Tips Beternak Sapi
Sapi, obyek garap berupa makhluk hidup yang pengelolaannya membutuhkan asupan pangan untuk bertahan hidup dan berdaya jual
Nusantarapedia.net — Tips Beternak Sapi. Menggeluti bidang peternakan harus memiliki ilmu yang memadai, karena obyek garap berupa makhluk hidup yang pengelolaannya membutuhkan asupan pangan untuk bertahan hidup dan berdaya jual. Hidup dan berdaya jual. Dua term yang menuntut profesionalitas. Hidup saja tak cukup, harus bisa berdaya jual. Sapi, Sapi merupakan hewan ternak yang mudah untuk dibudidayakan. Meskipun mudah, ilmu dalam pengelolaannya tetap diperlukan.
“Oleh sebab itu, hewan ternak tropis, seperti sapi dapat bertahan hidup tanpa air minum dengan mengandalkan air dari pakan hijauan yang dikonsumsinya. Namun, untuk bahan pakan berupa biji-bijian, kandungan airnya lebih sedikit sekitar 10-25 % saja.”


Bagaimana agar sapi ternak itu berkembang dengan baik? Tumbuh kembang sapi ternak, tak hanya membutuhkan asupan makanan yang bergizi. Lalu apa saja hal-hal yang mendukung penggemukan sapi ternak? Untuk memperoleh sapi yang gemuk dan sehat setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan;
- Kebersihan kandang
Kandang hewan jelas identik dengan bau dan kotor, terlebih sapi dengan jumlah kotoran yang lebih banyak dari hewan peliharaan yang lain. Namun kebersihan kandang harus tetap diupayakan. Hal ini sangat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang sapi itu sendiri. Kebersihan kandang meliputi; kebersihan lantai, ketersediaan air, sanitasi, sirkulasi udara dan penerangan.
Kebersihan lantai, juga mencakup kebersihan tempat pakan. Menjaga tempat pakan dari kelembapan atau tumpahan air. Jika rumput atau jerami sudah kiranya tak lagi dikonsumsi sapi, atau sudah pakan kemarin-kemarin, hendaknya segera dibersihkan dan dibuang kemudian diganti pakan yang masih segar. Sisa pakan yang membusuk akan menimbulkan bau yang tak sedap dan menimbulkan penyakit.
Sering-sering membersihkan lantai kandang dari kotoran sapi adalah sangat penting. Kotoran yang menempel pada kulit atau rambut sapi –sering ada yang sampai menebal- akan mengganggu kenyamanan sapid an menyulitkan sapi untuk mengatur suhu tubuhnya. Dengan sering membersihkan kotoran sapi juga akan mengurangi bau di kandang.
Ketersediaan air, selain untuk keperluan minum dan memandikan sapi, air juga untuk sangat mendukung kepentingan sanitasi. Pengelolaan kotoran tak lepas dari keberadaan air, mulai dari untuk mengepel lantai kandang yang membutuhkan banyak air bersih hingga pengolahan kotoran sapi menjadi sumber energi. Ada beberapa kandang komunal (kandang bersama) yang mengupayakan kotoran sapi diolah menjadi biogass yang pengolahannya cukup di area kandang.
Sirkulasi udara dan penerangan, kunci lain untuk mencapai kualitas sapi yang baik adalah ketersediaan oksigen yang cukup di dalam kandang. Sapi butuh makan, minum dan bergerak. Semua itu digerakkan olah perintah otak. Oksigen dibutuhkan oleh otak untuk dapat bekerja dengan baik, sehingga ketika suplai oksigen ke otak sapi sudah terpenuhi, maka otak akan memerintahkan organ lainnya untuk dapat bergerak melakukan berbagai aktivitas seperti makan, minum, tidur, dan lain sebagainya.
Ketersediaan oksigen berkaitan dengan sirkulasi udara. Kandang harus memenuhi standar kebutuhan sirkulasi udara agar bisa memenuhi kebutuhan oksigen ternak. Sirkulasi udara yang cukup akan membuat ternak sehat dan nyaman dalam melakukan aktivitas. Begitu juga penerangan. Penerangan yang cukup akan memeberikan kenyamanan pada ternak dalam melakukan aktivitas.

