Kapolda NTT Hadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma Angkatan XIV Politeknik St. Wilhelmus Boawae
Nusantarapedia.net, Nagekeo, NTT — Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, Senin (20/02/2023).
Dalam kunjungannya ke Nagekeo, Kapolda NTT menyempatkan bertandang ke Politeknik ST. Wilhelmus Boawae untuk mengikuti sidang senat terbuka wisuda Diploma III (tiga) angkatan XIV.
Untuk diketahui, kunjungan Kapolda NTT ke Politeknik Boawae adalah satu dari sekian rencana kunjungan kerjanya yang diakhiri dengan kujungan silaturahmi bersama masyarakat adat Kawa di Desa Labolewa seperti yang diterangkan dalam rundown (jadwal) yang diterima nusantarapedia.net melalui Humas Polres Nagekeo pada Minggu siang, tanggal 19 Februari 2023.
Wisuda Diploma XIV dengan tema “Lulusan Politeknik ST. Wilhelmus yang Mandiri, Berkarakter, Unggul dan Berjiwa Wirausaha” tersebut, Kapolda NTT dalam kesempatan sambutannya mengatakan, setiap melakukan kunjungan kerja, dirinya harus menemui lembaga pendidikan yang ada di daerah yang menjadi tujuan kunjungannya.
Oleh karena menurutnya, anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan di NTT harus terus diberi wawasan, motivasi dan inspirasi, terutama anak-anak yang mempunyai keinginan berkarir di Kepolisian maupun TNI.
“Saya senang mengunjungi sekolah-sekolah. Kemanapun saya berkunjung saya selalu memberi wawasan dan motivasi dan juga inspirasi, serta juga berbagi tip keberhasilan dalam karir di Kepolisian dan juga di TNI, karena untuk mencapai pangkat sampai bintang dua dan menduduki jabatan Kapolda itu diperlukan perjuangan yang cukup panjang,” kata Jenderal bintang dua ini.
Kata Irjen Pol. Johni lagi, perlu ia ingatkan bahwa, wisudawan/wisudawati era revolusi 4.0 seperti saat sekarang, harus segera mungkin beradaptasi dengan era tersebut. Oleh karena, jika tidak, maka akan tertinggal dan menjadi tantangan besar.
Di samping itu menurutnya, media sosial memiliki kerawanan yang kompleks berbanding dengan media portabel. Sehingga penggunaan media sosial, sambung Kapolda NTT, harus lebih berhati-hati dalam memanfaatkan dan menjadikannya sebagai alat utama dalam mentransmisikan informasi.
“Di era revolusi 4.0 menuntut kita cepat beradaptasi dengan perubahan terjadi. Apabila kita tidak memenangkan kompetisi di dunia era revolusi 4.0 maka kita akan jadi orang tertinggal dan ini merupakan suatu tantangan besar. Oleh karena itu wisudawan maupun wisudawati teruslah belajar tanpa henti,” tambahnya.
Lebih jauh, Irjen Pol. Johni menuturkan, jika ingin hebat dan maju, maka harus terus merasa lapar dan terus merasa haus dalam bidang keilmuan, jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai.
“Kalau kita mau jadi orang yang hebat orang maju, kita harus terus merasa lapar, harus merasa haus dalam bidang keilmuan. Dengan itu kita terus belajar tanpa henti, jangan pernah puas dengan apa yang sudah kita capai, terus belajar, belajar dan belajar,” pesan Kapolda kepada wisudawan/wisudawati Diploma III ST. Wilhelmu Boawae. (MYasin)
Perguruan Tinggi Sebagai Rujukan, Bukan Panggung Politik
Data Remaja Lanjut Perguruan Tinggi Sebanyak 27 Persen, Tinggi atau Rendah?
Arah Pendidikan Nasional
Per-Tahunnya Tersedia 400 Ribu Lapangan Pekerjaan, Sementara 1,2 Juta Lulusan Perguruan Tinggi
Air Terjun Tanggedu, Keindahan Lukisan Tuhan di Sumba Timur