Mengapa Hanya Sehari?
Nusantarapedia.net — Mengapa Hanya Sehari?
Ragil74
Mengapa Hanya Sehari?
Bulan kasih sayang telah tiba, Ramadan yang penuh ampunan keberkahan,
hadir kembali di kehidupan manusia, yang kemarin sempat bermurah dieja dalam kebingungan,
lelah mencari kebahagian semu dunia
Bulan yang selalu dinanti, bagi orang-orang yang mencari kebahagiaan hakiki
Tapi mengapa, semua cerita tentang damai dan indahnya Ramadan,
terkadang cuma kata kiasan
Mereka hanya bercerita
lewat panggung-panggung agenda
berulang cerita usang, direntang dalam kemelut hidup yang membentang
Mengapa Ramadan hanya terasa dalam sehari saja?
Suasana sepinya terasa di sudut-sudut jalanan kota
mereka semua terdiam dalam rumah
damai dalam tenang
tiada di kejar bayang dan angan
Namun, itu hanya sekejap mata, lalu dunia kembali hingar bingar, seolah semua itu hanya seremoni belaka
Mengapa hanya sehari?
Kembali susuri jalan memori,
Ramadan ingatkan kembali
berlumur dosa mengental dalam kepenatan rusuhnya helat dunia
Ya Rabb … di ujung Ramadan Mu
aku selalu menangis
bulan penuh kasih cepat berlalu Ramadan damai tenang dan suci
Kucoba, tak pernah mengkhianati kesetiaan Mu
dalam setiap tarikan nafasku
dalam terasa aliran darahku
aku tahu …
Engkaulah semua yang menggerakkan.
Tradisi Padusan dan Pergeseran Nilainya
Jalan Daendels Pantura, Jadikan Jawa Sebagai Kota Terpanjang Dunia
50+ Tradisi Nusantara di Bulan Sya’ban dan Ramadan (1)
Rekomendasi
-
Dokter Terawan Dipecat dari IDI, Ini Alasannya
29 Maret 2022, 10:32 WIB -
Mataram Kartasura, Lahir dan Tumbuh dengan Pecah Belah (3)
9 Maret 2022, 18:36 WIB -
Rumah Domes, Kenangan Gempa Yogyakarta
17 Januari 2022, 16:19 WIB -
Bupati Tolitoli Titip Harapan Pada KRI HIU 634
21 Maret 2022, 21:19 WIB -
Polres Tolitoli Bersama TNI Dan Puskesmas Kembali Menggelar Vaksinasi 1000
30 Maret 2022, 21:08 WIB