- Kualitas dan kuantitas pakan sapi
Pakan utama sapi hanyalah rumput (rumput benggala, rumput gajah, rumput raja, tanaman lamtoro, kolonjono, gamal, kaliandra, dan centro). Untuk pakan alternatif sangat tidak dianjurkan. Minum sapi idealnya 2 sampai 3 kali sehari. Sapi memerlukan air sekita 25 hingga 40 liter per hari.
Kebutuhan air tergantung pada beberapa factor seperti dari jenis apa sapi tersebut, kondisi iklim, tempat bermukim sapi tersebut, umur sapi dan jenis pakan yang di berikan. Sapi yang berumur lebih muda cenderung lebih banyak membutuhkan air dibandingkan dengan yang lebih tua.
Komposisi air minum sapi biasanya terdiri dari air dan campuran bekatul, bren, ampas tahu, ampas singkong, singkong, ampas onggok dan garam. Komposisi tersebut sangat mendukung perkembangan sapi. Akan tetapi, pemenuhan kebutuhan air pada sapi begitu beragam sesuai dengan kondisi alam dan ketersediaan sumber pangan di daerah masing-masing.
Dikutip dari elinotes.com, pada dasarnya semua bahan pakan mengandung unsur air. Untuk bahan pakan kasar seperti hijauan segar atau rerumputan tropis kandungan airnya cukup tinggi, hingga 85 %.
Oleh sebab itu, hewan ternak tropis, seperti sapi dapat bertahan hidup tanpa air minum dengan mengandalkan air dari pakan hijauan yang dikonsumsinya. Namun, untuk bahan pakan berupa biji-bijian, kandungan airnya lebih sedikit sekitar 10-25 % saja.

- Pemeriksaan kesehatan sapi berkala
Pemeriksaan kesehatan rutin pada sapi sangat penting agar tetap sehat dan produktif, terlebih sapi potong untuk kurban.
Seperti dikutip dari medion.co.id, untuk mengenali kondisi ternak yang kurang baik, kita perlu mengamati tingkah laku ternak dan melakukan pemeriksaan. Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti nafsu makan, kondisi area sekitar (pengamatan feses, urin, ada tidaknya darah), kondisi fisik (ternak nampak segar atau lesu dan lemas), mengamati lebih jeli pada kondisi ternak (hidung, kejernihan mata dan rambut ternak), mengamati cara ternak berdiri dan bergerak, jalan normal atau pincang, ada tidaknya luka atau pembengkakan. Jika ternak terlanjur sakit tentu akan menyebabkan kerugian ekonomi, seperti;
Penurunan bobot badan, Gangguan pertumbuhan (pertambahan berat badan harian menjadi lebih rendah), Penurunan nafsu makan & efisiensi pakan, Penurunan kualitas daging, kulit dan jeroan, Penurunan harga jual ternak, Peningkatan biaya pengobatan, Penurunan status reproduksi (dewasa kelamin atau umur beranak pertama terlambat, calving interval atau jarak antar kelahiran menjadi lebih panjang), Penurunan kekebalan tubuh, sehingga ternak lebih rentan terinfeksi penyakit, Penularan pada manusia (zoonosis). Pada kasus yang parah dapat menyebabkan kematian.
Transformasi Pertanian Subsisten Menuju Kapitalisasi Industri Pertanian Mandiri
Ternyata Begini! Rahasia Menanam Cabai Rawit Yang Benar
Menanam Bawang Merah di Rumah, Panen Sendiri Lebih Puas Dibanding Hasil Beli
Rekomendasi
-
Hindari Kemacetan Pemda Kampar Pusatkan Pasar Ramadan Di Pasar Bawah Bangkinang
2 April 2022, 09:18 WIB -
Jelang Ramadhan Polres Tolitoli Gelar Patroli Dialogis
29 Maret 2022, 07:41 WIB -
Aktivitas Ibadah Bulan Ramadan yang Selalu Dirindukan
7 April 2022, 14:18 WIB -
Suka Belanja Online Bayar di Tempat? Inilah Tips Aman dan Nyaman Saat Belanja Sistem COD
5 Maret 2022, 22:29 WIB -
Candi Banyunibo, Simbol Sakralitas Keheningan
16 Januari 2022, 21:04 WIB