FX Rudyatmo Dijatuhkan “Sanksi Peringatan Keras dan Terakhir” oleh DPP PDIP
"Bapak Rudi ini adalah kader senior, maka tentu sanksi juga harus lebih berat, karena itu kita jatuhkan sanksi peringatan keras dan terakhir pada saudara FX Rudyatmoko, saya serahkan ini (surat),"

Nusantarapedia.net, Jakarta — Hanya berselang dua hari dari sanksi yang dijatuhkan kepada kader PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dijatuhi sanksi berupa teguran lisan dari DPP PDIP Bidang Kehormatan. Kini giliran FX Rudyatmo, kader PDIP yang juga mantan Walikota Solo dijatuhi sanksi serupa, namun justru lebih berat. Sanksi tersebut berupa; “Sanksi Peringatan Keras dan Terakhir.”
FX Rudyatmo dijatuhkan sanksi tersebut karena turut serta menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden. Sebelumnya, Ganjar Pranowo dijatuhkan sanksi karena pernyataannya siap menjadi calon presiden (capres) 2024.
Sebelumnya, FX Rudyatmo sempat ditegur oleh DPP PDIP soal dukungannya terhadap pencalonan presiden (pencapresan) Ganjar Pranowo, hingga sanksi “keras dan terakhir” dijatuhkan hari ini, Rabu siang (26/10/2022).
FX Rudyatmo datang memenuhi undangan DPP PDIP untuk konsolidasi partai hingga agenda klarifikasi terkait hal tersebut. Kemudian melalui konferensi pers, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jl P. Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2022), FX Rudyatmo menerima sanksi yang dibacakan dan diberikan secara legal oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun dengan “Surat Keputusan” yang diberikan kepada FX Rudyatmo.
Dalam pembacaan dan penyampaian pidato ihwal tersebut di atas, dilakukan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun, dan FX Rudyatmo sendiri.
Berikut pernyataan dari ketiganya. Dimulai dari narasi pidato yang disampaikan oleh Hasto Kristiyanto dengan narasi normatif cita-cita/arah PDIP dalam manajemen internal partai khususnya dan umumnya dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Jadi pada kesempatan ini kami tegaskan, bahwa PDI Perjuangan ini memiliki tanggung jawab yang besar bagi bangsa dan negara, bagi kemajuan dan kepemimpinan Indonesia Raya kita. Ada yang menganalogikan PDI perjuangan ini bagaikan rangkaian gerbong kereta api dengan lokomotifnya untuk membawa Indonesia Raya kita, dan di dalam rangkaian gerbong itu, ada gerbong yang menarasikan agar ideologi Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kemudian Kebhinekaan Indonesia dan NKRI betul-betul menjadi pilar komitmen di dalam membangun seluruh jati diri kita sebagai bangsa pemimpin,” kata Hasto.
Lanjut Hasto, “Ada gerbong juga yang membahas tentang bagaimana pola pembangunan semesta berencana, suatu desain bagi masa depan, dan kemudian desain masa depan itu mewujudkan Trisakti Bung Karno. Ada juga gerbong yang membangun komitmen PDI Perjuangan untuk berpihak pada wong cilik kaum marhaen, karena rakyat adalah cakrawati partai. Ada gerbong juga yang menyiapkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi, riset dan inovasi betul-betul menjadi jalan kemajuan bagi Indonesia kita. Ada gerbong untuk menyiapkan para pemuda-pemudi Indonesia, para mahasiswa yang dipersiapkan sejak dini sebagai calon-calon pemimpin agar kita betul-betul menjadi bangsa yang hebat.”