Peradaban Palestina-Israel dalam Linimasa, Masa Abraham hingga Nabi Muhammad (1)

Peradaban yang dimaksud sejak berkembangnya era baru timbulnya kepercayaan monotheisme dari sebelumnya konsep religi polytheisme berupa mitologi-mitologi. Defini ini disebut sebagai agama Abrahamik.

25 Maret 2022, 11:54 WIB

Nusantarapedia.net — Peradaban Palestina-Israel dalam linimasa, masa hingga Nabi Muhammad.

Episentrum kebudayaan dunia berawal dari tanah Palestina-Israel. Sebelum menyebar ke berbagai benua dalam konteks bermulanya konsep religi hingga pembentukan agama-agama.

Peradaban yang dimaksud sejak berkembangnya era baru timbulnya kepercayaan monotheisme dari sebelumnya konsep religi polytheisme berupa mitologi-mitologi. Defini ini disebut sebagai agama Abrahamik.

Genetik Abraham berasal dari suku di wilayah kebudayaan Mesopotamia, diduga sebagai suku Ur Kasdim pada wilayah kebudayaan Sumeria-Mesir.

Israel dan Palestina adalah negara di Timur Tengah yang mendiami teritori yang sama, berbatasan dengan Mesir, Jordania, Syiria dan Lebanon. Terletak di pesisir laut tengah, laut mati, sungai Jordan, danau Tiberias dan gurun pasir Sinai.

Wilayah pesisir Gaza merupakan penghubung antara Asia, Afrika, Eropa, dan dunia Timur-Barat. Sangat strategis sebagai jalur pembuka pintu dunia.

Merupakan jalur diaspora kebudayaan dunia. Suku bangsa dunia bertemu dan membangun peradaban di wilayah ini sebelum dan sesudah menyebar ke semua Benua. Aneksasi cultural di dalamnya menjadikan rumit dalam definisi kebudayaan dan pembidangan sosiologis.

Terjadilah akulturasi, asimilasi dan amalgamasi genetik dunia. Dengan demikian, apabila terjadi dikotomi antara timur dan barat itu salah satu strategi untuk memenangkan hegemoni kekuasaan. Tetapi, disitulah sebagai awal peradaban dunia lahir, yang saat ini menjadi bentuk tatatan baru peradaban dunia dari masa formativ kebudayaan di Palestina-Israel.

Kelahiran kefahaman yang disimpulkan sebagai agama samawi dan ardi, konsep mitologi dan aneka religi bermula di wilayah ini. Serangkaian konflik saat ini yang mengatasnamakan agama adalah variabel saja, namun yang paling pokok bahwa secara geografi wilayah ini merupakan pintu dunia. Pintu yang dimaksud menjadi penting karena terhubung dengan banyak akses sosiologis dunia. Disitulah bila konflik Palestina-Israel dibedah dalam view percaturan global, tetapi narasi agama tetap include didalamnya.

Tak heran, konflik terus terjadi, melibatkan banyak kubu dan sentimen SARA dari berbagai bangsa dan negara. Juga karena kepentingan geostrategi dan politik dewasa ini oleh bangsa-bangsa super power dunia, karena alasan sebagai “pintu,” tersebut.

Berikut rangkuman garis waktu peradaban Palestina-Israel dengan tokoh sentralnya, serta dampak dan eskalasi kebudayaannya yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan.

I Tahun 2000-1761 SM Masa Abraham

1) Israel

Belum disebutkan istilah Israel. Kedatangan Abraham dari Mesir ke di kota Jerussalem sebagai Nabi utusan Allah, juga diselamatkan Allah atas siksaan raja Namrud di Mesir.

Genetik Abraham berasal dari suku di wilayah kebudayaan Mesopotamia, diduga sebagai suku Ur Kasdim pada wilayah kebudayaan Sumeria-Mesir.

Suku pribumi di Jerusalem, merupakan bagian dari suku . Awal mula suku atau dari genetika keluarga Ur Kasdim di wilayah Mesopotamia di tanah Kanaan. Kanaan yang dimaksud adalah Palestina-Israel saat ini.

