Benowo Park, Antara Pariwisata dan Harmoni Alam
Nusantarapedia.net, Pemalang — Benowo Park, antara pariwisata dan harmoni alam. Benowo Park satu dari sekian destinasi wisata yang ada di kabupaten Pemalang. Terletak di desa Penggarit kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Area wisata khusus di kawasan hutan lindung, dengan kelengkapan sarana wisata alam asli yang jarang ditemui di tempat wisata lain.
Di mana dalam area yang cukup luas, Benowo Park menyajikan spot lengkap berbagai macam wisata, di antaranya wisata religi dan sejarah, di mana masih dalam kesatuan komplek area. Terdapat kompleks makam sesepuh serta tokoh berdirinya cikal bakal kota Pemalang yaitu Pangeran Benowo.
Di samping sebagai edukasi sejarah, adanya makam tersebut menjadi tempat sebagian orang untuk bermeditasi hening cipta kepada Tuhan Yang Esa.
“Akan tetapi di balik eksotik suasana yang di bangun dalam area wisata Benowo Park, ternyata menyisakan cerita keprihatinan, tentang kelestarian ekosistem alam di sekitar area wisata.”
Kondisi hutan hidrogen beserta isi habitat makhluk hidup di dalamnya, masih enak untuk dinikmati, gesekan daun pohon hutan ditimpali bunyi-bunyian aneka satwa liar, bagai berada di pedalaman negara Afrika.
Kampung kuliner yang menampilkan suasana khas tahun 50-an juga masih banyak di kunjungi para pelancong, mereka banyak tertegun, berkeliling perkampungan yang di desain oleh pengelola Benowo Park serasa para wisatawan ditarik kembali pada kehidupan masa lalu.
Akan tetapi di balik eksotik suasana yang di bangun dalam area wisata Benowo Park, ternyata menyisakan cerita keprihatinan, tentang kelestarian ekosistem alam di sekitar area wisata.
Menurut Suherman warga Limbangan desa Penggarit, kecamatan Taman ini, yang mana dirinya merupakan warga asli, terkait berdirinya area wisata Benowo Park tersebut mengatakan,
“Pembangunan destinasi wisata ini berdampak pada hilangnya udara yang dulu masih segar, sekarang terasa agak panas, burung - burung bebas berkicau kini semakin jarang terdengar. Pemandangan jelas lagi bagi para pengunjung, banyaknya monyet berkeliaran keluar dari hutan wilayah selatan Benowo Park akibat dari tidak adanya stok makanan di dalam hutan.
Akibatnya kawanan monyet berebut makanan dengan para pedagang makanan serta pengunjung yang menenteng makanan, pasti tidak akan luput dari pejambret berekor panjang ini,” ungkapnya.
Candi Banyunibo, Simbol Sakralitas Keheningan
Hal ini menunjukkan betapa keseimbangan ekosistem di dalamnya tidak seimbang, habitat antar makhluk hidup menjadi terganggu, belum bisa terintegrasi dengan baik.
Di sisi lain manusia menikmati indahnya panorama alam, membuat hati senang menikmati ciptaan Tuhan.
Akan tetapi, ada mahluk hidup lain yang menjadi korban dari kenikmatan kegiatan kepariwisataan yang di dalamnya terdapat hubungan antar manusia dan makhluk hidup juga tumbuhan dalam kesatuan harmonisasi alam. Kehidupannya direnggut oleh kurang pahamnya manusia dalam menjaga keseimbangan alam. “Hamemayu Hayuning Bawana,” menjaga kehidupan bumi.(Ragil 74)
Minahasa Raya; Indahnya Bunaken, Musik Kolintang Hingga Kue Klappertaart
Keindahan Kabupaten Supiori Papua yang Wajib Dikunjungi
Rekomendasi
-
Pergeseran Fungsi Teknologi Digital untuk Misi Kemanusiaan
12 Februari 2022, 22:03 WIB -
Resepsi Budaya Bhairawa Tantra dan Sadranan, hingga Slametan Kendurenan (2)
1 Maret 2022, 08:05 WIB -
Candi Kedulan, 13 Kali Tertimbun Erupsi
25 Februari 2022, 15:37 WIB -
Kedatuan Bayat dalam Sejarah Geologi, Pusat Spiritual dan Inisiasi Industri, Bagian Metroplex Kuno (3)
21 Desember 2021, 01:29 WIB -
Menanam Bawang Merah di Rumah, Panen Sendiri Lebih Puas Dibanding Hasil Beli
18 November 2021, 08:45 WIB




