Keindahan Kabupaten Supiori Papua Yang Wajib Dikunjungi
Bahkan kabupaten kecil pun serupa surga yang perlu digali keelokannya. Apa saja, sih, keunikan dan kekayaan alam yang ada di Kabupaten Supiori ini? Yuk, simak!
Nusantarapedia.net — Keindahan Kabupaten Supiori Papua Yang Wajib Dikunjungi
Setelah mengangkat cerita konservasi penyu di Kabupaten Supiori, Papua, Mimin jadi penasaran dengan Kabupaten Supiori itu sendiri. Nuspedian tentu juga, kan? Bumi Cendrawasih setiap sudutnya menyimpan keindahan dan kekayaan alam tiada tara. Bahkan kabupaten kecil pun serupa surga yang perlu digali keelokannya. Apa saja, sih, keunikan dan kekayaan alam yang ada di Kabupaten Supiori ini? Yuk, simak!
Pusat Kabupaten Supiori, seperti dilansir Nusantarapedia.net dari Pariwisata.papua.go.id, terletak di Sorendiweri. Pulau Supiori dan Pulau Biak dipisahkan oleh selat Sorendiweri. Kedua pulau ini terhubung oleh jembatan sepanjang 100 meter. Dari Biak Numfor menuju kabupaten Supiori dapat ditempuh melalui jalan darat dengan jarak sekitar 78 – 90 km dan waktu tempuh sekitar 2 – 3 jam lamanya.
“Oh, iya. Nuspedian wajib tahu, nih, sejarah pulau Bepondi ini. Jadi, masyarakat setempat menyebut pulau ini sebagai Mios Korwar yanag artinya Pulau yang dikeraamatkan. Mengapa? Karena dahulu, sebelum masuknya agama Nasrani, nenek moyang mereka, menempatkan orang meninggal di pulau ini. Kepercayaaan mereka bahwa pulau adalah tempat yang paling dekat dengan surga.”
Kabupaten Supiori merupakan daerah pemekaran dari kabupaten Biak Numfor dan terdiri dari 5 distrik/kecamatan; distrik Supiori Utara dengan pusat adminstratif Yenggarbun, distrik Supiori Timur dengan pusat administratif Sorendiweri, distrik Supiori Barat dengan pusat administratif Sabarmiokre dan distrik Supiori Selatan dengan pusat administratif Korido dan distrik Kepulauan Aruri (termasuk pulau Meosbefondi dan pulau Mapia yang merupakan batas pulau terluar Indonesia) dengan pusat administratif Sowek.
Jumlah penduduk Kabupaten Supiori per tahun 2020 mencapai 21.100 jiwa (dilut.com). Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bercocok tanam, nelayan, dan sebagian lagi adalah pegawai negeri, pedagang, dan anggota TNI/POLRI.
Kekayaan alam yang menarik di Kabupaten Supiori adalah sumber alam baharinya. Selain menjadi ladang pangan bagi nelayan, juga menyimpan potensi wisata luar biasa. Di Supiori terdapat beberapa spot wisata pntai yang sangat memikat pengunjung, terutama pengunjung luar negeri. Berikut ini beberapa spot wisata yang bisa dikunjungi di Kabupaten Supiori.
1. Pulau Rani
Pulau Rani adalah salah satu pulau kecil yang terletak disebelah selatan Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, bagian timur Indonesia. Pulau ini memiliki titik koordinat 0° 57′ 18.545″ LS, 135° 30′ 1.636″ BT.
Pulau Rani adalah tempat wisata favorit di Kabupaten Supiori. Selain menwarkan keindahan pasir putih, wisatawan juga bisa menikmati matahari terbenam d bumi Timur Indonesia. menikmati wahana diving dan snorckling. Pulau ini terkenal dengan pulau pasir timbulnya yang terdapat di ujung barat pulau yang sangat luas. Saat air laut surut Pasir timbul ini bisa menghubungkan Pulu Rani dengan Pulau Insumbabi. Masyarakat menyebut pasir timbul ini dengan sebutan Urbinasi.
Pulau Rani merupakan bagian dari Distrik Kepulauan Aruri. Kabupaten Supiori. Pulau ini hanya terdapat satu kampung yaitu Kampung Yamnaisu. Akses ke Pulau Rani hanya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi laut seperti perahu motor. Jarak tempuh terdekat dari Kabupaten Supiori menuju Pulau Rani yakni melalui pelabuhan Korido dengan jarak 18 Km selama 30 menit.
2. Pantai Wafor
Pantai ini dipisahkan oleh Selat Sorendiweri dengan Pulau Biak dan dihubungkan oleh sebuah jemabatan. Luas kabupaten Supioori hanya sekitar 678 ribu km2 dengan penduduk yang hanya 24 ribu jiwa. Sebelum mencapai pantai ini, pengunjung harus menyeberangi selat Sorendiweri melalui jembatan sepanjang 100 meter. Masyarakat dan wisatawan biasa memanfaatkan jembatan ini untuk menikmati sunset dikarenakan posisi jembatan langsung menghadap ke Samudra Hindia dan tanpa penghalang.
Ekosistem pantai Wafor masih terjaga. Wisatawan selain bisa menikmati sensasi pasir putih, terumbu karang yang masih terjaga, juga bisa diving dan snorckling menikmati langsung beningnya air laut sehingga terlihat jelas indahnya ekosistem yang ada di bawahnya. Sesekali akan nampak anak-anak yang mencari rumput laut di sana dan juga nelayan yang pulang membawa hasil tangkapan ikan seperti: cakalang, baronang, kerapu, tengiri, napoleon dan masih banyak lagi.