Konsep Yahudi dalam bentuk sederhana lahir, berawal dari konsep kebudayaan Ibrani. Pra dan pasca kedatangan di Kanaan, orang-orang Ur Kadim menamakan bangsa Ibrani.

2) Palestina

Suku Kanaan mendiami wilayah yang saat ini bernama Palestina-Israel, Lebanon, Yordania, Suriah dan sebagian Timur Laut Mesir (istilah modern).

Suku diaspora berasal dari kebudayaan Minoa (Yunani) 3000 SM di pulau Kreta (kebudayaan pertama eropa). Migrasi ke Kanaan sedikit lebih awal dengan kedatangan Abraham, selanjutnya membangun kota pesisir Gaza (bangsa pelaut).

Suku diaspora membangun komunikasi dengan Abraham yang pertama tahun 2000 SM. Menghasilkan amalgamasi suku Palestina bergenetik Kanaan dan , juga berdiri sendiri-sendiri.

Konsep Yahudi dalam bentuk sederhana lahir, sebagai proses awal konsep polytheisme ke monotheisme. Namun cenderung benturan dengan teologi polytheisme Kanaan.

Pada periode Abraham sampai Ishaq dan Ya’qub, perseteruan suku sudah terjadi antara Kanaan, atau Palestina dan keluarga Ur Kasdim (Abraham).

Pada masa awal ini, atau masa Abraham terjadi dari tahun 2000 SM hingga masa Ishaq tahun 1761 SM, selama hampir 250 tahun.

II Tahun 1761- 1638 SM
Masa Ishaq

Ishaq dalam Tanakh Yahudi dan Alkitab Nasrani, merupakan putra satu-satunya Abraham, lahir dan meninggal di Kanaan.

Ishaq berputra Esau dan Ya’qub. Pesan Abraham, Ya’qub tidak boleh kawin dengan wanita Palestina (Kanaan+Filistin), sedangkan Esau beristri dua wanita Palestina, karena penduduk Palestina (Kanaan+Filistin) kurang beriman sesuai ajaran Ibrani Abraham (Ur Kadim), yang lebih ke teologi polytheisme.

Dari genetik Esau lahir amalgamasi suku Palestina, campuran suku Kanaan, Filistin dan Ur Kadim dari Mesopotamia.

Pada masa ini, proses pewahyuan ajaran-ajaran hidup dari Tuhan terus berlangsung melalui pengalaman spiritual Abraham, Ishaq, Esau dan dilanjutkan oleh Ya’qub.

III Tahun 1638-1527 SM
Masa Ya’qub alias Israel

Ya’qub menikah dengan suku Ur Kadim untuk menjaga kemurnian gen. Berputra 12, setiap anak menjadi kelompok suku yang besar. Kedua belas suku tersebut disebut sebagai Bani Israel.

Pada masa inilah istilah Israel lahir, yang berarti semua keturunan Santo atau Nabi Ya’qub, sebelumnya bernama Ibrani. Jadi Ibrani dan Israel adalah kaum yang sama.

Pada masa Abraham-Ishaq dan Yaqub, negeri Kanaan didiami oleh suku Kanaan, Filistin atau Palestina, cenderung dengan konsep polytheismenya. Konsep Ibrani-Yahudi cenderung diabaikan, akibatnya gesekan kefahaman terus terjadi antara kefahaman tradisional Palestin dengan ajaran baru yang bersumber dari pewahyuan Tuhan yang diterima oleh keturunan Abraham.

Pada masa ini kerajaan Zudea dengan teologinya Yudaisme dan kerajaan Israel terus membentuk format Yahudi, sebagai dampak demografi 12 suku Bani Israel dan amalgamasinya.

Dengan demikian, pewahyuan Tuhan yang diterima Abraham hingga Ya’qub alias Israel yang selanjutnya membentuk menjadi ajaran Yahudi, terjadi selama 473 tahun, dari tahun 2000 hingga 1527 SM.

Selanjutnya, Nabi Musa melanjutkan tradisi Ya’qub.

IV Tahun 1527-1407 SM
Masa Nabi Musa

Pada era ini suku Bani Israel di Kanaan dilanda bencana kelaparan, mengakibatkan pindahnya keluarga Bani Ismail ke Mesir dan bekerja sebagai budak pada pemerintahan Firaun.

