Indonesia “The Bright Spot” Menuju 2023, Disaat Dunia Gelap Gulita

Namun demikian, justru Indonesia diprediksi akan selamat dari jurang resesi 2023. Peta jalan saat ini dengan bekal angka inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang justru tinggi, serta kepercayaan investor yang berinvestasi di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia justru berada pada dan menjadi "Titik Terang" (The Bright Spot) bagi dunia

20 Oktober 2022, 08:58 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Dunia saat ini sedang dalam situasi “ketidakpastian global.” Ketidakpastian global pada banyak hal sebuah keniscayaan telah dan akan membuat kejatuhan negara-negara dunia saat ini dan utamanya tahun 2023 benar-benar ambruk ke dalam jurang resesi.

Isu krisis pangan, krisis energi, krisis geopolitik antar negara, hingga krisis ekonomi dan keuangan yang telah dimulai saat ini benar-benar sebagai peta jalan menuju resesi.

Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, memaksa bank sentral menaikkan suku bunga. Inflasi terjadi dimana-mana, hingga ketersediaan stok pangan dunia ikut terganggu sebagai dampak perubahan iklim.

Belum lagi sebanyak 54 negara terjerat hutang yang resikonya gagal bayar, dimana di dalamnya adalah rumah bagi penduduk miskin dunia.

Pada bidang investasi, investor juga enggan menanam modal dalam situasi yang tidak pasti.

Namun demikian, justru Indonesia diprediksi akan selamat dari jurang resesi 2023. Peta jalan saat ini dengan bekal angka inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang justru tinggi, serta kepercayaan investor yang berinvestasi di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia justru berada pada dan menjadi “Titik Terang” (The Bright Spot) bagi dunia. Indonesia selamat! Indonesia penerang kegelapan!

Setidaknya hal tersebut yang sering diucapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden Jokowi, juga para pejabat lainnya.

Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan, menjelaskan hal tersebut pada diskusi bersama Martin Wolf, Ekonom Financial Times pada acara Financial Times - Citibank Strategic Forum: Restoring Global Growth and Economic Stability di Washington, D.C. (15/10), yang diunggah di akun Instagram @smindrawati, menuliskan;

“Saat dunia dilanda pandemi dan kemudian menghadapi kondisi geopolitik, Indonesia sibuk dan fokus melakukan reformasi di berbagai bidang: pasar tenaga kerja, kemudahan berbisnis, perubahan iklim, harmonisasi peraturan perpajakan, hubungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk reformasi sektor keuangan yang saat ini sedang berlangsung. Indonesia sangat fokus dalam membangun fundamental ekonomi yang kuat.”

“Situasi geopolitik telah memicu gangguan pasokan (supply) sehingga menimbulkan tekanan inflasi di berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Kenaikan harga energi yang diikuti dengan penambahan subsidi. Kerjasama dengan pemerintah daerah dilakukan untuk meredam tekanan inflasi dari sisi penawaran. Tak hanya inflasi yang terjaga, produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia telah berada di atas level sebelum terjadi pandemi Covid-19.”

“Sebagai Presidensi G20 tentu hal ini meningkatkan kredibilitas Indonesia,” tulis Sri Mulyani.

Terkait

Terkini