Masjid Jogokariyan dan Keunikannya
Nusantarapedia.net, Yogyakarta - Masjid Jogokariyan dan keunikannya. Siapa yang tak kenal Masjid Jogokaryan?
Masjid fenomenal ini selalu menghiasi media oleh karena aktivitasnya yang dinamis dan menginspirasi. Terletak di Kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, masjid ini menjadi salah satu masjid bersejarah di Jogokariyan.

Dibangun pada tahun 1966. Penamaan Jogokariyan berasal dari nama kampung tersebut. Unik memang, saat masjid-masjid pada umumnya mengambil nama dengan bahasa Arab, masjid ini justru menggunakan nama kampung sebagai identitasnya.
Masjid ini selalu ramai, pun ketika dini hari. orang-orang berdatangan dari melaksanakan salat tahajud hingga sekadar beristirahat. Dini hari? Ya, rombongan bus dari berbagai daerah tentu ingin lebih awal datang dan menikmati sahdunya bisa salat subuh berjamaah di Masjid ini.

Di lantai tiga, lantai paling atas terdapat penginapan murah untuk para jamaah yang datang dari jauh untuk beristirahat. Penghasilan dari jasa sewa digunakan untuk membayar upah petugas kebersihan masjid itu. Para marbot tidak dibayar. Mereka bekerja ikhlas menjaga masjid.
Setiap akhir pekan di pagi hari terdapat menu sarapan gratis dengan menu nasi lauk, bubur kacang ijo, bubur nasi, dsb dalam jumlah banyak hingga semua pengunjung dan jamaah bisa menikmati sarapan pagi gratis.
Juga makan siang gratis yang disebut ‘Jumat Berkah’ berupa nasi bungkus sejumlah ribuan yang diperuntukkan bagi jamaah salat Jumat dan mereka yang membutuhkan makan siang gratis.

Terdapat kajian-kajian setiap harinya yang menyajikan ilmu-ilmu agama akidah, fikih hingga tema ringan seputar muamalah. Semua harokah atau aliran islam bebas mengikuti kajian tersebut, dan tak kurang dari seratus orang para mustamik hadir.
Usai dengarkan ceramah, jamaah bisa menikmati kesederhanaan angkringan depan masjid.
Yang sangat fenomenal hingga dunia pun mencatat, saat takmir masjid begitu bangga berkoar-koar mengumumkan saldo kas masjid yang terkumpul begitu banyaknya, Masji Jogokariyan justru berusaha agar saldo kas masjidnya nol.
Artinya, dana infak dan sedekah dari para donator tersalurkan secara terus menerus tanpa menunggu dana terkumpul banyak.
Sudah lazim, orang bersedekah justru ingin segera dimanfaatkan dengan baik sedekahnya, bukan disimpan atau dikumpulkan yang akhirnya menjadi rawan penyelewengan. Wal iyadzu billah.
Itulah beberapa keunikan Masjid Jogokariyan. Jika Nuspedian jalan-jalan ke Kampung Jogokariyan, jangan lupa mampir untuk salat atau istirahat di masjid yang sejuk ini!
Candi Sambisari, Jejak Peradaban yang Terkubur
Rumah Domes, Kenangan Gempa Yogyakarta
Rekomendasi
-
Rekonstruksi Masa Lalu Melalui Visi Spiritual
22 November 2021, 22:58 WIB -
IPM dalam Hak Hidup, Amanat Konstitusi dan Distribusi Keadilan
9 Desember 2021, 07:47 WIB -
BTS Meal dan Fetisisme Komoditas
7 Februari 2022, 22:21 WIB -
Integrasi Pembangunan Kepariwisataan dengan Strategi Kebudayaan (3)
5 Januari 2022, 01:48 WIB -
Kedatuan Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten dalam Historiografi Penyebaran Islam (1)
23 Desember 2021, 03:42 WIB