Inilah “Bakdan Sapi 2024” Masyarakat Mlambong Boyolali! Guyub Rukun Wujud Syukur
Nusantarapedia.net | BOYOLALI, JATENG — Masyarakat Dukuh Mlambong dan sekitarnya, Desa Sruni, Musuk, Boyolali, mengadakan acara tahunan berupa “Tradisi Arak-arakan Sapi 2024” atau disebut “Lebaran Sapi”, juga “Bakdan Sapi”.
Event tahunan ini digelar Rabu, (17/04/2024) pagi, dimulai sekira pukul 07:00 WIB sampai pukul 10:00, di sepanjang jalan desa Dukuh Mlambong. Event ini diselenggarakan di hari ke-8 bulan Syawal, bertepatan dengan tradisi lebaran syawalan atau bakdo kupat, yang mana lebaran syawalan/kupatan dilaksanakan pada seminggu setelah hari raya Idul Fitri 1445 H pada Rabu, (10/04/2024) yang lalu.
Tradisi ini diselenggarakan oleh Paguyuban Kawula Muda (PKM) Dukuh Mlambong, diikuti oleh warga persatuan padukuhan, yaitu Dukuh Mlambong, Rejosari, Gedongsari, juga Dukuh Wanajati dan Tegalsari, di wilayah RW (Rukun Warga) 004, RT (Rukun Tetangga) 003, 004, 005 dan 006.
Ketua panitia event, sekaligus Ketua PKM (Paguyuban Kawula Muda) Dukuh Mlambong, Daryanto, saat wawancara di lokasi mengatakan, bahwa event tahun ini (2024) berjalan dengan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, acara ‘Tradisi Tahunan Arak-arakan Sapi 2024’ masyarakat persatuan Dukuh Mlambong berjalan dengan lancar dan sukses. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, khususnya masyarakat Dukuh Mlambong, dan umumnya masyarakat umum yang menyaksikan arak-arakan. Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya,” kata Daryanto selepas kirab sapi.
Adapun jumlah sapi yang dikeluarkan dari kandang dan diarak (kirab) berjumlah sekira 100-200 sapi.
“Untuk sapi yang diarak berjumlah sekitar 100 hingga 200 sapi, milik warga masyarakat Mlambong dan sekitarnya,” lanjut Daryanto.
Dari pantauan awak media di lokasi, rundown acara dibagi menjadi tiga prosesi. Pertama, sebelum sapi-sapi diarak, dilakukan prosesi “kenduri syukuran kupatan”, dimana warga melakukan prosesi selamatan/kenduri dengan membawa makanan kupat. Kedua, acara mengarak sapi. Masing-masing warga mengeluarkan sapi dari kandang yang telah dihias, untuk kemudian diarak di jalan desa. Selain mengarak sapi, gunungan berisi hasil bumi turut diarak bersamaan dengan sapi. Setelahnya, hasil bumi berupa sayur mayur dan buah-buahan tersebut diberikan untuk makan sapi, selain dibagikan kepada pengunjung. Dilanjutkan acara yang ketiga berupa pentas seni, dengan menampilkan kesenian Reog Topeng Ireng, persembahan dari grup kesenian persatuan padukuhan Mlambong.
Sebelum sapi diarak, oleh sesepuh desa, Jaman, S. Pd. tiap-tiap sapi disiram dengan air setaman dengan dipanjatkan doa, dengan harapan, sapi-sapi dapat mendatangkan kemakmuran untuk warga masyarakat.
Jalannya kirab arak-arakan sapi, start di sekitar Masjid Al-Huda menuju titik akhir kirab di perempatan jalan dukuh, sepanjang lebih kurang 600 m ke arah timur.