Plagiarisme Bukan Sekadar Kebetulan, Ini Dia Penyebab Yang Sering Tersembunyi

Nusantarapedia.net | PENDIDIKAN — Plagiarisme Bukan Sekadar Kebetulan, Ini Dia Penyebab Yang Sering Tersembunyi
Oleh : Desi Firtia Sari
PLAGIARISME merupakan salah satu masalah terbesar yang mengancam dunia pendidikan. Menurut (ANJANI, 2022), plagiarisme dapat berupa tindakan “mengakui suatu karya yang dihasilkan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya”. Plagiarisme bukan hanya melanggar etika akademik, tetapi juga mencerminkan adanya kekurangan dalam sistem pendidikan yang seharusnya menanamkan nilai-nilai kejujuran intelektual. Ironisnya, kasus plagiarisme tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa, tetapi juga melibatkan professor, sebagaimana diungkap oleh Siaputra dan Santosa (2016). Tingginya prevalensi kasus ini menunjukkan perlunya perhatian serius untuk menjaga integritas dalam dunia pendidikan.
Beberapa kasus plagiarisme dan pelanggaran akademik menggambarkan bagaimana praktik tersebut meluas di kalangan mahasiswa dan dosen. Salah satunya, berita dari Mashabi dan Ihsan (2024) yang membahas kasus plagiarisme seorang mahasiswa Universitas Airlangga, yang terbukti menyalin tugas kuliah milik temannya. Peristiwa ini menjadi viral setelah diungkapkan melalui media sosial, memicu diskusi tentang pentingnya integritas akademik di kalangan mahasiswa. Di sisi lain, praktik perjokian karya ilmiah yang melibatkan dosen dan calon guru besar menunjukkan pelanggaran integritas akademik yang lebih kompleks. Dalam kasus ini, manipulasi publikasi ilmiah dilakukan untuk memenuhi syarat kenaikan jabatan, mencerminkan bagaimana tekanan akademik dapat memicu pelanggaran etika ilmiah(Alfajri et al., 2023). Fenomena ini juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2010, Pasal 12 ayat (1) dan (2) yang memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran integritas akademik.
Plagiarisme tidak terjadi tanpa sebab. Ada berbagai faktor yang mendorong individu, baik mahasiswa maupun akademisi untuk melakukan tindakan tersebut. Seperti menurut Istiana dan Purwoko (2016) yang menyatakan bahwa ada beberapa penyebab terjadinya tindakan plagiarisme. Dimulai dari terbatasnya waktu, baik mahasiswa yang dihadapkan dengan tugas kuliah yang menumpuk maupun akademisi yang harus memenuhi tenggat waktu publikasi ilmiah sering kali merasa terjepit. Dalam kondisi seperti ini, tekanan yang datang tidak hanya dari deadline yang mendekat, tetapi juga dari beban pekerjaan yang terus bertambah. Untuk bisa mengejar waktu, mereka sering kali mencari jalan pintas, salah satunya dengan menyalin karya orang lain. Dengan cara ini, mereka bisa menyelesaikan tugas dengan cepat tanpa harus melakukan analisis lebih lanjut. Masalahnya, kebiasaan seperti ini justru membuat mereka kehilangan kesempatan untuk belajar secara maksimal, serta mengembangkan pemikiran pribadi. Jadi, meski tugas selesai tepat waktu, kualitas karya dan integritas akademik terancam.