Dampak Corona terhadap Perekonomian Indonesia

24 Februari 2022, 20:42 WIB

Nusantarapedia.net -Tentu kita tidak asing lagi dengan virus yang satu ini. Ya, .

Penyakit atau virus yang berasal dari Wuhan dan menyebar di China pada tahun 2019, dan pertama kali menyebar ke Indonesia pada awal Maret tahun 2020.

Kasus pertama yang ditemukan di Indonesia terjadi pada awal maret 2020, dimana dua orang warga depok terkonfirmasi terjangkit Covid-19. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada hari senin, 2 maret 2020.

Dengan menyebarnya virus ini ke Indonesia, tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia.

Tidak sedikit juga yang kehilangan pekerjaan atas adanya virus covid-19 ini. Banyak sekali polemik dan dampak yang ditimbulkan, tak hanya pemerintah yang merasakan pengaruh dari penyakit ini, rakyat kecil pun ikut merasakan dampaknya.

Banyak sekali polemik dan dampak yang ditimbulkan covid-19 ini, tak hanya pemerintah yang merasakan, rakyat kecil pun ikut merasakan dampaknya.

Contoh pengaruh Corona terhadap perekonomian di Indonesia yaitu pada sektor ekspor-impor Indonesia-Tiongkok.

Dengan adanya virus ini, Indonesia otomatis menutup pintu bagi tenaga kerja ataupun masyarakat dari Tiongkok.

Secara tidak langsung, ekspor-impor Indonesia-Tiongkok menjadi berkurang. Ini yang menyebabkan nilai ekspor-impor menurun pada tahun Januari tahun 2020.

Badan Pusat Statistik atau BPS menyatakan, bahwa ekspor ke Tiongkok menurun sebesar 12,07% menjadi US$ 2,24 miliar pada Januari 2020.

6214e0d3c711e304222103
Situasi di Indonesia (Sumber: Kemkes.go.id)

Sedangkan nilai impornya terkontraksi sebesar 2,71% menjadi US$ 4 miliar. Defisit neraca dagang Indonesia dengan Tiongkok menurun drastis menjadi US$ 1,84 miliar pada Januari 2020. Angka tersebut anjlok dari posisi defisit Januari 2019 sebesar US$ 2,4 miliar.

Angka penurunan diatas tentu sangat merugikan Indonesia. Tak hanya di sektor ekspor-impor, di sektor pariwisata pun mengalami kerugian.

Dengan ditutup dan dibatasi orang asing masuk ke Indonesia terutama dari Tiongkok, angka kunjungan pariwisata pun ikut menurun. Pendapatan dari sektor pariwisata ini ikut menurun drastis.

Disisi kerugian itu, masyarakat kecil pun ikut merasakan dampak negatif dari Corona. Banyak yang kehilangan pekerjaan dan kurangnya pendapatan.

Karena dengan adanya covid-19 ini, otomatis pemerintah menerapkan aturan untuk tidak keluar rumah atau membatasi kegiatan-kegiatan tertentu. Seperti berniaga contohnya, buka tutup pasar dibatasi dan tidak boleh menimbulkan kerumunan.

Tak sedikit juga orang yang banting stir mencari penghasilan sampingan. Tak peduli nominal yang mereka dapat kecil, yang penting mendapat penghasilan.

Tercatat masih ada 5 ribu lebih kasus covid-19 di Indonesia, dan kasus kematian lebih dari 146 ribu per 24 Februari 2022.

Tak sedikit juga orang yang banting stir mencari penghasilan sampingan. Tak peduli nominal yang mereka dapat kecil, yang penting mendapat penghasilan.

Dan ini merupakan kasus yang sangat rumit dan sulit untuk menemukan solusi dan jalan keluarnya.

Adapun strategi pemerintah untuk mendorong menjadi lebih baik, yaitu seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bahwa strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan menjaga fleksibilitas APBN dan melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditahun ini untuk mengantisipasi perluasan dampak pandemi Corona.

Karena itu, Airlangga mengatakan pentingnya intensif fiskal menuju percepatan pemulihan .

Selain pemaparan diatas, kita juga sebagai warga negara harus pintar dan kreatif dalam bekerja. Kita harus punya ide kreatif untuk menciptakan pekerjaan sampingan di era pandemi seperti ini.

Dan jangan lupa tetap jalankan protokol kesehatan demi mengurangi kasus covid-19 di Indonesia.

Salam hangat, semoga bermanfaat.

Terkait

Rekomendasi

Terkini