Sebagian suku Bani Israel tetap berada di Kanaan. Pada masa ini hampir seluruh negri dikuasai oleh dinasti Firaun Mesir yang sedang gencar-gencarnya membangun dan membutuhkan banyak pekerja kasar.

Musa lahir di Mesir, satu gen dengan Bani Israel dari suku Ur Kadim (Ibrani), bertekad melepaskan Bani Israel atas perbudakan Mesir. Perang demi perang melawan Firaun terjadi, hingga peristiwa laut dibelah dengan tongkat Musa atas pengejaran tentara Firaun. Melalui perang yang panjang akhirnya Bani Israel bisa keluar dari perbudakan Firaun.

Musa bersama Harun dan semua keluarga Bani Israel keluar dari Mesir Firaun untuk mengembara, tujuannya pulang menuju tanah yang dijanjikan Allah, yaitu Kanaan (Palestina), pendudukan Kanaan.

Pengembaraan Musa dan keluarga Bani Israel berlangsung 40 tahun lebih. Dalam masa pengembaraan, Musa telah melewati peristiwa besar dan peperangan dengan suku-suku yang dilalui, lebih dari 28 peristiwa dan tempat.

Peristiwa di Gunung Sinai dan Kemah Suci diantaranya. Di tempat ini Musa menerima wahyu dari Tuhan, mencatatkan lima kitab penting yang menjadi awal lahirnya konsep agama Nasrani.

Musa seorang penceramah agama, panglima perang dan hakim yang adil. Selama pengembaraannya, pengajaran teologi tentang kelahiran, pelayanan, bimbingan dilakukannya di kemah-kemah suci.

Pada tahun ke-40 pengembaraannya, sampailah di negri Kanaan, namun negri sudah dipenuhi dengan benteng-benteng, dikuasai oleh suku Kanaan, Filistin dan campurannya, serta suku Amalek yang masih saudara dengan Bani Israel keturunan Yakub. Musa gagal masuk Kanaan.

Yusuf yang juga keturunan Yakub meninggal saat pertempuran di Mesir, dan jenazahnya turut dibawa selama pengembaraan. Jenazah Yusuf dibawa ke Kanaan kembali sebagai tanda penyambung keutuhan ajaran Ketuhanan Bani Israel.

V Tahun 1407-1460 SM
Masa Yosua bin Nun

Yosua atau Joshua adalah penerus dari Musa, melanjutkan misi masuk wilayah Kanaan yang dikuasai raja Yericho (kota Jericho tepi barat).

Yoshua membawa kefahaman turunan Musa yang selanjutnya menjadi Yudeo-Kristen. Keberhasilan Yosua dalam pertempuran Yeriko dibantu oleh seorang pelacur/sundal yang bernama Rahab. Keberhasilan menakhlukkan kota Yeriko mengubah kefahaman yang dianut masyarakat Yericho dengan ajaran Nabi Musa (Kristen).

Masyarakat Kanaan pada waktu Raja Yericho memerintah dengan ajaran polytheismenya yang masih kuat, ajaran yang diwariskan oleh Bani Israel (konsep Yahudi) belum berkembang luas. Atau bisa ditafsirkan, pewahyuan Tuhan dari masa Abraham sampai masa Musa-Joshua belum dinamakan atau membentuk Yahudi atau Kristen, tetapi pewahyuan tersebut yang menjadi cikal bakal kelahiran Yahudi dan Kristen secara institusional.

Pada masa ini ada pergulatan pewahyuan, ada perintah dari Tuhan agar suku-suku yang ada di Kanaan untuk dihabiskan, namun urung. Juga ditafsirkan bahwa perang atau pembunuhan itu untuk menguji keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan. Penafsirannya, memang terjadi peperangan dan pembunuhan tetapi tidak pada level bumi hangus.

Yoshua membangun altar di gunung Ebam.

(bersambung bagian 2)

Resepsi Budaya Bhairawa Tantra dan Sadranan, hingga Slametan Kendurenan (1)
Kronik Kali Opak, dalam Romantisme, Manajemen Air dan Gempa (1)

Terkait

Rekomendasi

Terkini