetap kau kejar kau kejar dengan mesin-mesin gergaji kau layangkan kau tumbangkan batang-batang pohon besar tempat aku dan anak ku merangkai kasih sayang

kebiadabanmu kau sembunyikan dengan segala kebusukanmu

!

sumpah serapahmu mengatasnamakan diriku diri anak-anak kami sungguh betapa tak punya naluri belas kasih kepada kami

di lain waktu dalam tempat yang berbeda, kau siksa terus saudara-saudaraku, diikat, di cambuk, dipekik demi sempurnanya tingkah laku ku, untuk kau pertontonkan di hadapan bangsa kalian dalam pementasan yang terlalu menyakitkan, Dunia

betapa aku ingin bertanya kepada Sang Penciptaku?
di mana gerangan letak keadilan ini wahai Sang Waktu …

ketika derap kaki mereka merusak lebat hijaunya rumahku, mengobrak-abrik sumber makananku lalu sebagian kami di tangkap, di cincang dalam rantai membelenggu

wahai Sang Maha Adil tataplah mataku, keringlah sudah air mata berganti darah yang sebentar lagi membeku, membisu, tertelan waktu

Monyet (Ragil74)


Keinginan Yang Tertunda
Melukis Angin

Terkait

Rekomendasi

Terkini