Buruh Tanam Bawang, Wanita Pejuang Rupiah

Bila para juragan lokal merugi, ibu-ibu pejuang rupiah, para wanita kuat, si buruh tani juga ikut sedih

1 April 2022, 22:07 WIB

Nusantarapedia.net — , wanita pejuang rupiah.

Matahari belum meninggi, hari masih terlihat pagi, sekelompok petani dengan berseri menyambut hangatnya mentari.

Nampak di guratan wajah, wajah para wanita pejuang rupiah keluarga. Dengan cekatan, tanpa banyak kata, bekerja di permukaan tanah yang sudah rajin tertata.

“Harapannya, semoga harga bawang merah terus stabil, terlebih bawang merah lokal dari petani di Brebes, Pemalang dan sekitarnya sebagai sentra industri pertanian bawang. Jangan sampai bawang merah impor mendominasi, yang akhirnya menjadikan harga bawang lokal anjlok.”

Sekelompok wanita kuat, datang dari tanah kelahiran yang jauh, bersimbah peluh, tanpa sedikit pun mengeluh, dengan cekatan tangan-tangan terampil menanam butir demi butir bibit bawang merah di hektaran lahan yang subur, berlatar belakang lereng gunung.

Mereka mulai bekerja di saat orang lain belum terjaga dari tidurnya.

Para buruh tani bawang dari desa Pesantunan, kecamatan Wanasari, kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Menanam bawang di lahan desa Mengori, Pemalang Kota, mereka para perantau buruh tani bawang merah, lahan yang di garap milik Haji Udin, seorang juragan bawang dari Brebes.

Dengan upah borongan, lahan bawang seluas satu “bahu,” di upahi 1.7 juta dengan dikerjakan 33 wanita buruh tanam di lahan bawang.

Satu bahu setara dengan 6096-7400 meter persegi, ada pula yang menyamakannya dengan 0,8 ha. 

Menurut Hasanah dan Salamah dua wanita buruh tanam yang bekerja bersama 33 wanita buruh lainnya, lahan seluas itu bisa dikerjakan dalam waktu sehari, dari pagi hingga petang hari.

Desa Mengori merupakan lahan bawang merah, kebanyakan penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Akan tetapi, lahan pertanian bawang merah di Mengori dan Pemalang umumnya, tenaga tanamnya kebanyakan di datangkan dari kota bawang yaitu Brebes.

Betapa sebuah nama sungguh berarti, banyak dari Brebes di datangkan di lahan bawang di daerah Pemalang. Yah, karena Brebes terkenal dengan bawangnya, tangan terampil mereka sebegitu spesialisnya perihal bawang, “Brebes penghasil bawang.”

Harapannya, semoga harga bawang merah terus stabil, terlebih bawang merah lokal dari petani di Brebes, Pemalang dan sekitarnya sebagai sentra industri pertanian bawang. Jangan sampai bawang merah impor mendominasi, yang akhirnya menjadikan harga bawang lokal anjlok.

Bila para juragan lokal merugi, ibu-ibu pejuang rupiah, para wanita kuat, si buruh tani juga ikut sedih. (Ragil74)

Menanam Bawang Merah di Rumah, Panen Sendiri Lebih Puas Dibanding Hasil Beli
Transformasi Pertanian Subsisten Menuju Kapitalisasi Industri Pertanian Mandiri

Terkait

Rekomendasi

Terkini