Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang

Alkisah, Kyai Raden Santri adalah seorang muslim Champa dari nasab Azmathkan, ulama yang ditugaskan ke Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Awalnya menetap di Majapahit selama setahun, kemudian memutuskan untuk kembali ke Champa.

24 Agustus 2022, 23:19 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Sejarah — Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang

“Dari atas bukit Gunung Pring, kita bisa meninjau kota Muntilan dan hamparan sawah dalam keindahan romantisme peradaban Syailendra, Syeikh Subakir Gunung Tidar hingga kekuasaan Panembahan Senopati Mataram.”

DI Kabupaten Magelang, tepatnya di Gunungpring RT.002 / RW.024, Dusun Karaharjan, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terdapat komplek pemakaman para aulia.

Para aulia atau wali yang kubur di Gunung Pring terdapat beberapa tokoh dari masa ke masa. Para aulia tersebut dalam rangka syiar dan dakwah Islam di daerah Kedu. Hingga akhir hayatnya dimakamkan di puncak bukit (Gunung Pring), tepatnya di kota kecil Muntilan, Magelang.

Tokoh yang paling tua dalam komplek pemakaman ini adalah Kyai Raden Santri atau Pangeran Singasari, disusul oleh tokoh/aulia lainnya dalam periodesasi sejarah yang berbeda-beda.

Gunung Pring adalah sebuah bukit dengan ketinggalan puncak 400 mdpl. Dinamakan Gunung “Pring” karena bukit tersebut ditumbuhi banyak pohon bambu atau pring:jawa.

Kawasan bukit Gunung Pring ini, secara kultural maupun kekuasaan, semenjak Kasultanan Yogyakarta berdiri, komplek makam aulia ini milik Keraton Yogyakarta sebagai kerajaan terakhir, di bawah Reh Kawedanan Hageng Sriwandono bagian Puroloyo. Ini terjadi karena sejarahnya, Kyai Raden Santri adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan, saudara dari Panembahan Senopati.

Terkait

Terkini