Mengapa Hanya Sehari?

4 April 2022, 13:29 WIB

Nusantarapedia.net — Mengapa Hanya Sehari?

Ragil74

Mengapa Hanya Sehari?

Bulan kasih sayang telah tiba, yang penuh ampunan keberkahan,
hadir kembali di kehidupan manusia, yang kemarin sempat bermurah dieja dalam kebingungan,
lelah mencari kebahagian semu dunia

Bulan yang selalu dinanti, bagi orang-orang yang mencari kebahagiaan hakiki

Tapi mengapa, semua cerita tentang damai dan ,
terkadang cuma kata kiasan

Mereka hanya bercerita
lewat panggung-panggung agenda
berulang cerita usang, direntang dalam kemelut hidup yang membentang

Mengapa hanya terasa dalam sehari saja?

Suasana sepinya terasa di sudut-sudut jalanan kota
mereka semua terdiam dalam rumah
damai dalam tenang
tiada di kejar bayang dan angan

Namun, itu hanya sekejap mata, lalu dunia kembali hingar bingar, seolah semua itu hanya seremoni belaka

Mengapa hanya sehari?

Kembali susuri jalan memori,
ingatkan kembali
berlumur dosa mengental dalam kepenatan rusuhnya helat dunia

Ya Rabb … di ujung Mu
aku selalu menangis
bulan penuh kasih cepat berlalu damai tenang dan suci

Kucoba, tak pernah mengkhianati kesetiaan Mu
dalam setiap tarikan nafasku
dalam terasa aliran darahku
aku tahu …
Engkaulah semua yang menggerakkan.

Tradisi Padusan dan Pergeseran Nilainya
Jalan Daendels Pantura, Jadikan Jawa Sebagai Kota Terpanjang Dunia
50+ Tradisi Nusantara di Bulan Sya’ban dan Ramadan (1)

Terkait

Rekomendasi

Terkini