Bendungan Danu Kerthi Buleleng Diresmikan

3 Februari 2023, 07:46 WIB

Nusantarapedia.net, Jakarta — Bendungan Danu Kerthi yang terletak di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, pada Kamis, (2/2/2023) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sambutannya Presiden menyebut, bahwa bendungan tersebut menelan anggaran sebesar Rp820 miliar yang dibangun sejak tahun 2018.

“Anggaran yang dikeluarkan untuk membangun bendungan ini adalah sebesar Rp820 miliar, uangnya banyak sekali. Dan kapasitas tampungnya 5,1 juta meter kubik,” ujar Presiden dilansir dari Setneg.

Menurut Presiden, keberadaan bendungan tersebut dapat memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Luas genangannya kurang lebih 29,8 hektare yang ini akan mengairi sawah seluas 588 hektare. Jadi bendungan ini dipakai untuk irigasi sawah, yang kedua untuk mengurangi banjir,” ucap Presiden.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan bahwa semula bendungan tersebut merupakan proyek strategis nasional (PSN) dengan nama Bendungan Tamblang. Namun, ia memohon kepada Presiden untuk meresmikan bendungan tersebut dengan nama kearifan lokal yaitu Bendungan Danu Kerthi Buleleng.

“Kami mohon kepada Bapak Presiden untuk berkenan meresmikan bendungan yang semula dinamakan Bendungan Tamblang, kami mohon menggunakan kearifan lokal dengan usulan nama Bendungan Danu Kerthi Buleleng. Danu itu adalah sumber air, Kerthi itu adalah menyucikan dan memuliakan sumber mata air,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meresmikan penataan kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali.

Teknis Bendungan Danu Kerthi
Secara teknis bendungan Danu Kerthi Buleleng (Tamblang), berdasarkan informasi dari laman pu.go.id, bendungan ini berkapasitas tampung sebesar 7,6 juta m3 ini ditargetkan dapat dilakukan pengisian awal (impounding) pada akhir 2022, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi seluas 588 hektare di Daerah Irigasi (DI) Bungkulan dan D.I Bulian.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan dan irigasi terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

“Kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal,” kata Menteri Basuki beberapa waktu yang lalu.

Bendungan Tamblang memiliki potensi sebagai penyediaan air baku dengan debit 510 liter/detik, menambah cadangan listrik (PLTM) sebesar 0,54 MW, pengendalian banjir, kawasan konservasi, dan potensi pariwisata baru di Bali utara. Pembangunan bendungan ini diharapkan akan menambah jumlah tampungan air di Provinsi Bali yang terkenal dengan sejumlah destinasi  pariwisata bertaraf internasional.

Bendungan Tamblang menjadi bendungan dengan inti aspal pertama yang dibangun di Indonesia (Asphalt Core Concrete Embankment Dam - ACCED). Teknologi ini bisa menjadi contoh untuk pembangunan bendungan di Indonesia karena lebih murah dan lebih stabil (flexible).

Bendungan Tamblang merupakan bendungan dengan tipe Zonal Inti Tegak dengan panjang 260 meter dan tinggi puncak 70 meter, dilengkapi terowongan pengelak tipe tunnel tapal kuda dengan diameter 4,50 meter panjang 3,55 meter. Sumber air bendungan berasal dari Tukad Daya dengan luas genangan 35,85 hektare. (**/dnA)

Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara Diresmikan Presiden Jokowi
TNI dan Polri Cek Objek Vital Bendungan Napun Gete Paska Cuaca Ekstrim
Bendungan Sadawarna Sumedang Diresmikan Presiden
Peresmian Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Bogor oleh Presiden
Bendungan ke-30 Era Presiden Jokowi Diresmikan
Penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Terburuk Sepanjang Reformasi

Terkait

Terkini