Keinginan Yang Tertunda

1 Maret 2022, 09:14 WIB

.net — Keinginan Yang Tertunda

Mundy Sae

Keinginan Yang Tertunda

Kutapaki jalanan setapak sepanjang dua puluh meter untuk sampai di rumah Nenek Romlah. Mobil yang kunaiki tak bisa masuk karena jalanan hanya cukup untuk satu motor saja. Kebetulan hari ini diguyur hujan deras jadi jalanan sedikit becek.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Seorang gadis seumuranku menyahut dari dalam. Kemudian membukakan pintu, aku pun masuk mengekor dibelakangnya.

“Nek, lihat siapa yang datang?” kata gadis yang baru kutahu bernama Siti.

“Non Cindy! Benarkah itu?”

Ada keterkejutan diwajahnya yang sudah melukiskan garis usia yang tak lagi muda.

“Iya, Nek.”

Ku dekatkan tubuh dan memeluk Nenek Romlah yang sudah kuanggap sebagai Nenek sendiri. Ada rasa haru yang menyeruak, tangis pun tak bisa kubendung.

Dia adalah nenek yang mengasuh aku sedari kecil. Dulu Mama harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, dari pagi sampai sore. Mama harus berjuang sepeninggal Papa pergi menghadap ke pangkuan Tuhan.
Kuhabiskan hari hariku dengan Nenek Romlah, dan karena itu ada ikatan batin yang kuat diantara kita.

Sudah sepuluh tahun kami berpisah, sejak Mama memutuskan menikah dengan orang yang berkewarganegaraan Malaysia, dan ikut papa tiriku kesana. Keinginan untuk bertemu dengan Nenek Romlah pun harus tertunda karena jarak yang terbentang, dan juga jenjang pendidikan yang aku tempuh.

Baru sehari yang lalu aku pulang ke Indonesia, tapi rasa kangenku ingin bertemu Nenek Romlah tak bisa kusimpan, setelah bertahun-tahun menundanya.

“Terima kasih, Non Cindy sudah mau datang ke gubuk Nenek.”

“Tak apa Nek, aku juga sudah kangen, lama kita tidak bersama, Nek. Sebenarnya aku pengen pulang tahun lalu, tapi tertunda karena jadwal kuliah yang padat. Alhamdulillah,sekarang sudah lulus, jadi bisa pulang ke Indonesia, meski hanya dua minggu.” jelasku panjang.

Setelah puas melepaskan kangen, aku pun pamit.

“Ini ada sedikit rejeki untuk Nenek, dan insaAllah bisa untuk biaya pergi umroh, mohon diterima.”

Nenek Romlah tampak terkejut, tidak menyangka akan dapat kejutan di usia tuanya. Ternyata keinginannya untuk pergi ke Tanah Suci yang tertunda dulu, bisa terwujud.

“Semoga Berkah, ya Nek.”

Aku seperti terlepas dari beban yang selama ini membelenggu. Puluhan tahun Nenek Romlah merawat aku dengan Ikhas dan penuh kasih sayang. Aku tahu dari dulu, beliau berkeinginan menapakkan kaki ke Tanah Suci, tapi karena keterbatasan biaya membuat dia mengubur mimpinya. Dan baru kali ini bisa terwujud. Allah memberikan rejeki untuknya melalui tanganku. Tangan yang selalu dia genggam dulu. Dan aku sangat bersyukur hari ini.

Alhamdulillah… .

Tangis haru Nenek Romlah mengantar aku pulang.

” Terima kasih ya Allah, Kau berikan aku kesempatan untuk bisa berbagi, dengan orang yang ku kasihi … .”

Dalam rinai hujan, 02-03-2021

Panggil saja aku, Jasmine …
Kejutan

Terkait

Rekomendasi

Terkini