Padasan, Antara Kekayaan Sejarah dan Pesan Pandemi

20 Februari 2022, 21:46 WIB

Nusantarapedia.net, Antara Kekayaan Sejarah dan Pesan Pandemi

Semua virus hanya bisa dilawan dengan imunitas yang kuat dan menerapkan pola hidup bersih. Bencana covid-19 telah mengajarkan kita betapa protokol kesehatan itu bukan jargon semata. Faktanya sekarang mencuci tangan sesering mungkin telah menjadi gaya hidup tak terbantahkan.

Mencuci tangan bukan sekadar anjuran tenaga kesehatan dan juga bukan lagi semata slogan yang menempel di tempat-tempat umum.

Menengok sejarah, budaya bersih diri ini sudah ada dan sudah dijalankan hingga menjadi kebiasaan baik orang-orang terdahulu jauh sebelum pandemi datang, ingat waktu dulu, selalu ada wadah air dari tanah liat yang bernama yang diletakkan dekat sumur.

Bagi muslim selain berfungsi sebagai tempat air wudhu, juga berfungsi untuk dan kaki yang praktis. Anggota keluarga yang baru datang dari bepergian biasanya menuju dan mencuci tangan. Terlebih sebelum menghadapi hidangan.

Selain padasan, bisa kita lihat pula letak kamar mandi yang bertempat terpisah dengan rumah. Hal ini secara filosofis, orang lain selain keluarga penghuni rumah boleh menggunakan kamar mandi tanpa harus melanggar batas privasi karena masuk ke dalam rumah. Maksud lain penempatan terpisah adalah seseorang wajib membasuh diri hingga bersih sebelum memasuki rumah. Hal ini berangkat dari sebuah keyakinan bahwa seseorang yang telah bergulat dengan dunia luar berarti telah banyak berinteraksi dengan sawan.

Sawan adalah energi negatif dari luar yang diyakini akan menyebabkan keburukan dalam keluarga (penyakit, bencana, atau musibah). Untuk itulah membersihkan diri sebelum masuk rumah dan berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain, wajib untuk bersih diri di kamar mandi.

Sawan itu mitos? Bisa jadi. Namun pesan moral yang terkandung merupakan bagian dari kekayaan sejarah kearifan lokal yang perlu dijaga. Dan yang lebih penting lagi spirit untuk bersih diri demi menjaga diri dari “kotoran” itu yang patut dilestarikan.

Faktanya kita sangat susah menerapkan pola hidup bersih dengan sering-sering di tengah-tengah aktivitas kita di masa -19 ini. Kesibukan sering melenakan manusia modern dari menjaga kesehatan diri seperti ketidak teraturan pola makan, jam istirahat hingga pola hidup bersih minimal sering .

Nenek moyang kita selain seorang pelaut, ia juga seorang yang sangat menjaga kebersihan. Menjaga energi positif dalam diri agar tak terkontaminasi oleh energi negatif (sawan).

Kini, kita kembali ke masa dulu dimana padasan (sekarang banyak berkamuflase menjadi ember ber-kran) menjadi perlengkapan yang wajib ada di luar rumah.

Kini, tujuannya bukan lagi untuk menghalau sawan, tapi sebagai pengingat bahwa kita sedang dalam kondisi darurat wabah. Dan mencuci tangan adalah bagian penting dari upaya pencegahan penyebaran wabah tersebut. Yuk, rajin !

Tips Diet Alami
CTEV, Gejala, dan Penanganannya
Temper Tantrum Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Terkait

Rekomendasi

Terkini