3. Pulau Bepondi
Pulau Bepondi, Papua merupakan pulau terluar dari Indonesia Timur. Posisinya terletak di Samudera Pasifik. Berhadapan langsung dengan perbatasan Negara Palau. Pulai ini merupakan satu dari 8 pulau terluar yang ada di Papua. Ke-8 pulau terluar itu adalah Pulau Bepondi, Pulau Bras, Pulau Fanildo, Pulau Liki, pulau Fani, Pulau Kelepon, Pulau Laag, dan Pulau Miossu. Pulau yang luasnya hanya sekitar 2,5 km2 ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Biak Numfor, provinsi Papua. Posisinya berada di sebelah utara dari pulau Biak dengan koordinat0 23?38?LS, 13516?27?BT.
Kondisi alam pulau Bepondi sama persis dengan Pulau Rani. Masih asli dan belum menglami kerusakan. Ekosistem yang terjaga membuat wisatawan nyaman berlama-lama menikmati keindahan pulau kecil di bumi cendrawasih ini. Beningnya air laut memperlihatkan ekosistem di bawahnya yang masih terjaga.
Ikan-ikan dan terumbu karang yang tumbuh subur menarik wisatawan untuk menyelam baik diving maupun snorkling. Eits, Nuspedian jangan lupa, ya, kalau ingin menyelam sebaiknya membawa peralatan sendiri. Karena di sini tidak ada atau belum ada persewaan alat.
Oh, iya. Nuspedian wajib tahu, nih, sejarah pulau Bepondi ini. Jadi, masyarakat setempat menyebut pulau ini sebagai Mios Korwar yanag artinya Pulau yang dikeraamatkan. Mengapa? Karena dahulu, sebelum masuknya agama Nasrani, nenek moyang mereka, menempatkan orang meninggal di pulau ini. Kepercayaaan mereka bahwa pulau adalah tempat yang paling dekat dengan surga.
Menurut beberapa sumber pulau Bepondi ini sudah ramai dihuni manusia sejak tahun 1930, tetapi baru terbentuk sebuah desa pada tahun 1974. Wah, lama sekali! Selama puluhan tahun, ngapain aja, ya, mereka?
Nah, Nuspedian. Di Pulau cantik ini, terdapat menara suar yang dibangun sekitar tahun 1990-an. Seperti dilansir dari Beritatrans.com, menara suar inilah yang setia memberikan cahaya kepada para pelaut yang melintas di Samudera Pasifik. Sekaligus sebagai tanda kedaulatan NKRI bagi pemerintahan Negara Palau dan negara-negara lainnya.
Nah, Nuspedian tambah penasaran, kan?
4. Wisata Selat Sorendiweri

Selat Sorendiweri adalah selat yang memisahkan Supiori dan Biak. Selat ini hanya selebar 50 meter. Bisa dibayangkan, ya, selat yang sempit itu hanya menyerupai sungai, kan? Nah selat ini menyimpan keindahan wisata. Pantai-pantai di Supiori masih sangat alami, terjaga keasliannya dan bersih. Seperti halnya di selat ini. Pemandangan pasir putih, para nelayan tradisonal yang bercadik mencari ikan menambah nuansa keaslian laut Indonesia yang sebenarnya.
Terlebih letaknya yang berada tepat di hadapan Samudra Pasifik memberinya keindahan serta kekayaan alam yang luar biasa. Tidak hanya pantai-pantainya yang indah. Hutan lindung yang menghampar nyaris menutupi semua pulau memberinya keteduhan.
5. Monumen Supiori
Monument ini dibangun oleh Jepang untuk Papua sebagai bangunan peringatan bencana tsunami. Seperti dilansir dari Bisnis.com, Papua meminta Pemerintah Jepang melalui Wakil Menteri Luar Negeri, Masahisa Sato dapat merealiasasikan pembangunan monumen peringatan tsunami di wilayah pesisir utara Supiori. Bangunan monumen peringatan tsunami dibangun di Supiori diharapkan untuk memberikan informasi edukasi dan kesiapsiagaan warga dalam rangka mengantisipasi bencana alam tsunami.
Wilayah Supiori adalah wilayah perairan yang sangat rentan bencana. Dengan dibangunnya monumen ini, diharapkan masyarakat memahami peringatan awal dari tanda-tanda bahaya. Monument Supiori adalah spot wisata edukasi kesiap siagaan bencana. Masyakarat diajari untuk bersikap peka dan sensitif terhadap tanda-tanda awal bencana, sehingga bisa diantisipasi segala kemungkinan terburuk demi keselamatan masyarakat itu sendiri.
Itulah beberapa keindahan dan kekayaan alam Kabupaten Supiori yang tentu belumlah semua diungkap dalam artikel ini. Nuspedian bisa menabung dari sekarang jika ingin mengunjunginya langsung. Sekadar berwisata atau ikut menyukseskan konservasi Penyu di Supiori tetap menjadi destinasi yang menyenangkan.
Mapian Biodiversity Conservation (MBC), Konservasi Penyu di Pulau Cendrawasih
Alarm Berkunjung ke Pulau Sayafi dan Liwo Sudah Dekat
Bunga Rampai Kata Langgam dalam Konteks Kultural Indonesia (1)
Rekomendasi
-
Pemalang di Waktu Malam, Jangan Lupa Nasi Grombyang
24 Maret 2022, 19:18 WIB -
Legenda Buaya Putih di Kali Comal
29 Maret 2022, 19:57 WIB -
Tips Diet Alami
20 Februari 2022, 18:06 WIB -
Pastikan Zero Halinar, Rutan Pemalang Rutin Laksanakan Penggeledahan Kamar Hunian
31 Maret 2022, 17:36 WIB -
Belum Ada SK Bupati Soal Harga Tarif Di Haltim, Masih Bersifat Sementara
5 April 2022, 20:45 WIB