Mengapa Joki Akademik Menjadi Kebiasaan? Berikut Faktor-Faktor Di Baliknya

Nusantarapedia.net | PENDIDIKAN — Mengapa Joki Akademik Menjadi Kebiasaan? Berikut Faktor-Faktor Di Baliknya
Oleh : Luqiana Silvia Zahra
FENOMENA perjokian di dunia akademisi merupakan kejadian yang semakin mengkhawatirkan. Kenapa sih hal ini bisa mengkhawatirkan? Karena joki merupakan tindakan yang curang dengan cara membayar orang lain untuk menyelesaikan tugas maupun ujian, hal ini bisa merusak kejujuran dan integritas pendidikan. Menurut hanbook of academic integrity sebutan lain dari perjokian adalah ghostwriting yang termasuk dalam kategori peniruan identitas karena individu yang sebenarnya tidak berkontribusi pada pembuatan karya tersebut (Siaputra & Santosa, 2016). Menurut investigasi Kompas, perjokian di perguruan tinggi negri dan swasta di Indonesia berlangsung secara masif dan sistematis. Salah satu kasus yang membuat hal ini menghawatirkan ialah kasus yang melibatkan calon guru besar menggunakan jasa joki untuk meningkatkan pangkat akademiknya sebagai penulis (Alfajri et al., 2023). Menurut Anjani Kemendikbud pasal 9 ayat (1) huruf b angka 5 “merupakan perbuatan menghasilkan karya ilmiah mengikuti keinginan pihak yang memberi atau mendapat keuntungan tanpa melakukan penelitian sesuai dengan kaidah dan etika” (ANJANI Kemendikbud, 2022). Bagaimana perjokian ini bisa terjadi? Mari kita bahas lebih mendalam, apa saja faktor-faktor yang ada sehingga aktifitas perjokian ini muncul.
Mari kita bahas faktor-faktor yang menyebabkan joki terjadi :
1) Faktor Individu
Salah satu faktor ini mendorong untuk melakukan joki bisa karena kurangnya kesiapan akademik, baik dari pemahaman materi maupun kemampuan belajar sehingga mahasiswa merasa tidak mampu menyelesaikan tugas secara mandiri. Selain itu tekanan untuk meraih hasil yang sempurna dan takut gagal dapat mendorong mahasiswa mencari hasil yang instan.
2) Faktor Eksternal
Faktor eksternal yaitu karena tekanan akademik dari lingkungan yang menyebabkan joki terjadi. Tuntutan yang tinggi yang diberikan oleh keluarga, dosen maupun institusi pendidikan untuk mencapai prestasi yang sering kali memunculkan beban psikologis, sehingga mereka merasa terpaksa mencari jalan yang mudah untuk tetap unggul secara akademis.
3) Faktor Teknologi
Di zaman yang baru ini teknologi semakin maju yang kemudian mempermudah aktivitas perjokian dalam dunia akademik. Dengan menggunakan media sosial dan forum daring yang mempermudah mahasiswa menemukan dan berinteraksi dengan penyedia jasa joki. Kejadian ini semakin sulit untuk diawasi oleh pihak yang berwenang karena sering kali anonim yang menyediakan jasa ini.