Dampak Fanatisme Penggemar K-Pop Terhadap Idol

6 Januari 2025, 09:05 WIB

Nusantarapedia.net | SOSBUD — Dampak Fanatisme Penggemar K-Pop Terhadap Idol

Oleh : Naurah Zain Athilah

SADARKAH kalian? Di balik kilauan popularitas para selebriti, terselip sisi gelap berupa celebrity worship atau pemujaan terhadap selebriti yang sering menjadi topik panas dalam konteks budaya K-pop. Pemujaan terhadap selebriti seringkali berkembang menjadi obsesi, yang mana hal tersebut merugikan para selebriti, mulai dari pelecehan, penguntitan, hingga upaya interaksi tidak pantas terhadap idol. Dalam psikologi, celebrity worship dikategorikan menjadi tiga tingkatan: entertainment-social, intense personal, dan borderline pathological. Tingkat terakhir ini ditandai dengan perilaku obsesif yang dapat membahayakan selebriti dan masyarakat (Yulianto, 2023).

Dalam dunia K-pop para penggemar obsesif sering dijuluki sebagai sasaeng fans. Sasaeng sering kali membuat para idola K-pop merasa tak tenang, bahkan takut karena kehadirannya. Hal tersebut bukan tanpa sebab, banyaknya kasus yang menjadi momok serius dalam dunia K-pop menjadi alasan utama. Salah satu bentuk fenomena yang terjadi yaitu, kamar hotel Jaehyun NCT diduga dibobol sasaeng dan videonya diumbar di medsos. Dilansir dari Allkpop dan Koreaboo, Selasa (22/8/2023), insiden terkait Jaehyun sendiri terjadi setelah seorang penggemar membagikan sejumlah video singkat yang memperlihatkan suasana di dalam kamar hotel. (Asih, 2023). Kasus ini menunjukan bagaimana perilaku fanatik dapat berubah menjadi ancaman nyata.

Kasus lain saat sasaeng fans mengejar mobil grup BTS, yang hampir menyebabkan kecelakaan. Hal ini menunjukkan bagaimana perilaku obsesif dapat membahayakan tidak hanya idol tetapi juga orang lain di sekitar mereka. Sebuah penelitian lain oleh (McCutcheon & Aruguete, 2021) menunjukkan bahwa perilaku borderline pathological dapat berakar pada kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi, seperti kesepian atau kebutuhan akan pengakuan (Isril & Yulianto, 2024).

Terkait

Terkini