IKN Era Baru Pembangunan Indonesia
Nusantarapedia.net, Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI dari partai Nasdem Subardi, mengungkapkan bahwa IKN (Ibu Kota Nusantara) adalah era baru pembangunan Indonesia. Dirinya mengajak seluruh pihak turut mendukung pembangunan IKN.
Hal tersebut diungkapkan Subardi saat menghadiri acara virtual dalam forum Sosialisasi IKN bertema ‘BUMN Karya Memberikan Kontribusi Terhadap Pembangunan IKN’ di Balai Kelurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Kamis (9/2/2023).
Sebenarnya, pemerintah berencana menggelar upacara HUT RI tahun 2024 mendatang di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perayaan HUT RI di IKN ini merupakan awal perpindahan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan Timur.
Melihat rencana pemerintah tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Subardi mengungkapkan, IKN adalah era baru Indonesia, yang mana berada pada era transformasi ekonomi dan pemerataan pembangunan.
“Perpindahan IKN merupakan era baru bagi negara kita. Era transformasi ekonomi, pemerataan pembangunan, pertumbuhan teknologi dan pembangunan yang Indonesia sentris,” kata Subardi, seperti dikutip dari parlementaria.dpr.
Menurutnya, perpindahan menuju IKN terus dikebut setelah proyek strategis negara itu memiliki payung hukum melalui UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN Nusantara. Melalui UU itu, presiden telah membentuk Otorita IKN sebagai lembaga setingkat kementerian yang melakukan persiapan, pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara.
“DPR telah mengesahkan UU IKN dan memberi kewenangan kepada eksekutif untuk melaksanakan perintah UU. Begitu juga dengan pembangunannya yang akan dikelola oleh BUMN. Sejauh ini persiapannya lancar,” jelas Subardi.
Lanjut Subardi mengungkapkan, proyek IKN telah dimulai pada Juli 2022 yang lalu. Proyek IKN akan digarap salah satunya oleh raksasa BUMN Karya, PT Waskita Karya, yang mana mendapatkan penugasan antara lain proyek pembangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,35 Triliun.
Selain penugasan proyek Istana Kepresidenan, Waskita juga akan membangun proyek jalan Tol IKN di Segmen Simpang Tempadung - Jembatan Pulau Balang, senilai Rp990 miliar. Proyek infrastruktur lainnya adalah Pembangunan Jalan Kerja/Logistik IKN paket Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 senilai Rp182 miliar.
“Waskita langsung mendapat penugasan pembangunan Istana Kepresidenan. Ini bentuk kepercayaan negara atas performa Waskita selama ini. Saya ucapkan selamat dan proyek tersebut bisa terlaksana dengan baik,” ucap Subardi, politisi dari Partai Nasdem, berangkat dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Lebih dalam Subardi mengatakan, hadirnya IKN akan memangkas kesenjangan pembangunan antar wilayah di Indonesia. Konsep Future Smart Forest City atau ‘kota pintar hijau’ akan menjadikan IKN sebagai simbol baru Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam, ramah lingkungan, penggunaan energi hijau, dan tata kota yang modern. Selain itu, pemindahan IKN dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur bertujuan untuk keseimbangan pembangunan.
Lantas Subardi mencontohkan, Indonesia akan mengikuti jejak negara modern seperti Amerika, Rusia, Australia, Turki dll. Negara tersebut berhasil memindahkan ibu kota yang hingga kini memiliki ibu kota terpisah, kota pusat bisnis dan kota pusat pemerintahan. Pembagian pusat pemerintahan dan pusat bisnis telah membawa negara tersebut semakin maju. (**/MYasin)
Koordinasi Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat Terkait Aset Negara Pascapemindahan IKN
Hunian ASN-TNI-Polri Segera Dibangun di IKN, 16 Ribu Orang hingga 2024
Demografi IKN 2024 Sebesar 200 Ribu, Pengembangan Infrastruktur untuk Sedikitnya 4 Jenis Kriteria Penduduk IKN
“Boyong Kedaton” IKN Harus Terwujud, Revisi UU IKN Harga Mati (1)
Ibu Kota Nusantara, Ibu Kota Baru Indonesia (1)